Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Joko Wenampati

Gak penting banget

Apa? Minim ahli garam Indonesia ?

OPINI | 13 May 2012 | 13:07 Dibaca: 154   Komentar: 17   0

Sangat terkejut saya membaca berita pada berita Kompas online hari ini.
Di sini diberitakan bahwa karena minim pakar garam, Indonesia tidak swasembada garam. Bagaimana bisa itu terjadi? Garam adalah produk pra sejarah. Sekian ribu tahun peradaban manusia, indonesia minim pakar garam. Lantas, apa yang dilakukan oleh orang-orang yang katanya cerdas di perguruan tinggi. Bahkan di media gembar-gembor bangsa yang berbudaya tinggi? Sekian puluh ribu SDM ke luar negeri sekolah tinggi-tinggi tapi tak satupun berguna untuk mengatasi persoalan pangan yang sangat sederhana macam garam?
Saya bahkan bertanya-tanya bagaimana pula dengan persoalan pangan yang lain? palawija, buah-buahan, sayur-sayuran, daging, susu dan lain. Hentikan pengiriman SDM sekolah ke luar negeri, suruh mereka meneliti dalam negeri saja supaya mereka dapat berkarya secara tepat guna.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 8 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 10 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 14 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 16 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: