Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Syukri Muhammad Syukri

Orang biasa yang ingin memberi sesuatu yang bermanfaat kepada yang lain…. tinggal di kota kecil Takengon selengkapnya

Jeruk Keprok Gayo, Komoditi Unggulan Nasional

HL | 02 February 2012 | 17:12 Dibaca: 1012   Komentar: 13   5

13282026722101744142

Jeruk keprok Gayo yang siap untuk dipanen.

Komoditi unggulan Kabupaten Aceh Tengah untuk sub sektor tanaman pangan yang sudah diluncurkan sebagai komoditi unggulan nasional adalah Jeruk Keprok Gayo (citrus reticulata/nobilis sp) melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 210/kpts/SR.120/3/2006 tanggal 6 Maret 2006. Kemudian pada tanggal 21 Januari 2008, komoditi Alpukat (persea americana) kembali diluncurkan menjadi komoditi unggulan nasional melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 78/kpts/SR.120/12008 tanggal 21 Januari 2008.

Komoditi Jeruk Keprok Gayo diusahakan diantara dan disela tanaman kopi arabica. Sejak tahun 2004 luas tanaman Jeruk Keprok Gayo sudah mencapai 422 Ha. Produktivitasnya mencapai 8,6 ton/ha/tahun dan potensi lahan untuk pengembangan Jeruk Keprok Gayo masih tersedia seluas 1.307 ha. Sedangkan luas tanam komoditi Alpukat mencapai 129 ha pada tahun 2004, dan kini menjadi 206 ha. Produktivitas tanaman Alpukat sebesar 17,4 ton/ha/tahun dan potensi lahan yang masih tersedia untuk tanaman ini seluas 1.090 ha.

Disamping dua komoditi unggulan tersebut, terdapat sejumlah komoditi unggulan lainnya yang diusahakan secara luas oleh para petani Kabupaten Aceh Tengah. Diantaranya komoditi Kentang (solanum tuberosum) yang luas tanamnya pada tahun 2010 mencapai 140 ha dengan produktivitas 18,1 ton/ha/tahun dan potensi lahan yang masih tersedia sekitar 3.141 ha. Untuk mewujudkan tanaman kentang menjadi komoditi unggulan, kini di Kabupaten Aceh Tengah sudah didirikan Balai Benih Induk (BBI) di Kampung Merah Muyang Kecamatan Atu Lintang yang tujuan utama BBI ini adalah untuk memudahkan petani memperoleh bibit kentang yang murah.

Komoditi cabe (capsicum annum) menjadi salah satu tanaman yang paling sering dibudidayakan petani. Luas tanam komoditi cabe tercatat seluas 944 ha dengan produktivitas 6.2 ha/ton/tahun dan potensi lahan yang masih tersedia mencapai 1.103 ha. Kemudian, tanaman sayuran lain yang banyak dibudidayakan para petani, dan setiap harinya disuplai untuk kebutuhan masyarakat di sejumlah kota di NAD dan Sumatera Utara, adalah kubis, bunga kol, broccoli, buncis, wortel, nenas, marquisa, bawang prey dan lain-lain.

Di era 1980-an, budidaya tanaman sayuran belum begitu berkembang, dan jenis sayurannya terbatas untuk beberapa jenis saja. Penyebabnya, (1) petani lebih fokus kepada tanaman kopi dan padi; (2) kurangnya pengetahuan petani tentang benih, varietas yang cocok dan teknik budidaya masih tradisional/alami. Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh Hadi Thajeb dan Andries Kinsbergen Gubernur Propinsi Antwerpen Belgia pada tanggal 15 September 1984 telah menandatangani perjanjian kerjasama teknik yang salah satu ruang lingkupnya adalah pertanian dan perikanan. Tindak lanjut perjanjian itu, pada tahun 1990-an, di Kabupaten Aceh Tengah didirikan sebuah proyek yang dikenal dengan nama Integrated Horticultural Project (IHP).

IHP membuat kebun penelitian di Pegasing Aceh Tengah yang mencakup: (1) penelitian praktis seperti pengujian varietas, pengujian pemupukan, dan pengujian pengendalian hama penyakit; (2) budidaya tanaman sayuran sepanjang tahun meliputi: kol bunga, broccoli, sawi krop, kubis, kentang, cabe, terong, tomat, wortel, salada, jagung, dan buncis; (3) produksi benih dengan memperbanyak benih non hibrida seperti salada, wortel, buncis, jagung manis dan kol bunga; (4) budidaya secara hidroponik, dan (5) budidaya tanaman sayuran dalam rumah plastik sederhana.

Pola dan model yang dikembangkan oleh IHP, kini telah diadopsi oleh petani di Kabupaten Aceh Tengah. Pola pertanian monokultur yang dilakukan para petani, mulai beralih ke pola pertanian multi kultur, sehingga begitu banyak produk sayuran asal Aceh Tengah yang dijual di pasar-pasar Banda Aceh, Medan, bahkan di Malaysia. Untuk mendukung usaha budidaya sayuran yang dilakukan para petani, di Kabupaten Aceh Tengah telah dibangun 1 (satu) unit cold storage yang fungsinya untuk menjaga kesegaran produk sayur dan buah-buahan.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Makan Ikan Petrus dari Laut Galilea …

Andre Jayaprana | | 23 August 2014 | 00:20

Pihak Jokowi-JK Sudah Tepat Bila Mengadopsi …

Abdul Muis Syam | | 23 August 2014 | 03:40

Mana Gaya Manajemen Konflik Anda? …

Pical Gadi | | 23 August 2014 | 07:51

Goa Kalak Pertapaan Prabu Brawijaya …

Nanang Diyanto | | 23 August 2014 | 02:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: