Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Penyuluh Perikanan Kabupaten Way Kanan

Media Penyuluhan Perikanan.*) *) Dikelola oleh : Penyuluh Perikanan Kab. Way Kanan, Prov. Lampung.

Apa Itu SL-PTT ?

OPINI | 09 August 2012 | 16:28 Dibaca: 696   Komentar: 0   1

SL-PTT (Sekolah Lapang – Pengelolaan Tanaman Terpadu)  merupakan bentuk sekolah yang seluruh proses belajar – mengajarnya dilakukan di lapangan, yang dilaksanakan di lahan petani peserta Sl-PTT dalam upaya peningkatan produksi padi nasional.

Bandingkan pertanaman padi Anda dengan tetangga,

Mana yang lebih baik dan mengapa?

Bila dibandingkan dengan pertanaman padi Anda beberapa tahun yang lalu,

1. Apakah hasil gabah di lahan Anda tetap atau bahkan turun?

2. Apakah hasil gabah sama atau justru lebih rendah daripada hasil gabah tetangga Anda?

Mengapa hal itu terjadi pada pertanaman padi Anda?

>>> Mungkin Anda tidak menerapkan teknologi sesuai anjuran,

sedangkan tetangga Anda menerapkannya, atau

>>> Mungkin Anda telah menerapkan teknologi anjuran, tetapi ada

yang berubah ada pertanaman padi Anda, seperti :

1. Varietas padi yang Anda tanam telah mencapai hasil maksimum/ tidak dapat meningkat lagi produktivitasnya.

2.  Tanah sawah Anda mengalami perubahan atau kurang sehat.

Perhatikan varietas yang Anda tanam.

>>> mungkin sudah saatnya diganti  dengan

varietas padi lainnya.

Apa itu PTT ?

Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) merupakan suatu pendekatan yang akan mengembalikan tingkat hasil panen padi Anda seperti semula atau bahkan meningkatkannya.

Lho, kok bisa Pak ?

>>> karena dengan dilaksanakannya PTT, maka :

· hasil gabah dan kualitas beras Anda meningkat;

· melalui penggunaan teknologi yang tepat untuk lokasi Anda, biaya usahatani padi Anda berkurang, dan

· kesehatan dan kelestarian lingkungan tumbuh padi dan lingkungan kehidupan Anda dan tetangga Anda menjadi terjaga.

Dengan SL-PTT, penggunaan Saprodi (sarana produksi) bisa dihemat dan hasil tetap tinggi.

Ada apa dengan SL-PTT ?

· Petani dapat menentukan atau memilih kombinasi teknologi yang akan digunakan, tergantung pada potensi lahan dan kemampuan petani atau kondisi setempat.

· Kombinasi komponen teknologi yang digunakan pada lokasi tertentu dapat berbeda dengan lokasi lainnya, karena beragamnya kondisi lingkungan pertanaman padi.

· Setiap teknologi atau kombinasi teknologi yang sedang dikembangkan pada suatu lokasi dapat berubah sejalan dengan perkembangan ilmu dan pengalaman petani di lokasi setempat.

Apa aja sih Pak, Teknologi Unggulan Padi Sawah dengan Pendekatan PTT Padi itu ?

Komponen Teknologi Tanam Padi

Rekomendasi Umum

Rekomendasi dengan Pendekatan PTT sesuai Kondisi setempat

1.

Tanam varietas padi unggul.

· Varietas yang sesuai lingkungan setempat;

· Sesuai dengan selera pasar.

2.

Gunakan benih bermutu, bersih, sehat dan bernas (Benih padi berlabel).

· Benih bermutu/ berlabel;

· Rendam dalam larutan garam/ ZA, ambil yang tenggelam.

3.

Olah tanah secara sempurna.

· Pengolahan tanah sempurna, minimal atau tanpa olah sesuai keperluan dan kondisi

· Rendam dalam larutan garam/ ZA, ambil yang tenggelam.

4.

Pelihara persemaian padi dengan baik.

· Persemaian basah atau persemaian kering;

· Pemupukan persemaian.

5.

Tanam bibit umur 21 hari

· Tanam bibit muda umur 15-21 hari   (4 daun).

6.

Atur tata tanam secara tepat.

· Tata tanam tegel;

· Tata tanam Jajar Legowo (2:1, 3:1, 4:1) tergantung kesepakatan petani.

7.

Beri pupuk N (urea),         pupuk P (SP-36/TSP) dan           pupuk K (KCL/ ZA) sesuai kebutuhan tanah dan keseimbangannya dengan hara P/K tanah.

· Pemupukan N sesuai kebutuhan dengan pembacaan Bagan Warna Daun (BWD);

· Pemupukan P dan K sesuai analisis tanah, atau kebutuhan tanaman padi.

8.

Airi tanaman padi secara efektif dan efesien sesuai kondisi tanah.

· Pengairan dengan genangan pada tanah sarang yang baru dibuka;

· Pengairan berselang pada tanah yang airnya dapat diatur dan ketersediaan air terjamin.

Komponen Teknologi Tanam Padi

Rekomendasi Umum

Rekomendasi dengan Pendekatan PTT sesuai Kondisi setempat

9.

Kendalikan hama dan penyakit secara terpadu.

· Gunakan komponen PHT (Pengendalian Hama/Penyakit Terpadu) secara tepat sesuai jadwal tanam (golongan air);

· Pemberian pestisida secara bijaksana (pada situasi dimana musuh alami rendah).

10.

Kendalikan gulma secara tepat.

· Dapat menggunakan landak pada tata tanam tegel atau legowo;

· Dapat menggunakan racun rumput (Herbisida).

11.

Pupuk tanaman padi dengan bahan organik.

· Langsung, kembalikan jerami ke dalam tanah sawah;

· Tidak langsung, gunakan jerami sebagai pakan ternak, gunakan kompos sebagai pupuk.

Sumber   : BPPT Pertanian Bogor, 2004.

Pengembalian sisa jerami ke sawah dapat meningkatkan kesuburan tanah.

Penggunaan bahan organik dan tata kelola pengairan berselang dapat mengatasi tanah bermasalah.

Varietas dari benih padi     Varietas dari benih padi

yang kurang baik                bermutu/ berlabel.

Padi tepe baru seperti Fatmawati dan padi hibrida seperti Rokan dan Maro, perlu diujicoba di daerah yang tanahnya normal tapi tidak ada kenaikan hasil panen dari tahun ke tahun.

Varietas padi tahan tungro seperti Membramo, Tukad Unda dan Bondoyudo cocok ditanam di daerah yang sering terserang penyakit virus tungro.

Varietas unggul baru seperti IR64, Ciherang, dan Way Apo Buru perlu diuji dulu apakah cocok dan memberikan hasil tinggi untuk kondisi setempat.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Suasana Jalan Thamrin Jakarta Pagi Ini …

Teberatu | | 20 October 2014 | 08:00

Eks Petinggi GAM Soal Pemerintahan Jokowi …

Zulfikar Akbar | | 20 October 2014 | 07:46

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Harapan kepada SBY Lebih Besar Dibanding …

Eddy Mesakh | | 20 October 2014 | 09:48

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ramalan Musni Umar Pak Jokowi RI 1 Jadi …

Musni Umar | 4 jam lalu

Jokowi Dilantik, Pendukungnya Dapat Apa? …

Ellen Maringka | 4 jam lalu

Ucapan “Makasih SBY “Jadi …

Febrialdi | 11 jam lalu

Jokowi (Berusaha) Melepaskan Diri dari …

Thamrin Dahlan | 18 jam lalu

Lebih Awal Satu Menit Tak Boleh Masuk Ruang …

Gaganawati | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Antara Sinetron dan Novelnya …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Keheningan Ceruk Airmata Ratu Ibu Bangkalan …

Husni Anshori | 7 jam lalu

[Cermin] Tentang Keimanan …

Achmad Yusuf | 7 jam lalu

Mengunjungi Candi Sukuh dan Candi Cetho di …

G T | 8 jam lalu

Televisi Raffi Ahmad Nagita Slavina …

Rahmat Derryawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: