Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Joko Wenampati

Gak penting banget

Apa? Minim ahli garam Indonesia ?

OPINI | 13 May 2012 | 13:07 Dibaca: 155   Komentar: 17   0

Sangat terkejut saya membaca berita pada berita Kompas online hari ini.
Di sini diberitakan bahwa karena minim pakar garam, Indonesia tidak swasembada garam. Bagaimana bisa itu terjadi? Garam adalah produk pra sejarah. Sekian ribu tahun peradaban manusia, indonesia minim pakar garam. Lantas, apa yang dilakukan oleh orang-orang yang katanya cerdas di perguruan tinggi. Bahkan di media gembar-gembor bangsa yang berbudaya tinggi? Sekian puluh ribu SDM ke luar negeri sekolah tinggi-tinggi tapi tak satupun berguna untuk mengatasi persoalan pangan yang sangat sederhana macam garam?
Saya bahkan bertanya-tanya bagaimana pula dengan persoalan pangan yang lain? palawija, buah-buahan, sayur-sayuran, daging, susu dan lain. Hentikan pengiriman SDM sekolah ke luar negeri, suruh mereka meneliti dalam negeri saja supaya mereka dapat berkarya secara tepat guna.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Simpang-Siur Makna “Politikus” …

Nararya | | 30 July 2014 | 00:56

Di Timor-NTT, Perlu Tiga Hingga Empat Malam …

Blasius Mengkaka | | 30 July 2014 | 07:18

Jalan-jalan di Belakangpadang …

Cucum Suminar | | 30 July 2014 | 12:46

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Materi Debat Prabowo yang Patut Diperhatikan …

Bonne Kaloban | 7 jam lalu

Cabut Kewarganegaraan Aktivis ISIS! …

Sutomo Paguci | 10 jam lalu

Presiden 007 Jokowi Bond dan Menlu Prabowo …

Mercy | 10 jam lalu

Dua Kelompok Besar Pendukung Walikota Risma! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Pemerintahan Ancer-ancer Jokowi-JK Bikin …

Hamid H. Supratman | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: