

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Saham Indonesia sudah naik sekitar 80 persen tahun ini. Banyak teman bertanya, apakah indeks masih bisa naik lumayan tahun depan.
Pada penutupan transaksi minggu lalu (20 November 2009) indeks berada pada posisi 2.487. Aras ini masih jauh lebih rendah dari posisi tertinggi tahun lalu yang sempat menembus 2.800.
Pertanyaannya, mengapa indeks sempat terperosok tajam hingga ke aras 1.300. Kemerosotan ini lebih parah ketimbang yang dialami bursa-bursa di negara tetangga khususnya ataupun di seluruh dunia umumnya.
Para investor sejak tahun lalu hngga pertengahan tahun ini masih tak yakin bahwa perekonomian Indonesia bisa tumbuh positif, bahkan bisa mencapai di atas 4 persen. Mereka terlena dengan prediksi lembaga-lembaga internasional waktu itu yang memang sangat pesimistik tentang perekonomian Indonesia.
Sebagai contoh, lembaga tersohor sekaliber Economist Intelligence Unit, hingga Mei 2009 masih memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan negatif (konstraksi) sebesar 1,4 persen. Bahkan angka itu lebih buruk dari prediksi sebelumnya sebesar -1,3 persen.
Walau tak sepesimistik EIU, IMF juga keluar dengan perkiraan yang rendah, yakni 2,5 persen. Setidaknya IMF sudah dua kali merevisi. Yang terakhir adalah 4,0 persen.
Terbukti kinerja perekonomian Indonesia jauh lebih baik dari kedua perkiraan tersebut. Pada triwulan ketiga 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia bahkan meningkat menjadi 4,2 persen, dari 4,0 persen pada triwulan sebelumnya. Mereka menilai Indonesia under-weight. Bahkan prediksi pemerintah dan BI pun ikut terbawa arus pesimisme mereka. Faktor inilah yang membuat investor menjauh dari Indonesia.
Ada satu faktor lagi yang saya tak bisa pahami. Yakni, para pelaku di pasar, khususnya investor domestik, baru akan melakukan pembelian lebih banyak setelah indeks anjlok sekali lagi. Entah apa alasan di balik ini.
Sekarang, setelah terbukti kita jauh lebih baik dari prediksi mereka, investor asing mulai menyemut kembali. Jadi, sebetulnya, kenaikan indeks sebesar 80 persen, di dalamnya merupakan kompensasi atas “hukuman” yang salah alamat tahun lalu.
Pada triwulan ketiga 2009 investor asing menyerbu Indonesia. Terlihat dari porfolio investment netto yang masuk melonjak menjadi 3,4 miliar dollar AS. Dua triwulan sebelumnya masing-masing 1,8 miliar dollar AS dan 1,9 miliar dollar AS.
Bertolak dari latar belakang ini, kiranya indeks masih berpotensi untuk tumbuh lumayan, setidaknya bisa menghasilkan imbalan lebih tinggi ketimbang deposito.
Saham mana yang prospektif?
Pertama, saham perusahaan-perusahaan yang menghasilkan komoditas seperti CPO dan batu bara. Tahun depan harga minyak diperkirakan bakal naik lagi karena real demand sebagai konsekuensi dari pemulihan ekonomi dunia yang lebih cepat. Pertumbuhan ekonomi dunia akan naik dari -1,1 persen tahun ini menjadi3,1 persen tahun 2010. Kenaikan harga komoditas perkebunan juga disebabkan oleh kemungkinan faktor iklim yang memburuk, sehingga akan terjadi penurunan supply, yang berakibat pada kenaikan harga.
Kedua, saham otomotif. Tahun ini penjualan otomotif turun tajam. Jika kita mengamati data historis, terlihat bahwa kemerosotan tajam tahun tertentu langsung memacu penjualan tahun berikutnya. Kemerosotan terjadi karena penundaan. Tahun berikutnya konsumen yang menunda akan merealisasikan pembelian. Ditambah dengan pembelian baru, maka penjuala akan relatif melonjak.
Ini analisis amatiran yang sekedar mengaitkan perkembangan makroekonomi dengan pergerakan harga saham. Tetap berhati-hati!!!

Asyikk pak Faisal kasih bocoran…
kalau saya malah mulai mengumpulkan saham2 infrastructur selain komoditas.. Hasil economic summit yg kemarin ini nga boong kan pak ? Akan ada pembangunan jalan tol, pembangkit listrik, pelabuhan dll besar2 an di negeri ini 5 tahun ke depan ?
Saya sendiri juga berpikir bahwa akan ada crash sekali lagi di bursa saham meski tidak akan sedalam yg terjadi di akhir tahun 2008 lalu, karena saya tidak yakin economic recovery di AS itu sudah benar2 terjadi secara fundamental dan bukan buble yg di paksakan karena bunga bank sudah nyaris nol di sana. Seperti nya masih banyak borok2 yg akan terbuka seperti insider trading yg di lakukan Galleon kemarin itu, dan berapa cost yg sebenarnya krisis ini terhadap ekonomi amerika seperti nya masih belum sepenuh nya di ketahui.
Kalau mereka crash lagi yah di sini pasti ketularan lah, meski pun secara fundamental negeri kita masih lebih baik.
+1
-1
Bung Felix, national summit semoga merupakan janji sungguh-sungguh. Kita tunggu saja realisasinya. Melaksanakan janji-janji itu sungguh butuh waktu. Saran saya sih jangan banyak-banyak ke sana.
Crash itu antara lain disampaikan kemungkinannya oleh Paul Krugman. Memang bisa jadi karena kesulitan exit strategy dari The Fed, untuk sedot likuiditas yang masih sangat melimpah. Klau itu terjadi, memang kita juga bakal kena.
+1
-1
OK pak thanks atas masukkan nya.. JSMR & SMGR nya saya trading kan dulu saja ya utk sementara..
+1
-1

Pak Faisal, minta tanggapan dan analisa nya donk atas gagal nya ANTM meng akuisisi divestasi Newmont.. Ini ada unsur KKN nya atau tidak kalau menurut pak Faisal… Terima kasih.
+1
-1
Soal ANTM saya tak tahu. Idealnya Antam, yang dapatkan, lalu dijual ke publik, supaya divestasi juga dinikmati rakyat banyak. Itu baru namanya demokrasi Pancasila..hehe..
+1
-1
pak saya gregetan kok yg dapat yg itu2 lagi… sudah ketahuan ngaco & menyebabkan bencana di Sidoarjo kok masih bisa di percaya oleh pemda Nusa tenggara utk mengelola tambang di sana ? Apa ini bukan KKN ?, sudah begitu menteri ESDM juga kesan nya lepas tangan begitu saja dan malah membela keputusan mundurnya ANTM dgn mengatakan mau pemerintah daerah atau pusat yg dapat kan sama saja…padahal depkeu kan sudah jelas menyatakan ingin agar BUMN kebagian divestasi tersebut.
+1
-1
Memang, rezim korporatis yang mengendalikan bangsa ini… Lawan!!!
+1
-1

Bang FB,
Saya kok khawatir (bawaannya khawatir mulu nih…) penguatan IHSG tidak sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi kita. Dugaan saya, pd saat IHSG di level 1300, banyak dana asing masuk ke BEI. Celakanya investors kita “follow the monkey” (baca: mengikuti investors besar). Poin saya adalah: mereka sudah punya margin yang cukup untuk melepas saham. Sewaktu-waktu bisa saja mereka ambil aksi untung. Mudah2an penerawangan saya salah…he2
+1
-1
NB: melihat pergerakan IHSG saya jadi teringat waktu naik roller coaster di Dufan. Pas keretanya naik sih enak rasanya, tapi begitu meluncur turun bisa bikin jantung mo copot! ![]()
+1
-1
Betul. Gonjang-ganjingnya makin memabukkan. Kuncinya, jangan nafsu jadi komandan.
+1
-1

trima ksih unk info y pak faisal.
good luck untk pak FB.
+1
-1

Pak FB, konon di Desember 09 nanti akan ada 7 perusahaan IPO…kemungkinan besar Indeks bakalan meningkat lagi ya Pak…?
+1
-1
Yang IPO perusahaan-perusahaan relatif kecil. api bagaimanapun sangat baik untuk memajukan bursa saham, agar takterlalu bergantung pada 4L ( loe lagi loe lagi), hehe..
+1
-1

dgn penerapan kenaikan PPnBM kendaraan apa tahun dpn saham prshn otomotif (& prshn pembiayaan) bisa naik (alias produksi nya meningkat) pak?
+1
-1
Bung Wyndra, saya tak mengikuti ada rencana kenaikan PPnBM untuk mobil. Setahu saya memang ada perubahan rentang tarif PPnBM, tapi belum dengar bagaimana untuk otomotif. Ada juga rencana pengenaan pajak progresif untuk mobil. Yang ini adalah pajak daerah. Rasanya tak bakal efektif.
+1
-1
Oh ya.. btul pak FB produknya PDRD. khusus DKI kbr nya prosentase kenaikannya sktr 100%. pajak progresif istilahnya. trims pnjlsn nya
+1
-1
Tapi mudah mengelak. kalau suatu keluarga unya 5 mobil atas nama suami, isteri, anak-anak dan pembantu, tak kena ajak rogresif. Aturan itu banci banget..
+1
-1

Pak Faisal.. Saya ingin bertanya sedikit tentang batubara.
Pertama, saya dengar pemerintah merubah sistim kontrak kerja menjadi izin tambang. Menurut Bapak apakah dengan sistim baru ini akan lebih menguntungkan pemerintah atau investor? Bagaimana kira-kira dampak dari Quota ekspor yang dipatok pemerintah 150 juta ton tahun 2010 terhadap investasi dan harga bara di Indonesia?
+1
-1
Memang ada undang-undang minerba yang baru. Tapi masih sangat umum. Harus ada 4 peraturan emerintah (PP) yang keluar paling lambat desember tahun ini. Sampai sekarang belum jelas draft isinya apa, beubah-ubah terus.
Saya punya kajiannnya. Memang UU ini lebih jelek.
Saya rasa kuota ekspor itu dalam rangka DMO (domestic market obligation). Sepanjang transparan dan menjaga kepastian usaha, rasanya tak masalah.
+1
-1
terimakasih Pak jawabanya.. Saya tertarik sekali membaca kajian itu Pak. Kalau Bapak tidak keberatan, mohon dikirim ke email saya: nomgebab@yahoo.com. Terimakasih banyak Pak atas bantuanya.
+1
-1
Guest User