Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia

Asosiasi Petani kelapa sawit adalah suatu badan yang memperjuangkan kesejahteraan para petani sawit Indonesia

KPKNL Jakarta 1 diduga Lakukan Pengelapan Lelang Aset Benua Indah

REP | 20 February 2011 | 17:50 Dibaca: 389   Komentar: 0   0

Bau tak sedap tercium dalam kasus lelang asset Benua Indah Group oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara (KPKNL) Jakarta I. Ada kesan yang sangat kuat bahwa lelang tersebut dipaksakan dengan menabrak aturan-aturan hukum yang ada serta prosedur lelang yang berlaku pada UU mengenai lelang oleh Panitia Urusan Piutang Negara

Yang paling menonjol adalah pelanggaran prosedur lelang yang dilakukan oleh KPKNL Jakarta I . Sebagaimana diketahui putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung telah merevisi hutang Benua Indah Group dari Rp 480 Milliar menjadi Rp 247 Milliar.

Revisi jumlah hutang tersebut membawa konsekwensi tidak berlakunya Pernyataan Bersama (PB) yang sudah ditanda-tangani oleh Benua Indah Group dan KPKNL Jakarta I karena dalam PB tersebut hutang yang tercatat adalah Rp 480 Milliar dan bukanlah Rp 247 Milliar.

Kesimpulannya proses pengurusan kredit Benua Indah harus diulang dari tahapan pembuatan PB dan belum sampai pada putusan pelaksanaan lelang. Masih banyak tahapan yang harus ditempuh oleh KPKNL Jakarta I untuk sampai pada pelaksanaan lelang mulai dari penetapan jumlah piutang negara, peneribtan surat paksa dan sita.

Anehnya KPKNL Jakarta I mengabaikan prosedur pengurusan kredit tersebut dan langsung melakukan bypass dengan melakukan lelang.

Pelangagran prosedur yang lain adalah tidak adanya surat pemberitahuan rencana lelang yang dikirimkan KPKNL Jakarta I kepada Benua Indah Group. Padahal pemberitahuan tersebut diwajibkan oleh Pasal 244 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 128/PMK.07/2007.

Patut dipertanyakan mengapa KPKNL Jakarta I begitu berani menabrak peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ada khabar  miring yang menyebutkan sudah adanya investor yang berada di belakang KPKNL Jakarta I.

Dilanggarnya peraturan lelang oleh KPKNL Jakarta I tersebut sungguh sangat memperihatinkan karena akan menimbulkan kekacauan dan ketidak-pastian hukum.

Tidak itu saja jika lelang yang rencana dilakukan oleh KPKNL Jakarta 1 terhadap asset PT Benua Indah pada tanggal 21 februari tetap dipaksakan maka pejabat KPKNl dan Bank Mandiri serta pembeli asset lelangnya bisa dijerat dengan pasal 372 KUHPidana yang berbunyi sebagai berikut :”Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.”

Pasal ini bisa dikenakan karena penjualan lelang yang dilakukan KPKNL bisa dianggap suatu pengelapan terhadap aset Benua Indah .

Oleh sebab itu KPKNL harus menunda lelang aset PT Benua Indah dan harus memulai lagi dari awal dengan menerbit pernyataan bersama (PB) baru  agar object lelang yang di jual oleh KPKNL sesuai dengan hukum dan prosedur yang berlaku.

Pengirim Berita
Direktur Eksekutive LPHPP (Malvin Baringbing, SH.)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Guru: Kunjungan SMA Darul Ulum 2, …

Ony Jamhari | | 29 November 2014 | 07:51

Justru Boy Sadikin-lah yang Pertama Kali …

Daniel H.t. | | 29 November 2014 | 00:12

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saatnya Regenerasi, Semoga PSSI Tak Lagi …

Rizal Marajo | | 28 November 2014 | 23:28

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08


TRENDING ARTICLES

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 5 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 11 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 12 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Sosial: Bantuan Kepada Bocah Penderita …

Liana Citra | 9 jam lalu

Langsing dan Sehat dengan Lemon dan Bawang …

Fidiawati | 9 jam lalu

Mungkinkah Hubungan dengan Tuhan Dianggap …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Dendam Seorang Haji …

Didik Sedyadi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: