Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Sah Roeny

Sahruni,,,itulah nama lengkapku. Sudah mnjadi hal yang biasa ketika orang-orang mendengarnya terlihat agak heran…:)!!!!!!!????? Its ok, selengkapnya

Pengembangan Produk Olahan Hasil Pertanian di Kab. Soppeng

REP | 05 November 2012 | 14:18 Dibaca: 749   Komentar: 0   0

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Soppeng pada tanggal 31 oktober sampai dengan 3 November 2012 telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Pengolahan hasil pertanian sektor tanaman pangan dan hortikultura. Kegiatan tersebut dilaksanakan langsung dibawah koordinasi bidang Pemasaran dan Pengolahan hasil pertanian (P2HP) dengan menghadirkan instruktur dari pihak akademisi (Dosen) Ilmu & teknologi pangan Unhas yaitu Dr. Ir. Rindam Latief, MS bersama dengan praktisi UKM pengolahan hasil pertanian dari Masamba, Kab. Luwu Utara sebagai pendamping.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Soppeng, bapak Ir. H. Danialsyah, MS. Yang didampingi oleh Kepala Bidang P2HP Ibu Ir. Rahmasari Rahman, MMA. Ini dilaksanakan di Aula pertemuan Hotel Surya Watansoppeng. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa komoditi hasil pertanian yang ada di Kab. Soppeng sangat beranekaragam dan cukup potensial untuk dikembangkan dalam sektor pengolahan terutama untuk meningkatkan nilai tambah komoditi tersebut. Beliau memberikan contoh komoditi yang berasal dari Kabupaten Soppeng, yang beredar dipasaran tapi tidak menggunakan merk dari kabupaten soppeng karena di beli oleh pengusaha luar dalam bentuk hasil pertanian mentah (tanpa olahan) seperti beras, pisang, jagung dll, kemudian diolah dan dikemas menggunakan merk luar. Hampir keseluruhan komoditi yang ada di Kabupaten Soppeng mengalami hal yang sama, baik dari sektor tanaman pangan hortikultura maupun sektor perkebunan. Permasalahan mendasar yang mengakibatkan terjadinya hal tersebut adalah terletak pada sektor pengolahan hasil dan pengemasan. Beliau mengharapkan melalui kegiatan pelatihan yang dirancang khusus untuk komoditi jagung dan pisang ini, sebagai langkah awal kedepannya di harapkan menghasilkan produk khas local kabupaten Soppeng.

Jagung dan pisang sebagai komoditi utama yang difokuskan dalam kegiatan pelatihan ini, akan lebih banyak diisi dengan praktek langsung dalam menghasilkan produk dengan perbandingan 70% praktek dan 30% teori. Selain materi yang difokuskan dalam menghasilkan produk olahan jagung dan pisang, juga diberikan materi mengenai teknik pengemasan serta pemasaran praktis hasil olahan komoditi pertanian. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh kelompok-kelompok wanita tani/kelompok usaha produktif yang bergerak disektor pengolahan hasil pertanian yang tersebar di kab. Soppeng, berjumlah ±50 Org. Para peserta diharapkan bisa memperoleh pengetahuan dan keterampilan terkait pengolahan hasil pertanian menghasilkan aneka macam produk makanan. Sebagai rangkaian dari kegiatan pelatihan tersebut juga dilakukan kunjungan ke lokasi Unit Pengolahan Hasil Pertanian di Kab. Bantaeng selama 1 (satu) hari dengan membawa para peserta yang didampingi oleh Panitia pelaksana. Lokasi kunjungan tersebut menjadi pilihan karena sudah mengalami perkembangan pesat dengan aneka produk yang sudah beredar di pasaran seperti “Cijantan : Chips Jagung Khas Bantaeng” & “Snewota : Snack Wortel Bantaeng”, serta aneka olahan-olahan lainnya.

13520989861413124115

Praktek Pembuatan Produk Olahan

Setelah kegiatan pelatihan dan kunjungan ini, diharapkan ada tindaklanjut yang bisa dilakukan dari Pemerintah Kab. Soppeng khususnya Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, bagaimana ke depannya sehingga bisa menciptakan produk memanfaatkan potensi komoditi lokal yang bisa bersaing di pasaran yang secara langsung berefek pada peningkatan kesejahteraan masyarakat petani. Begitulah harapan bersama sekaligus tantangan ke depan untuk kemajuan sektor pertanian di Kab. Soppeng.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 13 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 14 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 15 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 8 jam lalu

(H-16) Jelang Piala Asia U-19 : Uzbekistan …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Pingin Body Kayak Artis …

Ifani | 8 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Diari Santri: #7 Tamu Misterius …

Syrosmien | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: