Ekonomi
Lihat Profil    Jadikan teman    Kirim Pesan
Nama :Drs H Muhammad Jusuf Kalla Lahir :Watampone, 15 Mei 1942 Agama :Islam Jabatan Kenegaraan: Wakil Presiden RI (2004-2009) Menko KESRA Kabinet Gotong Royong (2001-2004) MENPERINDAG Kabinet Persatuan Nasional (1999-2000) Isteri: Ny. Mufidah Jusuf (Lahir di Sibolga, 12 Februari 1943) Anak: 1. Muchlisa Jusuf, 2. Muswirah Jusuf, 3. Imelda Jusuf, 4. Solichin Jusuf, 5. Chaerani Jusuf. Pendidikan : Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967 The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977) Pekerjaan 2004- 2009 : Wakil Pr...
Mati Lampu….
Jusuf Kalla
|  26 November 2009  |  14:46
9102
172
21 dari 31 Kompasianer menilai Aktual.
Jusuf Kalla/KOMPAS

Jusuf Kalla/KOMPAS

Persoalan listrik ini memang sangat vital. Karena dia tidak memiliki subtitusi. Begitu listrik padam, maka semuanya macet. Beda halnya dengan infrastruktur jalan, kalau anda mau ke bandung dan tol Cipularang rusak, maka anda masih bisa mencari jalur alternatif lainnya misalnya lewat puncak meski agak sedikit memutar. Tapi kalau sudah listrik yang padam, anda mau bikin apa? Tidak bisa nyalakan TV, tidak bisa jalankan mesin, malam tidak bisa tidur karena kepanasan, tidak bisa nyalakan kipas angin atau AC.

Bagi anda yang tinggal di pulau jawa mungkin kurang merasakannya, tapi yang di luar jawa listrik padam itu seperti rutinitas minum obat, 3 kali sehari. Cuman katanya mulai agak jarang ketika saya berada di makassar, kata beberapa teman-teman wartawan, nanti tunggu kalau bapak balik ke jakarta, listrik akan kembali sering padam seperti semula.

Persoalan krisis listrik ini, kita pernah alami 3 tahun yang lalu di pulau jawa, waktu itu beberapa pembangkit yang sedang kita bangun memang belum jadi. Tapi toh itu semua bisa kita atasi dengan melakukan re-schedule jam kerja industri. Jadi indsutri kita suruh bekerja bergiliran, jadi kalau rata-rata orang libur pada hari minggu, maka itu semua saya balik. Ada yang libur pada hari senin, hari selasa, rabu kamis dan seterusnya. Waktu itu memang banyak yang protes dengan alasan yang macam-macam. Tapi saya tetap tegas dan tidak peduli, cuman ada dua pilihan, ”mau kerja bergiliran atau tidak bisa kerja karena listrik Padam?” Tapi entah kenapa hal seperti ini tidak ada lagi yang berani lakukan. Padahal yang namanya pemerintah dia memang harus memerintah, bukan menghimbau. Kalau hanya sekedar menghimbau maka ganti saja namanya, bukan lagi PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA tapi menjadi PENGHIMBAU REPUBLIK INDONESIA.

Nah kembali ke persoalan listrik, persoalan listik ini memang sudah diramalkan sejak tahun 2005. Bagaimana tidak, ekonomi sedang tumbuh maka otomatis permintaan akan energi listrik semakin meningkat, yang dulunya orang belum kenal mesin cuci, maka sekarang mulai mengenal mesin cuci, orang yang dulunya cukup hanya dengan kipas Angin maka sekarang mulai memakai AC. Penduduk semakin banyak, anak-anak sudah mulai besar maka otomatis membutuhkan tambahan kamar lagi yang tentunya semuanya memakai energi listik. Belum lagi industri kita yang semakin giat, itu semua membutuhkan permintaan energy yang cukup besar.

Sementara di lain sisi, kita lupa membangun pembangkit listrik, kita lalai karena pemikiran bahwa kita masih krisis selalau tertanam di benak kita. Padahal permintaan akan energi semakin hari semakin meningkat. Memang dulu pada masa krisis kita tidak banyak memakai energi karena memang ekonomi lagi mandek, tapi begitu krisis selesai ekonomi mulai tumbuh maka permintaan energi semakin meningkat.

Memang sebelumnya kita pernah membangun pembangkit listrik sebelum krisis 98, tapi semuanya dibatalkan atas arahan IMF, dan kita kena pinalty karena itu semua. Padahal seharusnya pembangunan Infrastruktur meskipun saat krisis tetap dilanjutkan, karena bagaimanapun paska krisis ekonomi tumbuh kembali maka otomatis permintaan energi semakin meningkat.

Pada tahun 2000-2005 kita hanya membangun pembangkit dengan daya kurang lebih 1500 MW. Sementara pertumbuhan ekonomi kita saat itu sedang melesat maju. Nah inilah yang saya amati waktu itu, saya ramalkan, kalau pembangkit listrik tidak ditambah maka pada tahun 2009 kita akan gelap gulita. Waktu itu saya melapor ke presiden, dan Pak SBY setuju lalu meminta kepada saya untuk memimpin proyek pembangunan Infrastruktur listrik.

Nah masalah kemudian muncul, karena saat itu pemerintah lagi tidak punya, dan PLN sedang rugi. Akhirnya satu-satunya yang harus dilakukan adalah melakukan crash program, di mana PLN melakukan pinjaman dengan jaminan sepenuhnya oleh pemerintah. Nah inilah yang tidak dipahami oleh beberapa Menteri, terutama menteri perekonomian. Dengan alasan bahwa crash program itu tidak ada dasar hukumnya. Inilah sulitnya untuk mengurus sesuatu di Indonesia kita harus terjebak dalam Hutan Rimba aturan. Dan parahnya mereka para birokrat mereka lebih memilih taat pada aturan dibanding harus merubah aturan tersebut untuk kesejahteraan bangsa. Bagaimanapun KEPRES, KEPMEN, PP, dan sejumlah aturan lainnya bisa dirubah kalau merasa mengganggu jalannya pembangunan. Toh dia cuman buatan manusia. Yang tidak bisa diubah adalah hukum Tuhan yang tertuang dalam kitab suci.

Akhirnya setelah saya marah dan menekan barulah penjaminan itu keluar meski sudah terlambat. Seharusnya itu dimulai pada tahun 2006 agar tahun 2009 kita aman, namun baru keluar pada tahun 2007. Dan yang terjadi seperti sekarang ini, listrik padam di mana mana. Dan semoga pembangunan Infrastruktur listrik 10000 MW yang telah dicanangkan oleh pemerintah sebelumnya, tetap dilanjutkan oleh pemerintahan sekarang ini agar tahun depan keadaan tidak bertambah parah.

Memang persoalan energi sungguh ironi di bangsa kita yang kaya akan energi ini. Kita punya gas alam yang melimpah, energi matahari yang tiada henti-hentinya. Namun mengapa kita masih mengalami krisis energi ? ini karena kita lebih memilih mengekspor daripada energi tersebut dengan alasan menambah pendapatan negara. Bagaimana ini bisa dibiarkan terjadi kalau kita sendiri memilih dibanding untuk memenuhi kebutuhan dalam negri, malahan negara orang lain yang kita penuhi kebutuhannya. Padahal seharusnya kebutuhan dalam negri dulu kita penuhi baru kemudian kita bisa mengekspor. Yang terjadi malah sebaliknya, Jepang terang benderang karena mendapat pasokan energi dari kita, sementara kita sendiri gelap gulita karena kekurangan energi.

Untuk itulah waktu saya masih menjabat sebagai wapres semua ekspor Gas saya larang sebelum kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Natuna saya mau serahkan ke Pertamina untuk dikelola, Tangguh saya perintahkan Re-Negoisasi, Donggi senoro saya larang untuk ekspor. Bagaimana pun Gas sangat kita butuhkan untuk pembangkit listrik kita. Mengingat pembangkit diesel itu operasionalnya sangat mahal. Memang PLTD yang beroperasi hanya tersisa 25 % tapi yang mesti diingat 25 % itu memakan 75 % anggaran untuk subsidi listrik. Maka jangan heran kalau anggaran yang kita habiskan untuk subsidi listrik antara 60-90 Triliub setiap tahunnya. Sebagai ilustrasi untuk memproduksi listrik / 1 KWH untuk tenaga Diesel itu seharga 3000 Rupiah, sementara dijual rata-rata hanya 700 rupiah setiap KWH.

Untuk itulah penyelesaian proyek listrik 10000 MW ini sangat penting, karena selain memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, kita juga bisa mengganti PLTD yang masih beroperasi dan dijadikan cadangan saja, biar seandainya ada apa-apa dengan pembangkit utama terganggu atau rusak, pasokan listrik tidak terganggu. Selaiknya memang kita butuh cadangan paling tidak 30 % dari total energi yang tersedia. Pada kenyataannya kita hanya memiliki 5 % cadangan padahal singapura cadangannya sampai dengan 100 %. Saya selalu berharap pemerintah yang sekarang tetap komit untuk ”Lanjutkan”……


Sebarkan Tulisan:
Tanggapan Tulisan
26 November 2009 14:54
1

Iya Pak, negara sudah carut marut nih… kacau bener…

Pak JK, gimana kalau diadakan Kopdar Kompasianer Makassar, Pak??? Sekalian buat Komunitas Kompasianer Makassar… Saya harap dukunganta’…

Salam,

ASA

30 November 2009 | 00:36
0

Pak JK yth,
“….Akhirnya setelah saya marah dan menekan barulah penjaminan itu keluar meski sudah terlambat. Seharusnya itu dimulai pada tahun 2006 agar tahun 2009 kita aman, namun baru keluar pada tahun 2007…”. Saya tersenyum baca kalimat ini, jadi kayaknya negara kita planningnya cuma 3 tahun ke depan. Ini sangat menyedihkan. Boleh dikata, kemampuan sebuah negara untuk membaca (visi) terhadap kebijakan energinya menjadi kunci sukses dari negara tsb. Ambil contoh paling nyata “BRAZIL dan Perancis”. Brazil adalah satu2nya negara di dunia yang menggunakan bioenergi terbesar untuk transportasinya yaitu metanol. Sejarah Meetanol Braxil dimulai 35 tahun yang lalu, waktu kita masih tergiur dengan produksi minya kita (Brazil juga punya minyak), mereka sudah berkorban membeli metanol yang mahal demi untuk sebuah kebijakan energi (Metanol menjadi murah jika harga minyak di atas USD 50/ barrel). Sekarang Brazil menikmati energi murah dengan menggunakan metanol karena harga minyak di atas USD 75. Perancis adalah contoh lain dari keberhasil teknologi nuklir. Waktu krisis energi tahun 70 an menghantam dunia, Perancis bertekad menjadikan nuklir sebagai sumber energi listriknya sehingga 87% listriknya datang dari pembangkit tenaga nuklir. Sekarang ini perancis menjadi negara nomor satu didunia utk PLTN, dan mengeksport listriknya ke Jerman, Italia, Swiss, Spanyol dan beberapa negara lainnya. Bukan sembarang jika saat ini jerman berkonsentrasi ke energi terbarukan seperti energi angin dan matahri. 35% listrik jerman datang dari energi itu. Dan kita? Apakah kita cuma mikir 3 tahunan? Woow, Tuhan pun ngeri membayangkannya.

30 November 2009 | 00:40
0

Pak JK, kalau di sulawesi selatan dan tengah, potensi terbesar adalah energy hydro. Sulsel dan Sulteng akan menjadi daerah dengan listrik termurah. PLN itu terlalu banyak korupsi, saya dulu kerja di perusahaan kontraktor PLN, wah KKN nya minta ampun.

26 November 2009 14:56
1

Pak JK… bantuin dong teman-teman di Makassar sana… pusiing sama listrik… padam melulu!!! Kasihan, kan, pak!!! sudah barang elektronik rusak… kerja pun terganggu… inspirasi banyak yang mandek deh!!! Tolong ya pak!!!

Salam kenal, ya!

26 November 2009 | 15:04
6

Insya Allah saya sellau siap bantu, bukan hanya makassar saja tapi seluruh Indonesia..mulai tahun depan saya akan mengembangkan bisnis yang khusus fokus kepada green energi supaya Indonesia tidak lagi harus krisis masalah listrik…

26 November 2009 | 15:07
0

teman-teman di makassar!!!! Pak JK mau bantuin!!!! asyikkk!!!! Makasih ya Pak!!!

aam
26 November 2009 | 17:21
0

Alhamdulillaah…Semoga jadi amal ibadah jariah Pak, Amiiiin. Wassalam

26 November 2009 | 21:12
0

Saya juga sedang merintis energi hijau kok pak. Semoga apa yang kita lakukan berguna nantinya. *pengagum anda*

27 November 2009 | 04:27
0

betul pak makassar adalah satu bagian INDONESIA makassar padam saya (arek suroboyo) juga PRIHATIN , maafkanlah 62 % hambamu ini TUHANKU

30 November 2009 | 09:42
0

Alhamdulillah. Ini harapan dari sebagian besar, kalau tidak semua, rakyat Indonesia. Go green!

26 November 2009 14:57
1

Saking kangennya sama bapak, saya ampe curhat disini hehehehe
http://sosbud.kompasiana.com/2009/11/21/merindukan-jk-yang-pecicilan/

26 November 2009 15:01
1

Semoga Bapak menemukan jalan untuk membantu memulihkan negara ini, saya yakin suara Bapak masih didengar

Salam,

Wawan S

26 November 2009 15:05
0

Pak JK, yg saya kagumi.

Semakin hari saya makin yakin kalau kecepatan dan ketegasan pemimpin yg kadang terpaksa melanggar prosedural itu masih sangat dibutuhkan untuk Indonesia yg belum mapan ini.

Contohnya pak, kemarin Jakarta sempat mengalami penyalaan listrik bergilir (disebut penyalaan bukan pemadaman, karena lebih banyak matinya daripada nyalanya). Menurut berita di koran-koran ini karena kerusakan teknis yg membutuhkan spare impor dan perbaikan, sehingga menunggu spare partnya dan waktu perbaikan, maka Desember 2009 baru bisa normal kembali.

Wah, kita sudah siap2 lilin nih pak, maklum bakal byarpet sampai Desmeber 2009. maka PLN kami gelari Perusahaan Lilin Negara.
Namun, kami dengar kabar, Direksi PLN dimarahi oleh yg diatasnya.
Eh, nggak sampai Desember 2009 byarpet listrik sudah lumayan normal lagi.

Berarti, memang lebih cepat dan lebih tegas itu lebih baik khan pak ?.

Salam hormat.

27 November 2009 | 10:33
1

bung bocahndeas,

Saya melihat listrik di INdonesia belum di gunakan sepenuhnya utk menghasilkan sesuatu yg bernilai ekonomi,

Masih kebanyakan sekedar utk konsumsi…

Jadi saya harapkan, jika listrik tdk digunakan lebih baik di matikan saja karena selain anda bisa berhemat (walapun sedikit) listrik itu bisa di gunakan industri utk menunjang ekonomi Indonesia.

Ada baiknya juga anda menggunakan listrik yg berdaya kecil…

29 November 2009 | 22:03
1

Saya setuju dengan pendapat anda,

energi listrik masih banyak dihayati dengan pemahaman terbatas oleh orang kita. Hal seperti ini dapat kita jumpai di bidang lainya.

Tapi kalo industri diprioritaskan, rasanya tidak adil juga kalo mengesampingkan listrik rumah tangga. Social engineering perlu juga kali ya?

30 November 2009 | 00:15
0

maya & Andi Fachri, yth.
Pernahkah ada data pemakaian daya listrik per kapita di Indonesia ?.
Data rinci per sektor, berapa untuk rt per kapitanya ?, berapa untk industri per kapitanya ?
boroskah pemakaian listrik rumah tangga di Indonesia ?.
Bagaimana dibandingkan dg negara lainnya ?.
Salam.

26 November 2009 15:06
1

Salam jumpa kembali di kompasiana pak!
Lebih ironis pak, bagaimana mungkin PIM di lhokseumawe tidak bisa berproduksi gara2 kekurangan gas padahal gas Arun hanya beberapa KM jauhnya?
Begitu juga pasokan PLN yang bersumber dari gas. Kok nggak bisa terpenuhi?
Apakah kita lebih menjadi penghamba asing daripada pelayan bangsa sendiri?

26 November 2009 15:06
1

setuju Pak JK. visi yang sederhana namun cemerlang soal setrum di negara yang sudah mulai byar pet gara2 substation failure ini. sayang para decision maker sekarang mikir setrum hanya semudah menekan saklar on/off dirumah

26 November 2009 15:06
1

Salam pak JK, semoga sehat selalu. Pak kebutuhan dasar kan termasuk air, listrik dan gas ya pak..seharusnya itu jadi prioritas. Juga perumahan dan transportasi. Apa kita tidak punya visi 2020, atau 2030..yg seperti itu, melihat Indonesia di masa depan dengan segala kebutuhannya? Jadi tidak kaget sepanjang jalan wah kurang ini, wah kurang itu, dan seharusnya itu dibangunnya 5 th yl.

26 November 2009 15:09
0

Bapak memang beda, saya salut dengan kecepatan pemecahan masalah dan pressure yang sering bapak berikan membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat… konversi LPG 3 KG adalah salah satu karya monumental Bapak… Terimakasih Pak Yusuf Kalla.

26 November 2009 15:11
1

Kangen juga sama pak JK heee

26 November 2009 15:11
0

pak bantuin martin cari angel pak , kasian 70000 pembaca ga nemuin hehehe

mampir ya pak saya pengidola anda dari generasi muda
http://hiburan.kompasiana.com/2009/11/19/my-blackberry-girlfriends-kisah-heboh-curhat-laki-laki-gara-gara-beli-blackberry-second/

26 November 2009 15:12
0

sudah carut marut…, jalanan semakin semwarut.., banyak mobil butut…,
sampe-sampe ada yang ML 3x sehari… alias Mati Lampu..!! hehehe..

Salam

26 November 2009 15:12
0

terasa banget kok pak! Saat negara sedang kacau, seperti seloganmu…lebih cepat lebih baik! Terasa sekali penyelesaian masalah yang begitu cepat…… Sekarang, kita lihat saja!

26 November 2009 15:15
0

Salam pak JK,apa kabar? iya Pak …PLN aja sudah ganti nama jadi Perusahaan Lilin Negara, masa Indonesia mau kembali ke jaman baheula????

26 November 2009 15:18
0

Assalamu’alaikum Pak JK….Welcome Home …
Bgmn kabar Makassar Pak…Semoga semakin baik dan terus bersinar, tidak hanya di Timur namun juga di seluruh wilayah Republik ini….Amien.

Tidak ada yg berubah pada diri Pak JK, selalu kritis, greget thd kelambanan dan menyuarakan keadaan….
Sangat setuju, Keppres, PP dan UU dibuat utk mengatur dan mengawal jalannya pembangunan. Ketika pada satu fase, keberadaan peraturan2 tsb (Keppres, PP, UU dll) menjadi penghambat pembangunan itu sendiri, Materinya Perlu direvisi atau bahkan diterbitkan peraturan baru yang lebih mendukung.

Saya menyarankan Pak JK utk terus bersuara, mewakili masyarakat yg tidak memiliki akses ke atas. Insya Allah dg data yg lengkap, konkrit & akurat spt yg Pak JK tuliskan, pemerintah bisa menerimanya…

Benar bahwa Pemerintah adalah Pemimpin yang dapat memerintah. Jika menghimbau maka…..

Salam ukhuwah Pak JK
—elha—

26 November 2009 15:21
0

daeng kangen berat neh, pingin banget kopi darat ama daeng kan kemaren masih sibuk ngurusi negara sekarangkan lebih santai, terakir lihat di tv siaran langsung dari pantai losari, daeng nampak sehat ceria Alhamdulillah seneng banget lihatnya, nah gimana kalao daeng memfasilitasi keluarga kompasiana jalan2 ke makassar? kayaknya pada berebut tuh daeng, lha wong saya juga belum pernah ke makassar.
salam dari saya daeng, salah satu pengagummu, teteplah berkarya membantu bangsa ini daeng
salam kompasiana

26 November 2009 15:26
0

salam pak jk, memang untuk beberapa persoalan dibutuhkan ketegasan dan kecepatan supaya persoalan itu tidak berlarut-larut dan membuat bingung serta resah masyarakat.
kami semua rakyat Indonesia merindukan kecepatan dan ketegasan seperti yang sering bapak lakukan pada pemerintahan sebelumnya, mudah-mudahan bapak tetap diberi kesehatan dan kekuatan untuk berbuat yang terbaik bagi negeri ini.

26 November 2009 15:31
0

Coba Pak beri statemen seakan-akan Pak JK sebagai Presiden sekarang. Pasti menarik dan enak didengar. Demikian Presiden JK memerintah: ” ……………………………”

26 November 2009 15:38
0

Tolong pak JK buat paparan guna mengatasi berbagai macam masalah yang timbul di negeri ini , tentunya ini akan menjadi semacam pencerahan untuk bangsa ini . Meskipun saat ini bapak belum menduduki jabatan presiden , apa salahnya buat paparan seperti halnya presiden yang sudah jadi. kita tunggu bapak JK. salam kenal dan hangat selalu

26 November 2009 15:43
0

Pemerintah memang harus tegas dalam bertindak ….
Jadi kesannya jangan buang-buang waktu soalnya masih banyak masalah yang harus dibenahi…

eva
26 November 2009 15:44
0
26 November 2009 | 18:32
0

Dalam buku “Mereka Bicara JK” ada satu bab yang khusus membahas dan memberi emblim bahwa JK is the best quick fixer fo RI.

jabat erat,
KK

29 November 2009 | 17:57
0

dan yang menulis di bab itu pak KK..
*promosi nih yee*

salam hangat,

-ismail-

26 November 2009 15:56
0

Saya salut dengan rencana Green Energy Pak JK,..Semoga bisa dijalankan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama mengurangi polusi di kota besar yang ada di Indonesia.
Salam kenal Pak JK.
Go Green

26 November 2009 15:59
0

Pemilihan presiden kemaren saya abstain alias tidak dateng ke TPS.
Saya sebenernya mau milih Bapak, tapi saya nggak yakin dengan partainya , makanya golput.
Saya lihat Bapak punya visi ke depan, tegas dan murah senyum….hehehe ( kalo lagi nggak marah ).
Pendapat saya, meski sudah bukan RI 2 lagi, janganlah bapak pulang kampung dan jaga mesjid saja, seperti bapak bilang dulu……..tetaplah bersuara lantang pak diluar mesjid.
Rakyat menunggu………..!!!

26 November 2009 16:03
0

Salam pak Yusuf…….teman-teman se kantor langsung baca “artikel bapak” setelah saya forward lewat FB………………..saya hanya ingin berharap “terdapat” jiwa-jiwa cepat tanggap dan berani seperti bapak bisa hadir di kabinet Indonesia Jilid II ini……soalnya mustahil mengharap bapak kembali ke Istana.

Kalo bisa pak…..cepat bantu pak SBY untuk cepat menyelesaikan persoalan bangsa ini…..soalnya saya nggk punya HP beliau……….he he he he he

Sukses selalu untuk bapak….Bangsa ini sungguh kehilangan figur heroik sejati.

26 November 2009 16:06
0

Inikah Green Energy?

Pak JK, saya baru saja meluncurkan posting di Kompasiana hari ini, tentang “gila”nya (mohon dibaca “ideal”nya) generasi muda mahasiswa dan sarjana yang baru lulus untuk ikut membangun sumber tenaga listrik dari energi pasang surut air laut… eksperimen di Lombok adalah yang ke 2, baru selesai kemarin. Berhasil! Posting,” Horee… Listrik Dari Pasang Surut Air Laut! “.

Mohon dikomentari ya, Pak. Pendapat Bapak penting untuk kemajuan tim. Terimakasih.

26 November 2009 16:09
0

Pak JK yg saya kagumi……ternyata memang saya tidak salah pilih pada waktu PilPres kemarin memilih bapak…..walaupun saat ini bapak belum diberi amanah utk memimpin Indonesia…..Akan tetapi saya yakin…dalam kapasitas apapun yg bapak lakukan…. Insya Allah akan memberikan manfaat yg luar biasa bagi Rakyat Indonesia. Maka dari itu…saya rasa seruan …..Pak JK cepat pulaaaaaang……. adalah kata2 yg sangat tepat utk bapak. Karena itu kami menunggu kepemimpinan bapak……

26 November 2009 16:20
0

Ini bener bung JK yang wapres itu? duh jadi kangen deh sama senyum Bung. (maaf Bung jadi lebay)
Untunglah Bung sekarang pemadaman bergilir sudah tidak ada lagi, PLN sudah berkomitmen untuk tidak ada lagi pemadaman bergilir, diganti dengan penyalaan bergilir.
Pemadaman listrik yang kemarin bukan saja menjadi bencana bagi dunia industri saja, tetapi juga bagi para blogger, chatter, surfer, sarjana maupun mahasiswa informatika pun mengalami bencana karena jelas kegiatan mereka menjadi punah. Maka dari itu Bung demi melestarikan para blogger, saya punya usulan untuk mengoptimalkan sumber daya energi daerah.
MIsal untuk daerah yang anginnya kencang bikin PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Angin), untuk daerah yang mengalami kekeringan berkepanjangan bikin PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya), untuk daerah pinggir pantai/kepulauan bisa bikin PLTGL(Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut) atau PLTPS (Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut).
Toh tidak semua orang Indonesia, makanan pokoknya beras kan Bung?
Mari Bung Rubah Kembali (Halo-halo Bandung mode on :facebook style)

26 November 2009 16:40
0

hihihi..senangnya akhirnya Pak JK ada lagi di kompasiana, duh saya gak bisa komen panjang2 ng, laptop saya baterenya lowba,t abis tadi mati lampu, huhuhu ^^

nov
26 November 2009 16:40
0

Pengembangan PLT Mini Hidro skala 2 MW sampai 10 MW sangat potensial dikembangkan untuk di Sumatera dan Sulawesi. Investasinya tidak sebesar energi terbarukan lainnya. Saya harap Pak JK bisa mengundang investor untuk berbisnis dibidang ini. Salam

26 November 2009 16:43
0

Pulang juga akhirnya :-)

26 November 2009 16:47
0

mudah2an pemerintah bersikap terbuka dan merangkul semua elemen masyarakat dalam mempercepat pemulihan krisis energi yang dikhawatirkan tidak bisa tuntas seperti yang dijanjikan.

juga dalam menangani kondisi sosial politik yang sedang krisis saat ini. apalagi kalau kasus bank century terus memanas dan memakan waktu panjang. tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja. harus dituntaskan secepatnya.

salam hangat,
JET

26 November 2009 16:59 via Mobile Web
0

Pak jk kami rindu sekali looo, balik lagi dunk…

26 November 2009 17:00
0

Mantap PAK JK..

26 November 2009 17:02
0
26 November 2009 | 17:04
0

keren!

26 November 2009 17:06
0

pak, dulu (3 tahun yg lalu) sewaktu saya tugas di pelosok sebagai abdi negara, mati lampu sudah biasa. malah, masyarakat disana seolah2 sudah tidak peduli lagi, karena saking seringnya mati. ngadu ke pln pun, baru dapet tanggapan setelah warga ‘memaksa’ pln turun tangan. jika sudah memasuki magrib, turun tegangan adalah hal yg biasa, tidak bisa beraktivitas berbau2 elektronik lagi, karena pasti tidak kuat. dan parahnya, desa tempat tugas saya itu lebih sering seperti desa mati karena tidak ada lampu/cahaya.
kini, persoalan yg sama mulai merambat ke kota. semoga, krisis energi (yang sebenarnya sudah muncul dari jaman dulu ini) segera teratasi…

salam
hadi

26 November 2009 17:08
0

Sayang pak JK tidak memberikan jaminan tertulis ekonomi indonesia tidak akan kolaps kalau bank century tidak ditolong. Itulah kekurangan bapak, pak. Bapak menemplokkan kotoran ke budiono dan sri mulyani dengan menyuruh menutup bank century tapi tidak mau memberikan JAMINAN TERTULIS bahwa ekonomi indonesia tidak akan hancur seperti tahun 1997-1998 jika bank century ditutup.
Ada baiknya bapak mengucapkan terima kasih pada budiono dan sri mulyani,walaupun membangkang perintah bapak, tetapi telah menyelamatkan ekonomi indonesia dan hasilnya kita nikmati semua. Ingat pak, ucapan bapak yang tidak mendukung budiono dan sri mulyani telah menjadi pegangan para politikus yang menjadi pahlawan kesiangan.
Ucapan dan seruan bapak untuk mendinginkan suasana, akan lebih baik.

26 November 2009 | 20:13
0

ada yang salah dengan nalar anda sdr koswara. tidak ada yg bisa menjamin urusan bank century bisa bikin kolaps ekonomi negara atau tidak. bagi saya urusan bank century tidak ada pengaruhnya dengan ekonomi Indonesia. tahun 1997-1998 itu buka soal perbankan, tapi jatuhnya nilai rupiah mencapai -750%.
tapi bank century adalah soal keadilan dan transparancy serta salah urus dalam ketertiban perbankan. saya adalah mahasiswa UGM yg menggunakan buku pak budiono dulu saat kuliah. dan saya tidak peduli dengan person-person. tapi urusan century harus dibuka dan dilakukan penertiban pada semua orang dan pihak yang terlibat. bahkan presiden sekalipun.
dari tanggapan sdr kelihatan bahwa anda mencampuradukkan keberpihakan pada seorang person dengan tata tertib penanganan pemerintahan (yg persoalan kebijakan ekonomi termasuk di dalamnya).
karena faktanya adalah JAMINAN TERTULIS yg anda sebutkan tadi telah membuat kita kehilangan 6,7 T dengan posisi tidak jelas. itu persoalan intinya.

26 November 2009 | 20:20
0

Saya sebenarnya berharap jika memungkinkan JK menerangkan latar belakang penyikapan beliau untuk TIDAK mendukung menyelamatkan Century. Sebagai orang di lingkaran dalam kekuasaan, yag memahami konstelasi saat itu, Mungkin bisa menambah wawasan kita, mengingat kelangkaan informasi mengenai hal ini. Paling tidak menambah wawasan kita.

27 November 2009 | 10:43
0

Bung kosawara,

Anda benar.

Di tahun 98 itu memang salah kita. Ketika itu ekonomi kita carut marut karena negara ini spt gunung es yg tampak indah di puncah tapi rapuh dibawahnya…

Negara tdk di jalankan dgn management yg baik karena semua orang ingin mencari keuntungan pribadi.

Lalu negara di buat spt sedotan, lobang input uang masuk dan uang keluar sama lebarnya.

Hutang negara bertambah tapi tabungan tdk cukup.

Jika kini kita ingin negara ini maju maka uang keluar harus di kontrol dan kita harus kerja keras agar uang masuk semakin banyak dgn biaya yg semurah mungkin…

SDM manusia harus di tingkatkan, jadi kita tdk hanya menawarkan tenaga kerja murah tapi juga cerdas…

Prinsip benefit dan cost harus di terapkan ketika negara ini menjalankan trade atau dagang dengan negara lain siapa pun negaranya (walaupun AS sekalipun)

27 Desember 2009 | 01:22
0

ada yang salah dengan nalar anda sdr koswara eh..bung (mudah-mudahan laki-laki) yuri akhmad..

kejadian 1997-1998 bukan hanya persoalan nilai rupiah yg jatuh mencapai -750% spt yg anda tulis tadi, apakah anda tidak melihat saat itu orang-orang rela antri panjang di depan atm-atm bank-bank swasta di seluruh indonesai tak terkecuali atm bank bca yg katanya bank raksasa, kepercayaan mereka thd bank2 itu sudah pada titik nadir karena tidak ada jaminan dari pemerintah setelah pemerintah waktu itu menutup 48 bank sakit sesuai instruksi imf..
pemerintah kali ini lebih sigap dengan menjamin tidak ada rush spt krisis 1998 itu dan hasil kebijakan itu bisa kita nikmati sekarang termasuk anda bung yuri.

saya sepakat dgn bung koswara seorang pak jk pun tidak akan tahu kejadian selanjutnya jika century tidak ditalangi, gak tahu kalo mama loreng, hehe…

26 November 2009 17:11
0

Assalamu’alaikum. Salam kenal buat Pak JK.
Sosok Bapak saya rasa masih diperlukan oleh bangsa ini. Walaupun Bapak sudah tidak menjabat wakil presiden lagi, Bapak masih bisa bekerja di belakang layar untuk kemajuan negeri ini. Sukses selalu untuk Bapak sekeluarga.

26 November 2009 17:14
0

Mari kita bikin negara sendiri pak
saya yakin gak bakal seperti RI yang sekarang ini

aam
26 November 2009 17:26
0

Alhamdulillah Pak, ditengah keterpurukan hukum dan ketidakberdaayan listrik Bapak kembali tampil memberikan solusi………..kami dukung terusss Pak

27 November 2009 | 10:48
0

hukum sebenarnya tdk terpuruk, tapi saya melihatnya kita menuju kearah yg benar..
Ini berkat kontrol anda2 semua….

Sekarang yg kita harus perjuangkan bersama adalah pembuktian terbalik…
Jika hukum telah berjalan dgn benar…

Kita fokus ke SDM agar Indonesia punya SDM murah, cerdas, punya know how, kreatif (dalam hal positif), tdk mudah putus asa dan punya disiplin tinggi…

Dan itu tdk akan jalan jika ada sebagian dari kita ingin cari keuntungan pribadi dan kerja sama antar kita semua…

26 November 2009 17:37
0

@ Pak JK,

Saya ingat, ketika Jakarta diterjang Banjir, jalanan ke Airport Cengkareng total macet, Bapak dengan sigap membangun jalur Jalan tambahan dari dan ke Cengkareng dan nggak sampai setahun beres! Sekarang ini RI sedang dipermalukan oleh PLN, saya ingin Bapak kembali membenahi PLN! Saya tetap menganggap Bapak tetap menjadi WAPRES. Sedangkan Pak Boediono hanya sekedar penggantinya saja!

26 November 2009 17:40
1

Asal orang seperti JK tidak dijadikan musuh oleh penguasa…

26 November 2009 17:49 via Mobile Web
0

Betul pak, uu bisa di ubah cuma kitab suci yg ngak bisa di ubah. Hari ini kita perbaiki uu nya, besok pagi di tanda tangan, sorenya udah bisa ekspor. Lebih cepat lebih baik.

26 November 2009 17:50 via Mobile Web
0

setuju dengan ide2 bpak yang brilian.. “Lanjutkan dengan Lebih Cepat Lebih Baik”…
Salam perubahan

26 November 2009 17:54
0

Sepakat, Pak!!!
seharusnya penuhi dulu kebutuhan energi dalam negeri,
setelah terpenuhi kalau seandainya ada lebihnya baru bisa di ekspor ke luar,
jangan dibalik…….
redormasi birokrasi harus segera dilakukan….
Lebih cepat lebih baik…….
kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit?!

26 November 2009 17:57
0

I miss U Pak Jusuf

26 November 2009 18:15
0

Dukung pak JK pulannnnggg!!!

26 November 2009 18:19
0

Saya sangat menghargai pemikiran Bapak. Jujur, saya ingin Bapak yang menjadi Presiden periode ini. Kenapa? Karena pola berpikir Bapak dan apa yang ada di kepala Bapak.

Mudah-mudahan, meskipun Bapak sudah tidak lagi di pemerintahan, pola pikir seperti yang Bapak miliki tetap ada di pemerintahan. Pola pikir seperti itu yang Indonesia perlu.

Salam

26 November 2009 18:21
0

mantaff.. Pak JK… kami sangat berharap sekali pemikiran-pemikiran yang brilian dari Bapak, meskipun Bapak tidak di dalam pemerintahan lagi. Semoga ALLAH SWT selalu melindungi Bapak Sekeluarga dan selalu diberikanNYA kesehatan. Amin..
i love u full.. Pak JK……

26 November 2009 18:35
0

Pak JK yang saya kagumi, Selamat hadir kembali.
Mohon diralat pak dihalaman profil, jabatan pak JK sekarang.Semoga semakin sering tulisan bapak hadir di kompasiana. Salam

26 November 2009 18:36
0

Kok saya jadi semakin rindu dengan pak JK yah?. Kapan kami para kompasianers diundang oleh bapak, sdh kangen nih mau mengeluarkan uneg-uneg. Di tunggu loh undangannya!.

salam
omjay

26 November 2009 18:53 via Mobile Web
0

Salam sejahtera pak JK, semoga sehat selalu.

Saya usul pak JK memimpin pembentukan komunitas mandiri dari segi pemenuhan kebutuhan listrik melalui aktivitas penelitian dan pengaplikasian pembangkit listrik alternatif yg rendah biaya dan mudah dijalankan.
Kami rakyat kecil butuh diajari semangat kemandirian.
Salam,
Iwan

26 November 2009 19:08
0

gimana kalo Pak JK kita daulat sebagai Presiden Kompasiana

26 November 2009 19:11
1

Pak JK,
Saya saat ini tinggal di Japan, sebelumnya juga sempat di Korea, Singapore, dan tentu Indonesia.
Kadang saya tidak habis pikir bagaimana negera2 yang saya sempat tinggali tersebut, kecuali Indonesia, tidak mempunyai masalah energi.

Waktu itu sempat harga minyak naik/mahal, tapi tetap saja tidak ada masalah apalagi dengan pemadaman listrik.

Indonesia besar, kaya, bahkan kalau dikelola dengan baik, saya yakin Indonesia termasuk negara paling makmur di dunia, saya sangat yakin.

Penilaian saya ini berdasarkan pengalaman dan cara berpikir yang saya dapatkan selama tinggal, belajar, bekerja di luar negeri.

Bahkan saat ini negara negara seperti Jepang, juga di Timur Tengah, sudah dimulai energi dengan menggunakan tenaga solar (matahari), dan juga tenaga “gempa bumi” di Jepang, atau Eco Energy.

Saya sangat senang kalau bisa berbagi pengalaman dan ilmu yang saya miliki dengan pak JK.
Karena pak JK tegas, memang pro-kontra pasti ada dari sikap tegas pak JK, tapi itu hal yang biasa, karena bagi saya yang penting hasilnya.

Salam dari Jepang.

Ricky
starpacific.consultant@yahoo.com

27 November 2009 | 10:51
0

Bangsa INdonesia tdk bisa maju karena SDMnya yg masih rendah kualitasnya, tdk cinta tanah air dan mau cari untung sendiri….

Beda sekali dgn China, Korea Selatan, Singapura, Jepang ketika penguasa mereka hanya mementingkan bagaimana caranya agar mereka bisa sustainable dgn cara yg benar tanpa mikirin kaya…

Itu yg gak ada di negara ini…

26 November 2009 19:28
0

ketika no 1 peragu, no 2 langsung mengambil inisiatif… dan itu belum dirasakan saat ini.
pak JK…kangen deh..

26 November 2009 | 20:17
0

Siapapun no. 2-nya, gaya-nya harus seperti JK. Apalagi kalo no. 1 bisa di-JK-kan, nothing can stop us!

Jadi, udah tau dong, presiden seperti apa yang kita perlukan?

27 November 2009 | 04:21
0

no. 1 bukan peragu tapi TELMI . . . . kasihaaaan dech INDONESIA

26 November 2009 19:48
0

Pak JK….kami selalu mendukungmu untuk terus memberikan kontribusi bagi negeri ini..Lebih cepat memang selalu lebih baik…:))

26 November 2009 20:02
0

Pak JK memimpin Indonesia seperti CEO yang cepat tanggap. Rindu pemimpin yang cekatan dan result-oriented. Terlalu bosan lihat pemimpin seperti kebanyakan penataran P4, tanpa lihat kondisi langsung di lapangan. Tetapi mayoritas rakyat Indonesia masih mengidolakan kharisma daripada hasil.
Aku tetap bangga boleh memilih JK sebagai presiden walaupun kalah, karena bapak JK selalu punya prinsip yang lebih baik untuk rakyat Indonesia.
Aku kutip slogan dari presiden US John Quincy Adams “Always vote for principle, though you may vote alone, and you may cherish the sweetest reflection that your vote is never lost.”

26 November 2009 20:12
0

Sangat setuju pak JK!!
Apalagi dengan pernyataan bapak yang ini:

“Padahal yang namanya pemerintah dia memang harus memerintah, bukan menghimbau. Kalau hanya sekedar menghimbau maka ganti saja namanya, bukan lagi PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA tapi menjadi PENGHIMBAU REPUBLIK INDONESIA.”

Salam Kompasiana

26 November 2009 20:29
0

Pak JK, jika memungkinkan, bagaimana jika dibuat forum untuk menyalurkan ’sesuatu’ untuk berbuat, namun yang bersifat kerakyatan. Saya apresiasi dengan The Habibie Center, tapi menurut saya kesannya agak ‘di atas awan’, kurang membumi. Jika bapak punya ide membangun Green Energy, atau apapun yang sekiranya berguna, apakah bisa diadakan semacam forum agar diantara kita yang ingin menyumbangkan ide, tenaga, pemikiran, atau hal lain, bisa menyalurkannya. Mungkin cukup berupa blog atau bahkan tempat pertemuan kecil, dimana orang- orang yang ingin berbuat sesuatu bisa saling bertemu. Atau mungkin hal semacam itu sudah ada, hanya belum diketahui masyarakat?

Potensi kita cukup banyak, tapi kekurangan kita adalah mengolahnya. Dengan kepemimpinan informal, mungkin kita bisa berbuat sesuatu. Bapak cukup menjadi titik sentralnya, dimana orang - orang berkumpul. Daripada hanya mengeluh atau bernostalgia.

26 November 2009 20:35
0

Setuju Pak Kalla, mari kita mulai dgn green energy, apalagi indonesia adalah negara yg juga dikenal dng “Ring Of Fire”, dan bila kita pandai maka “Ring of Fire” tsb justru bisa sangat bermanfaat bagi kita semua yaitu “Panas Bumi, yang juga dikenal sebagai energy “geothermal”.
Mhn pak usaha ini didorong secepatnya, diawali dng dibentuknya badan pengawas usaha panas bumi, seperti halnya di minyak dan gas dikenal sebagai “Bpmigas”
40% , enegry geothermal dunia ada diIndonesia, sdh saatnya bpk mendorong usaha ini.
Kalu boleh nambah pak, Pulau “Weh”(sabang) mohon dijadikan bunker storage/reifnery etc, agar kita tdk lagi bayar jahit ke singapura,sekaligus bunker minyak tersebut dijadikan cadangan nasional Pak.
Di pulau Weh ada sumber panas bumi sebesar 70 mega watt, yang bisa mengawali, usaha2 energy pak. Pulaua Weh sangat strategis, dan bisa mengalahkan Singapura.
salam kenal

26 November 2009 21:08
0

Selamat berjumpa di dunia maya pak JK. Saya salut sama bapak. Legowo dan menjalani roda kehidupan bak air yang mengalir, terhindar dari post power syndrome. Mudah2an Allah senantiasa bersama Bapak dan keluarga. Selamat merayakan Idul Adha….

26 November 2009 21:16
0

Laoko balubu lanro Jawa, Labempa cippe selleo makkalu……

26 November 2009 21:42
0

Halo semua yg komentar apakah dulu milih pak JK… percuma deh komentar kalau udah tau tapi ngga milih..saya bukan orang partai tapi melihat VISI MISI dibanding manis dibibir…

26 November 2009 21:47 via Mobile Web
0

Salam Pak JK,
Bapak pejuang telah pulang ke rumah ta?Alhamdullah semoga perjuangannya semakin mantap untk majukan bangsa ini yang sedang menangis.
Salam sejahtera
Gendis .P

26 November 2009 21:47
0

Kebijakan energi periode 2004-2009 terbukti gagal, berakibat beban rakyat semakin berat. Terutama ekonomi rakyat miskin dibebani pula dengan energi yang mahal membuat rakyat menjadi penadah BLT. Dalam konteks doktrin pertahanan keamanan rakyat semesta atau Hankamrata hal seperti ini sangat berbahaya bagi negara. Karena rakyat yang lemah menyebabkan pertahanan negara menjadi rapuh. tetapi anehnya, Menteri ESDM yang bertanggung jawab tentang kebijakan energi periode 2004-2009 kini menjadi Menteri Pertahanan.
Salam hormat Pak JK, ini hanya sekadar curhat.
Selamat kembali kepangkuan kehidupan normal.

26 November 2009 21:56
0

WOW kalimat favorit saya..

“Bagaimanapun KEPRES, KEPMEN, PP, dan sejumlah aturan lainnya bisa dirubah kalau merasa mengganggu jalannya pembangunan. Toh dia cuman buatan manusia. ”

emang harus gini ya Pak, buat maju..berpikir out of the box, bukannya muter2 ditempat, bikin susah sendiri. Hmm memang beda mental birokrat dengan pengusaha. Ditunggu Pak, ide-ide briliannya, kontribusi Bapak selalu dinanti.

26 November 2009 21:56
0

saya rindu dgn pak JK. tegas, cepat, bermanfaat…
kita butuh pemimpin seperti bapak. slogan bapak ‘Lebih cepat lebih baik’ itu sangat benar adanya untuk memerintah bangsa yang sebesar ini. saya sungguh senang dgn tulisan bpk ini.. gilaa keren abiess. seandainya semua rakyat indonesia bisa tersambung dgn internet semua dan membaca tulisan bpk ini. insyallah bpk kepilih kembali di pilpres 2014 nanti, kalo pun tidak, rakyat indonesai pasti sangat bersukur pernah memiliki pemimpin yang bertanggung jawab seperti bpk

26 November 2009 21:57
0

pak JK….cepatlah pulang karena memang bapak telah terlahir sebagai JK (Jalan Keluar)…

26 November 2009 22:14
0

Pak JK memang hebat

26 November 2009 22:17
0

Selamat Datang Kembali Pak JK ……………. ayo Pak segera realisasikan bisnis Bapak di bidang energi hijau/energi terbarukan, utamakan luar Jawa ya Pak

salam hangat

26 November 2009 23:13
0

Orang-orang hebat bernama Jusuf dari Makassar (M. Jusuf, B Jusuf Habibie, Jusuf Kalla)..mengingatkan kepada peran Nabi Yusuf AS yang telah berhasil menghindarkan Negeri Mesir dari kelaparan yang diakibatkan kemarau yang sangat panjang. Dengan kecerdasan yang dimiliki, mampu memprediksi dampak yang akan terjadi pada masa mendatang, yang kemudian dibuat rencana penanggulangannya. Semoga Allah SWT berkenan memberikan kepada Pak JK dan Pak Habibie sisa umur yang penuh barokah dan penuh manfaat untuk ummat.

27 November 2009 | 09:27
0

dan buat Alm. M.Jusuf, semoga aman dan ibadahnya diterima disisi Allah yang maha kuasa..

26 November 2009 23:47
0

JK, bukan segalanya koq..ndak perlulah berlebihan gtu..emang JK dewa, dasar bangsa yang terlalu !

aam
27 November 2009 | 02:41
0

:), JK memang hanya manusia Pak, tapi figur seperti beliau yang kita butuhkan sekarang ini lihatlah kisruh hukum dan listrik saat ini,tidak ada “Solusi” riil dari pemerintah

27 November 2009 | 17:10
0

emang siapa yg anggap beliau dewa, jangan paranoid lah om.. faktanya negara ini perlu orang2 bermental pegusaha tapi bersih buat mengelola “asset” indonesia yg sedang tidur!

26 November 2009 23:51
0

Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada Pak JK, mohon agar keterangan profil di atas bahwa 2004-sekarang: Ketua Umum DPP Partai Golkar direvisi Pak. Bukan apa-apa, agar bila ada fungsionaris DPP Partai Golkar 2009-2004 membacanya tidak menimbulkan salah persepsi. :)

Selanjutnta soal kelangkaan listrik, hemat saya pemerintah kita itu kebijakannya “hangat-hangat tahi ayam”. Ada kebijakan hemat listrik di departemen-departemen, lembaga dan badan pemerintah, Bahkan penghematan di istana kepresidenan. Itu pun hanya sebentar dilakukan, lantaran ada kritik. Namun begitu berlalunya waktu, “habit” tersebut kembali lagi sedia kala. Dan seterusnya mutar-mutar saja.

Jadi sebenarnya hemat saya, yang utama yakni soal konsistensi. Jika konsistensi saja sudah melenceng, bagaimana mau mengelola negara yang lebih rumit lagi. Begitulah.

27 November 2009 00:35
0

assalamu’alaikum Pak JK…

saya setuju dengan Bapak, memang sungguh ironi bangsa ini, dengan kekayaan sumber daya alam yang berlimpah bisa kekurangan energi khususnya listrik…

dan yang menurut saya lucu adalah ketika rakyat disuruh berhemat, karena rakyat sudah pasti berhemat, karena listrik yang digunakan harus dibayar, jika terlambat bayar dicabut…

yang seharusnya disuruh berhemat adalah para pejabat yang listriknya dibayar oleh rakyat, contohlah Khalifah Umar Bin Abdul Aziz…

berapapun pembangkit listrik dibangun, saya yakin rakyat akan tetap dirugikan dan dibebani, selama efisiensi dan efektifitas pengelolaan listrik tersebut hanya sebatas kata-kata atupun hanya tulisan di atas kertas, tapi pada keyataanya tidak ada…

menurut saya, gelapnya rumah karena lampu padam mungkin masih bisa rakyat pahami, tapi jika hati para pemimpin bangsa ini sudah gelap karena lampu iman dan taqwa dihatinya mati, hal itulah yang akan membuat rakyat marah, atau bahkan mungkin Allah SWT. akan menurunkan azabnya (naudzubillah mindzalik)…

btw saya mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Adha kepada Bapak JK sekeluarga…

27 November 2009 00:49
0

Waktu pemilu kemarin saya mendukung bapak, dg harapan bakal ada perubahan cepat bagi negeri ini.Tapi nyatanya harapan saya kandas, tapi saya tidak menyesal memilih bapak.
.Kita semua sudah tersandera dg peraturan legal formal yang kita buat sendiri, padahal seperti bapak bilang kalau peraturan itu menghalangi kesejahteraan rakyat, seharus nya peraturan itu kita rubah.
Tapi nyatanya para birokrat kita konservatif semua dengan alasan menghormati hukum, seharusnya bukan hukum yang jadi panglima tetapi keadilan yang jadi panglima. Hukum hanya terbatas pada undang undang bikinan manusia, yang setiap saat bisa kita amandemen demi keadilan…

27 November 2009 04:19
0

MJK itu satu warga indonesia yg berkata tulus dan JUJUR demi bangsa INDONESIA tidak plintat plintut bin munafik karena menjaga CITRA . . . TUHAN . . . .maafkanlah 62% hambamu di INDONESIA ini

27 November 2009 06:06
0

Pak JK … semoga rencana untuk Green Energy bisa segera terwujud … kami kehilangan figur seperti Bapak dulu semoga Pak JK berkenan berkiprah terus menyuarakan suara rakyat … semoga selalu sehat dan dalam ridhoNya …

27 November 2009 06:15
0

Welcome pak dikompasiana lagi, saya pribadi sangat tdk mengharap bapak kembali lagi, biarlah skrg menjadi pelajaran buat bangsa ini untuk pendewasaan. biarlah JK skrg disia-siakan karena ketidaktahuan kami, semoga bapak sehat dan bahagia selalu dgn keluarga….

27 November 2009 08:58
1

Ini puisi yang saya tulis sat kampanye pilpres lalu.
Ayo, Pak JK, kita bertani.
Kita hijaukan bumi bertiwi ini dengan padi,
jagung dan umbi-umbian.
Kita beri mkan dunia.
Kami olah tanahnya, bapak jual hasilnya.
Bapak kirim pupuknya, kami menaburkannya.
Agar lapangan kerja tumbuh,
agar TKI kita kembali dari perantauannya.
dst……dst……
Salam hangat, Pak JK!

27 November 2009 09:00
0

terima kasih pak JK

27 November 2009 09:19
0

Bang Jusuf… saya pikir anda HARUS bersiap-siap apabila terjadi perubahan situasi politik di negeri ini… anda harus SIAP untuk menjadi PRESIDEN RI… semoga bang….

27 November 2009 09:58
0

Ayo pak, pulang … Lebih cepat lebih baik …..

27 November 2009 10:09
0

Saya Teringat dengan pelajaran kimia “Like disolve like” dan pelajaran agama “jiwa ini bagai tentara, jika saling mengenal (seirama) maka akan salang bekerja sama, jika tidak maka akan seperti menjadi musuh (Hadist)”, Penduduk indonesia ini memang sebagian besar memiliki intelektualitas, intelegensi, capabilitas yang sedang-sedang saja, oleh karena itu tidak akan lama atau bahkan tidak akan pula dipimpin oleh orang-orang yang memiliki intelegensi, intelektualitas dan capabilitas yang superior atau setidaknya di atas yang sedang-sedang saja…..

27 November 2009 11:27
0

Seperti lagu Slank: “Kamu harus cepat pulang…Jangan terlambat samapai kerumah…” Cepat pulang Pak…Rumah Indonesia perlu Bapak…

27 November 2009 11:34
0

Pak JK instruksi gas spy tdk diekspor keliatannya dianulir pd pmrthn skrg pdhl pembangkit Muara Karang-Jkt ndongkrok krn supply gas nya gak ada. Anyhow selamat Idul Adha 1430H…

27 November 2009 12:44
0

ganti judul?

27 November 2009 13:08
1

pak JK, kita rindu dengan bapak dengan keputusan yang sigap, gesit dan tegas. Mungkin bapak sekaranmg buka forum saja yang lebih luas, misalnya mengisi di suatu kolom dan memberikan pendapat atas berbagai masalah bangsa sekarang ini. Kita ingin penjelasan yang jelas dan solusi yang tegas, yang sampai hari ini belum keluar baik dari pak Presiden dan pak wakil Presidennya. pak Presiden masih bicaranya normatif seakan-akan tidak ada masalah. Sekarang kita butuh pernyataan seperti pak JK dulu, tangkap robert tantular, atau berhentikan menkeu dan wapres untuk penyelidikan kasus bank century. saya yakin bu menkeu dan pak wapres Boediono tidak salah namun perlu kejernihan sekarang ini untuk penyeldikan. hanya pak Jk yang berani keluarkan keputusan yang tegas dan jelas ini.

27 November 2009 14:55
0

“Bagaimanapun KEPRES, KEPMEN, PP, dan sejumlah aturan lainnya bisa dirubah kalau merasa mengganggu jalannya pembangunan. Toh dia cuman buatan manusia. Yang tidak bisa diubah adalah hukum Tuhan yang tertuang dalam kitab suci.”

Setuju pak!!!

27 November 2009 17:07
0

jadi inget buku ‘reinventing government’, which raises question, knapa si birokrat kita sungkan untuk investasi hny karena nilai awalnya besar? padahal stlh bbrp tahun udah bisa BEP? atau kalau investasi bukan ke sesuatu yg profitable d masa depan?,,, eg: subsidi listrik dialihkan ke pembangkit listrik, subsidi bbm sebagian dialihkan ke pmbangunan pengilangan minyak jadi, BLT dialihkan ke pendidikan anak2 cerdas kurang mampu, export bahan mentah dikurangi dgn bikin pabrik2 yg strategis..dst.

27 November 2009 17:08
0

Salut buat pak JK. Bukti sumbangsih kepada Indonesia meski sudah tidak berada dalam pemerintahan.

27 November 2009 18:48
0

Baca tulisan ini seperti berbuka puasa ya rasanya… Nikmaaat…
Salam..

27 November 2009 18:49
0

PEMERINTAH bukan PENGHIMBAU , kalo gitu ganti saja , PLN = PERUSAHAAN LILIN NASIONAL (sesuai kenyataan)

27 November 2009 19:49
0

jangan terlalu lama liburannya pak..kondisi dah semakin paran di NEGERI ini…!!! ngak malu bapak kalau di tanya tentang bangsa kita oleh teman2 bapak yang ada di LUAR LEGERI…udah lah bapak…awal Desember kembali ACTION…bukan kah bapak selalu bilang….LEBIH CEPAT LEBIH BAIK…buktikan pak…!!! SHOW TIME…

27 November 2009 21:52
0

Dahsyat pak JK … tulisan yang begitu jujur …

27 November 2009 21:56
0

Salam pak !
Sy salah satu pengagum berat Bapak !

27 November 2009 22:57
1

aku mau pasang foto pak JK supaya PLN gak brani matikan listrik di rumahku!

27 November 2009 23:29
0

Pak energi apa yg paling cocok , agar lampu tidak sering mati dan harga jual listrik tidak terlalu membebankan rakyat. Agar nantinya ke depan tidak lagi menjadi beban baik bagi rakyat maupun negara.

28 November 2009 01:00
0

Memberi KRITIKAN yang disertai dengan SOLUSI bukanlah pekerjaan mudah.
Terima kasih Pak JK sudah berbagi ilmu, saya menantikan tulisan-tulisan membangun lainnya.

28 November 2009 02:10
0

Melihat negara hari ini, sebagai rakyat kecil, saya cuma bisa katakan: BINGUNG

O N
28 November 2009 06:51
1

Yang jelas pemimpin yang bisa memutuskan cepat, tepat dan pro rakyat jauh lebih baik dari yang lamban, ngawur dan anak asuhan asing.

Seharusnya dengan kriteria di atas rakyat Indonesia musti menjaga dengan seksama pelaksanaan PEMILU kemaren agar tidak salah pilih. Kenyataan sekarang kan?. Bagi yang tidak memilih Pak JK kemarin saya sampaikan–> kalian sembrono memilih!! Kasihan nasib Indonesia kembali berada di ketiak komprador asing.

Mungkin 30 tahun silam Indonesia tingkat ketergantungan Indonesia terhadap luar tinggi, tapi sekarang InsyaaLlah SDM dan cadangan devisa kita mampu untuk lebih mandiri dan pro rakyat.

Kepada Pak SBY–> Lebih baik legowo dan mengakui bahwa pemimpin yang hanya bermodalkan disiplin militer dan kharisma saja tanpa memiliki kemampuan manajemen dan konsep kemandirian bangsa akan gagal membawa perubahan untuk Indonesia yang lebih cepat dan lebih baik.

Pokoknya idealisme dan konsep-konsep kemandirian bangsa yang diusung Pak JK harus didukung oleh segenap rakyat Indonesia. Boleh jadi Pak JK memang ditakdirkan untuk tidak menjadi RI-1 walau sebetulnya menurut instink saya beliaulah yang paling layak untuk saat ini. Namun sudah seyogyanya konsep-konsep beliau ini ditransfer ke generasi (CAPRES) selanjutnya.

Memang kita sudah kecolongan di PEMILU 2009!! Nasib barangkali..

28 November 2009 13:19
0

negara ini butuh sosok kepemimpnana seperti bapak..!!
kita buat negara aja pak…bapak yg mimpin…heheh

28 November 2009 20:40
0

semoga pak jk panjang umur ,sehat selalu,sehingga memberi berkah pada bangasa indonesia

29 November 2009 03:41
0

nah ini die nih … negaliat kebakaran langsung ngambil aer buat nyiram … he … alias tau permasalahannya tau solusinya .. thanx ya Pak ….

29 November 2009 09:10
0

Inikah yang sebenarnya akan terjadi di tahun 2012? Kiamat dakam pengertian bahwa listrik akan kekurangan pasokan dan malah lebih mengerikan cadangan minyak sudah menipis.
Dunia kembali gelap gulita. Zaman kembali menuju era kekelaman.
salam kenal, pak.

29 November 2009 11:51
0

salut buat jk, klo sby yg ngeblog, bgmn reaksi kompasianer ya?

29 November 2009 13:08
0

Salam pak JK. Jangan keburu nafsu, terlalu cepat mengambil keputusan, dan salah jalur, maka hancurlah dunia, cepat atau lambat. Bukankah selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa? Malah, bagi seorang sastrawan, mati lampu justru jadi ilham buat tulisannya. “Aku telah kehilangan pemandangan indah di langit sana. Kerlap-kerlip bintang tak bisa lagi kusaksikan dikaburkan oleh sinar lampu bohlam yang mencorong.” Mungkin salah satunya begitu pak! Jadi, kalau memang di rumah mati lampu, saya pasrah saja. “Lebih baik nyalain lilin, daripada mencerca kegelapan,” begitu saran sohib saya. Semoga kita tetap kreatif dan benar membangun negeri. Salam …

29 November 2009 13:39
0

Saya pernah Jalan-jalan ke Desa Curug Muncar Pak, di Pekalongan, Kata Penduduk sana kalo listerik dari PLN mati di desa tersebut listeriknya tetep Nyala Pak…

Kenapa bisa seperti itu, di sana sudah terpasang Dua Turbin pembangkit Listrik tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang di offgridkan dengan PLN (ga disambungkan dengan jalur PLN) jadi biarpun listerik dari PLN mati maka listerik disitu tetep nyala

jadi seperti jalan raya, bisa dibuat listerik alternatif Pak…dukung pak…

29 November 2009 13:55
0

quote :
Nah inilah yang tidak dipahami oleh beberapa Menteri, terutama menteri perekonomian. Dengan alasan bahwa crash program itu tidak ada dasar hukumnya. Inilah sulitnya untuk mengurus sesuatu di Indonesia kita harus terjebak dalam Hutan Rimba aturan. Dan parahnya mereka para birokrat mereka lebih memilih taat pada aturan dibanding harus merubah aturan tersebut untuk kesejahteraan bangsa. Bagaimanapun KEPRES, KEPMEN, PP, dan sejumlah aturan lainnya bisa dirubah kalau merasa mengganggu jalannya pembangunan.

Pak JK,

mantan Gubernur BI pak Boediono di tuduh berusaha menyelematkan bank century dgn cara yg tidak wajar yaitu dgn merubah Peraturan Bank Indonesia… dan seluruh Indonesia di buat geger karena nya, demikian juga pak Rudjito di tuduh merubah UU LPS supaya bisa mengucurkan dana ke bank century.. sedangkan mereka tidak pernah ketahuan sedikit pun pernah mendapatkan keuntungan pribadi dari penyelamatan bank Century atau pun pengucuran dana nya.

Sedangkan bapak bisa merubah peraturan dan UU negara supaya crash program pembangkit listrik bisa di jalankan dgn segera padahal perusahaan bapak & perusahaan kerabat bapak sudah ketahuan jelas mendapatkan keuntungan dari crash program ini, tapi bapak tidak pernah sedikit pun di curigai telah merubah UU & peraturan utk tujuan yg tidak wajar.. bagaimana pak cara tipu muslihat nya sehingga hal ini bisa terlaksana..? mungkin harus di ajarkan kepada pak Boediono agar bisa melakukan hal yg sama… kan kasihan tinggal nya di Mampang melulu dan kantor nya tidak ada apa2 nya di banding dgn Kalla Tower.

terima kasih pak…

29 November 2009 | 14:18
0

haloo, pak felix ini kok profile-nya ga jelas ya?

salam kenal,

29 November 2009 | 14:18
0

haloo, pak felix ini kok profile-nya ga jelas ya?

salam kenal,

29 November 2009 | 14:59
0

Eh ada Felix=Delta=Koswara=Bang Bonar …. Jangan didengerin dia pak JK … rada gelo orangnya …. hehehehehe ……

29 November 2009 | 21:31
2

Bung felix dari nama anda, sepertinya anda paling paham masalah hukum. Dan seharusnya anda paham bahwa tidak ada yang namanya KEPWARES, jadi dalam hal membuat aturan menteri lebih berkuasa daripada saya..karena dia bisa membuat KEPMEN, dan aturan-aturan lainnya. Masalah perusahaan saya, dia lebih banyak bergerak pada bisnis yang hubungan langsung dengan masyarakat, tidak ada hubungannya dengan proyek pemerintah. kalaupun itu ada, itu proyek pemerintah India, dan dikerjakan di India sana.
sekarang saya tanya kepada anda, apakah wajar kalau negara yang kaya akan energi ini selalu mati lampu karena kekuarangan energi ? dan saya harus katakan kepada anda, untuk mengurus crash program itu saya harus 4 kali bolak balik ke cina, dan sebagian besar ongkos perjalanan itu saya biayai sendiri.
Kalau masalah harta, wajar kalau bisnis saya menggurita, karena saya sudah mulai menjadi pengusaha semenjak 50 tahun yang lalu. terima kasih…

29 November 2009 | 21:49
0

Pak JK, daripada kita ngomel-ngomel terus soal listrik, gimana kalo kita langsung bahas saja penyedia listrik alternatif selain PLN. Seperti yang ditulis pak Dudy di atas, kalau di desa-desa bisa dikembangkan listrik alternatif dengan menggunakan pembangkit tenaga air apakah di kota besar bisa di aplikasikan pembangkit kecil untuk perumahan? Dengan tenaga surya barangkali?
Terimakasih, salam…

30 November 2009 | 00:09
0

Terima kasih pak JK atas tanggapan nya, membuat masalh nya maskin jelas bagi saya, btw saya bukan felix yg itu lho…
saya tidak mempermasalahkan status bapak yg sebagai pengusaha.. wajar saja kok.. cuma yg saya khawatirkan adalah mengapa ada ketimpangan yg terjadi atas perlakuan individual di negeri ini ? bapak dgn terus terang nya menyatakan bahwa peraturan & UU itu boleh dan bahkan harus di rubah demi kebaikan negara dan mendesak para mentri utk melakukan hal tersebut (karena bapak tidak bisa membuat peraturan secara langsung). dan bapak tidak pernah mendapat masalah dgn hal tersebut malah banyak yg memuji bapak karena pendapat tersebut. Sampai sejauh ini semua baik.
Tapi masalah nya sekarang pak Boediono bekas anak buah bapak menghadapi masalah justru karena melakukan hal yg bapak saran kan yaitu merubah UU & peraturan utk suatu maksud yg baik. pak Boediono berpendapat tentang nasib perekonomian Indonesia seperti juga bapak berpendapat tentang kebutuhan listrik negara ini, bahwa negara ini akan mengalami krisis jika salah satu bank yg medium ke bawah itu tidak di tolong kalau mereka mengalami kesulitan likuiditas dan terancam bangkrut, karena akan berdampak sistemik terhadap bank2 yg lainnya karena keadaan kondisi ekonomi indonesia & global pada saat itu. saya sendiri berpendapat bahwa pendapat bapak tentang krisis listrik dan pendapat pak Boediono tentang krisis ekonomi sama2 benar nya. dan karena nya perubahan peraturan & UU baik di listrik dan di ekonomi sama2 di perlukan.
tapi yg kemudian menjadi masalah adalah pak JK di puji2, pak Boediono di caci maki dan di tuduh kanan kiri…
padahal kalau menurut akal sehat bapak “lebih ” di untungkan secara pribadi dari perubahan UU & peraturan tersebut. Ini saya mau konfirmasi dulu yah pak.. bahwa perusahaan2 Bosowa, Intim & Bukaka mendapat kan kontrak dari crash program tersebut.. saya tidak mau fitnah, jadi saya hanya minta konfirmasi bapak atas apa yg saya baca di surat kabar & internet.
Nah kalau benar, bukan kah.. secara akal sehat..bapak yg harus nya “lebih di curigai” ?
Tapi ini justru pak Boediono yg tidak pernah ketahuan menerima uang dari mana2, at least saya tidak pernah lihat di media mana pun bahwa pak Boediono mendapat uang secara ilegal, tapi malah dia yg lebih di sorot dan lebih di curigai…

Apakah bapak bisa menjelaskan fenomena ketimpanagn ini dan mungkin bisa memberikan saran2 kepada pak Boediono supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi kepada nya.

terima kasih…

30 November 2009 | 00:17
0

bung felix, yth.
Pak Boediono tinggal di mampang (konotasinya gimana gitu) tapi kekayaannya jauh melebihi rata2 penduduk Indonesia lho, 25 Milyar Rupiah lho…..
Salam

30 November 2009 | 00:25
1

bocahndeso, masalah kekayaan pak JK & pak Boediono nga penting lah cuma intermezzo saja.. tapi memang kan kekayaan pak Boediono di banding dgn pak JK kalah jauh lah.. masa sih pak JK tidak kasihan dgn bekas anak buah nya.. sudah “relatif” miskin utk seorang wapres (cawapres2 lain di pilpres 2009 jauh lebih kaya dari pak Boediono) masih harus di caci maki padahal dia melakukan hal yg justru di sarankan pak JK, mungkin pak JK bisa membagi trick bagaimana cara menghindari hal tersebut terjadi pada diri nya. What did pak Boediono do wrong that pak JK did right..?

30 November 2009 | 00:28
0

Iyalah, wajar jika kalah jauh, sebab yg satu pengusaha sedangkan yg satunya PNS.
Rasanya seorg PNS dg kekayaan sebesar 25 Milyar Rupiah itu bukanlah kategori miskin.

30 November 2009 | 00:30
1

pak boediono setahu saya pernah jadi dosen di Australia…

30 November 2009 | 00:33
0

Oh gitu, berapa tahun tuh disana ?, tapi beliau itu seorg PNS khan ?.

30 November 2009 | 00:36
1

kalau tidak salah di tahun 1970 an setelah beliau menyelesaikan S2 nya dan sebelum mendapat bea siswa ke Wharton… berapa lama saya tidak tahu..

30 November 2009 | 00:39
0

Oh gitu, apa hubungan antara pernah jadi dosen di Australia itu dg kekayaan seorg PNS yg sebesar 25 Milyar Rupiah ?. Bisa dijelaskan ?.

30 November 2009 | 00:43
1

kalau anda menganggap kekayaan pak Boediono adalah karena korupsi dan punya bukti silahkan saja lapor ke KPK. BPK toh sudah memeriksa semua calon kandidat preseiden dan wakil presiden… dan apakah seorang jendral abri yg pernah jadi wapres nya pak JK punya kekayaan 75 miliar menurut anda wajar ?

30 November 2009 | 00:46
0

Lho saya tidak nuduh, malahan tanya, kok malah tidak dijelaskan itu gimana sih ?.

30 November 2009 | 00:51
0

lah mana saya tahu… tanya saja sama pak Boediono & Ibu Hera, kalau tidak percaya juga tanya saja pada BPK yg meng audit kekayaan pak Boediono ? menuurt saya sih wajar saja seorang yg sudah berumur begitu, hartanya berlipat, bisa dari saham, bisa dari tanah, bisa dari investasi dll. Kalau pintar mengelola, tidak boros dan sudah berkeja selama 30 tahun lebih dgn posisi yg tidak rendah sama sekali, yah wajar sekali punya uang segitu. Apalagi sekolah nya semua hasil bea siswa.

eva
30 November 2009 | 01:21
0

orang kayak felix dilayani, dia mah ora waras tuh, penginnya dia aja yg benar

hidup felix, hahahahh…

30 November 2009 | 14:37
0

felix…g wajar jika dosen ataupun pns punya 25 M

30 November 2009 | 15:29
0

tanya pak JK apa wajar seorng pensiunan jendral abri punya 75 M ?

30 November 2009 | 19:35
0

Felix=delta=koswara …… kok begitu ajah balasan sama Pak JK ….. belum apa2 sudah TKO …. Pak JK memang hebat euy ……

29 November 2009 15:10
0

wakakak…felix seru deh….kasihan bgt kamu

30 November 2009 14:23
0

Ass..pak JK,
sy pernah bekerja di PT.Poso Energy yg bergerak dibidang hydro power / PLTA ( tanpa sy jelaskan pasti bpk jg sdh tahu ) potensi airnya sangat bagus tp sayang proyek PLTA Poso nya tidak berjln mulus, progresnya tidak signifikan bahkan setahu sy dulu sempat mengalami stagnasi atau bahkan regresi…., tolong pak turun tangan agar listrik ramah lingkungan ini bisa cepat dinikmati..jutaan orng menunggu hasil karya anak bangsa ini,
salam…anggun nur, mks

2 Desember 2009 | 15:19
0

Insya Allah kalau tidak ada halangan bulan Desember tahun ini saya akan berkunjung ke sana…

yoe
3 Desember 2009 | 07:45
0

Pak JK Yth,
Saya turut bahagia mempunyai negarawan seperti bapak… :)
Bermanfaat kepada orang banyak, pahalanya banyak, dan mungkin tidak lewat politik, atau harus menjadi tokoh politik-kita bisa berbagi dengan orang banyak… :)
Semoga Pak JK sehat selalu….

Salam selalu, :)

30 November 2009 16:36
0

Pak JK,
Bagi saya pak JK adalah wapres yang inovatif dan membuktikan bahwa jabatan wapres bukan ban serep. Kalo wapres cuma sekedar mewakili presiden kalo presiden berhalangan, duduk manis dan adem ayem saja ngapain ada wapres di negri ini. Bravo buat pak JK, mudah-mudahan bapak di beri kesehatan lahir dan batin, negri ini masih membutuhkan orang yang tegas seperti bapak bukan orang yang adem ayem ataupun orang yang lambat berpikir dan bertindak.

30 November 2009 17:23
0

Salam Hormat saya kepada Pak JK,
Sebuah ulasan yang bagus dari Pak JK dalam menyikapi krisis listrik di negeri ini. Oh ya Pak JK, saya pribadi selalu mengkaji secara primordial ttg talenta para pemimpin bangsa ini, termasuk Pak JK sendiri. Ternyata, diantara para pemimpin bangsa ini, tidak semua bisa memahami serta memiliki sebuah kecerdasan spiritual disamping kecerdasan emosional dan intelektual mereka, termasuk para manusia-manusia Indonesia umumnya dan pemimpin bangsa ini khususnya. Hemat saya, terjadinya keterpurukan dalam negeri ini, adalah salah satunya disebabkan oleh rendahnya/dangkalnya pemahaman spirirtual yang dimiliki para pemimpin bangsa ini. Maaf Pak JK, bukan saya membela anda, bukan itu, tetapi saya melihat ada sebuah potensi-pontensi dari titik-titik sebuah tuntunan yang ada dalam diri pribadi atau yang Pak JK miliki dalam hal ini, taruhlah pengenalan diri manusia itu sendiri kepada Tuhannya. Meslipun bagi saya ini adalah sesuatu yang sangat pribadi, tetapi jika para pemimpin di negeri ini terlalu jauh mengambil sebuah keputusan dan kebijakan dan serta merta tidak melibatkan Tuhan dalam keputusan itu, maka lihatlah apa yang terjadi malah kehancuran bangsa. Cita-cita bangsa yang telah lama menjadi sebuah “main stream” menjadi sulit tercapai dikarenakan indikator manusia yang diamanahkan tadi sebagai pemimpin tidak memiliki dan tidak memahami “ilmu rasa”, yang barangkali mereka hanya bisa berpikir bahwa semua itu bisa terselaikan secara pargmatis. Jadi sekali Pak JK, dengan segala hormat saya, letak sulitnya ketika seseorang diamanahkan sebagai pemimpin bangsa tetapi tidak memahami yang mana sebuah keputusan intelektual dan emosional dan dikolaborasikan dengan komitmen spiritual tadi. Hanya itu Pak JK, ketika kita bisa berpikir jernih, maka keputusan yang diambil demi kemaslahatan negeri ini akan dapat rahmat dan ridho dari Allah SWA. Saya juga pernah menulis tentang Pak JK di kompasiana ini, dengan judul ” Pak JK, Kekahalahnmu Adalah Kemenangan Bagimu”, tapi tak sedikit yang paham dengan ulasan tersebut, padahal tulisan tersebut adalah sebuah tinjauan spirtual bahwa ada hikmah terbesar Pak JK tidak bisa mennga dari Pilpres kemarin, dan orang-orang selalu melihat hanya dari tinjuan emosioanal dan intelektual, bukan dari kacamata spiritual atau kacamata Allah SWT.

Pak JK, saya sempat menjadi tim sukses bapak dan bergabung di tim garuda kemarin sebagai tim pencitraan dari Kompasiana ini, saya hanya bisa mengamati bahwa ketika para pemimpin di negara manapun serta merta tidak mendapat ridho dari Allah SWT, maka yang terjadi hanyalah pemimpin yang buta, namun kebutaan itu bukan karena kesengajaan, namun karena mereka tidak tertuntun dengan demikian mereka tidak memahami apa yang akan terjadi ke depan. Tetapi saya sebagai anak bangsa, sepatutnya tetap mendoakan dengan tulus dan penuh ikhlas agar pemimpin bangsa ini diberikan hidayah dan petunjuk, bukan hanya sebagai slogan hidayah dan petunjuk itu, tetapi lebih dari itu merupakan aktualisasi energi buat pemimpin negeri ini untuk selalu kembali merenung dan bertakarruf (iktkaf) agar semua permasahan bangsa yang terjadi saat ini bisa terselesaikan demi NKRI tercinta. Sekian dulu Pak JK, tanggapan saya sudah sangat panjang, doa saya buat Pak JK sekeluarga selalu menyertai.

Salam homat saya,

30 November 2009 17:47
0

pak JK mmg pengusaha yg cukup bijak. perbedaan mindset cukup direspon secukupnya. ndes njenengan prl blajar mendengar & menanggapi perbedaan tsb

2 Desember 2009 10:12
0

Dear Pak Jeka Yth:
Menyenangkan bisa membaca kembali tulisan Bapak. Dilihat dari yang kasih komentar sepertinya beraneka ragam suku nich Pak. Kalo saya sama dengan Ibu kampungnya Pak hehhee.
Saya sedari awal sangat mengagumi Bapak terutama dalam mengambil keputusan. Emang kadang keputusan yang Bapak ambil kadang buat sebagian orang tidak menyetujui (krn hanya melihat secara pendek dan bukan tersirat), yg akhirnya keputusan2 tersebut ternyata pd akhirnya bermanfaat. Contohnya ya ini Pak ttg krisis listrik. Dimana pd saat kampanye Bpk dgn lugas membuka gimana proses perdebatan untuk menggolkan suatu keputusan yg pro rakyat. Saya sangat miris mendengar ketika Bpk, mengajukan permintaan budget untuk pembangunan 10000 MW yg notabene waktu itu Boediono dan Sri Mulyani keberatan, dan dalam waktu yg hampir bersamaan mereka minta persetujuan Pak Kalla untuk menyetujui talangan ke Bank Century yg mana menyebabkan Bpk marah besar ke mereka dengan berucap “listrik untuk rakyat aja kalian gak bantu, yg untuk perampok aja kalian bantu’ Nah disinilah menurut saya letak Kejujuran seorg JK untuk memperjuangkan kepentingan rakyatnya. Sekalin ini jg tanggapan ke Sdr. Felix. Sdr. Felix bs melihat lbh rasional dan waras utk permasalahan ini.
Pak JK semoga dlm kompasiana ini tulisan2 Bpk selalu bs dituangkan minimal 1x seminggu, karena kita rindu dengan pandangan lugas, tepat dan tegas. Karen pemimpin sekarang ini boleh dibilang legitimasinya sudah luruh dimata rakyat, banyak rakyat yg td milih mereka pd kecewa dan akhirnya nama Kalla yang selalu terhembus. Dengan hal ini semoga Bapak selalu berbuat positif untuk negeri tercinta ini. Jangan ragu untuk LANTANG, TERBUKA, TEGAS untuk membuka KEBENARAN pak, karena rakyat ini perlu dididik untuk itu.
Semoga Pak JK dan keluarga selalu sehat dan dilindungi Allah SWT. Amien

2 Desember 2009 13:34
0

Benar sekali Pak. Kemarin waktu Bapak sedang di Eropa, teman saya hampir tiap hari mengeluh karena listrik padam. tetapi akhir-akhir ini mereka tidak pernah mengeluh lagi

2 Desember 2009 13:35
0

Pak JK memang hebat!
We miss you, Pak.. T_T

2 Desember 2009 15:29
0

Saya sangat mengharapkan perbaikan terjadi dinegeri ini, tetapi saya apatis dengan pemimpin negeri ini saat ini untuk bisa membawa negeri ini lebih maju dan lebih bermartabat.
Kami merindukan pemimpin yang tegas, cepat dan mengerti akan apa strategi dan taktis untuk kemajuan negeri ini.
Apakah kita harus menunggu 5,10,15,…, tahun lagi?????????

11 Desember 2009 | 17:28
0

wah rupanya rakyat kecanduan prestasi bagus yg telah di toreh presiden dan wapres lalu ya…

Siswa Indonesia selalu juara di lomba science tingkat dunia…
Uni indonesia masuk peringkat papan menengah uni tingkat dunia…
Gedung2 tinggi sudah ada di mana2
Saking cepatnya pertumbuhan ekonomi, listrik byar pet terus…

Itulah kenapa ekspektasi rakyat naik terhadap pemerintah utk melakukan yg lebih baik lagi…

3 Desember 2009 18:45
0

pak JK,saya sempat memilih anda sebagai capres pada pemilu presiden kemarin,iya saya kagum pada jiwa entrepreneurship bapak,dan kecepatan dan ketepatan bapak dalam bertindak menangani masalah dan persoalan negara Indonesia ini.Jadi duet bapak dahulu dengan pak SBY bisa mengimbangi keterlaluhati-hatian SBY mengambil keputusan yang akhirnya persoalannya malah jadi berlarut-larut dan tidak ada penyelesaian secepatnya.

Semoga pak JK berkenan memimpin bangsa ini pada pemilihan capres 5 tahun mendatang
saya sangat sedih sewaktu bangsa ini menjadi carut marut dan tidak ada karakter pemimpin yang tegas seperti bapak.
T_T

16 Desember 2009 02:25
0

aku rindu padamu pak ^^

23 Desember 2009 21:02
0

Semangatmu, semoga mengalir pada generasi bangsa ini, selamat terus berjuang untuk bangsa…

13 Januari 2010 13:56
0

Memang Indonesia kaya akan energi, tetapi tidak ada teknologi yang mendukung untuk mengeksplorasi lebih jauh sumber2 energi tersebut. Sehingga masih ada kasus krisis energi. Sedikit tambahan dari saya.
Terimakasih, salam hormat untuk bapak.

31 Januari 2010 21:52
0

pak @JK, saya copas tulisan bapak diatas ” Padahal yang namanya pemerintah dia memang harus memerintah, bukan menghimbau. Kalau hanya sekedar menghimbau maka ganti saja namanya, bukan lagi PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA tapi menjadi PENGHIMBAU REPUBLIK INDONESIA ”

@della lagi tersenyum2 nich pak. pertanyaan saya ?

- kalau himbauan itu merupakan realisasi dari agenda kerja kabinet gimana pak ! kan juga masuk perintah.

menanggapai persoalan listrik yg sering padam/mati. gimana pak dengan ” pembangkit listrik dengan menggunakan sistim mikrohidro ! ”
yang bisa kita terapkan didaerah2. disamping penggunaan daya alam juga sedikit murah utk kocek pembayaran listrik rakyat ekonomi menengah dan bawah. sepertinya sdh dipraktekkan oleh beberapa desa. salah satunya desa Situbondo

saya juga setuju dengan pendpt pak @JK, bahwa akibat global modernisasi tekhnologi maka kebutuhan kita juga naik terutama pada listrik.
setuju sekali dgn ide pengganti candangan PLTD.
jadi listrik gak perlu kebyar-kebyar alias mati hidup.

artikel yg sangat menarik dr pak @JK nich, thumb - up dech.

5 Maret 2010 09:48
0

@YTH Bapak Jusuf Kalla
Kebijakan bapak memang memberikan variasi dalam pengambilan keputusan pemerintah yang terkenal birokratis dan bertele-tele. memang dibutuhkan orang-orang seperti bapak yang berfikir out of the box. agar kebijakan bisa berjalan dengan cepat.

tapi menurut saya cepat tidak selalu baik pak. analisa komprehensif memang cenderung bertele-tele dan memakan banyak waktu. tapi juga meminimalkan resiko. untuk kebijakan konversi minyak ke gas, tindakan bapak memang sangat bagus. melihat birokrasi pertamina dan kementerian ESDM yang sudah sangat parah itu.

Sayangnya untuk proyek 10000 MW saya kurang setuju pak. Dari aspek gagasan proyek sebagai problem solving mengatasi krisis listrik baik. tapi dengan menjamin penuh hutang PLN itu yang menurut saya kurang arif. kalau dilihat Laporan PLN yang selalu rugi, maka resiko gagal bayar PLN hampir 100%. artinya utang dari PLN itu akan ditanggung oleh pemerintah. Dalam arti rakyat yang harus membayarnya pak. dan itu yang tidak banyak diketahui oleh rakyat.

mungkin itu sedikit pendapat dari saya pak.

10 Maret 2010 07:46
0

yang Jelas pak JK adalah wapres berani, Hidup pak JK wapres Uhuuy!!!

Tulis Tanggapan Anda
Guest User
Search:
IB: Dengan sistem bagi hasil, tabungan denga...
Ajari Aku Berbisnis Syariah
Oleh Syamsun Naha...
Elemen plastik ponsel bisa dilebur menjadi bahan pembuatan berbagai produk berbahan plastik.

Luangkan Waktu Libur untuk Tanah
Apa yang Anda lakukan di hari libur, khususnya Sabtu dan Minggu?
Copyright 2008 - 2009