Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Nasrul Hadi

Mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Ekonomi selengkapnya

Perkembangan Pertanian

OPINI | 21 November 2012 | 22:50 Dibaca: 869   Komentar: 0   0

Aceh merupakan salah satu daerah yang baik untuk dikembangkan disektor pertanian mungkin karena Aceh terletak Indonesia, karena Indonesia memang dikenal dengan negara agrikultural, kekayaan akan sumberdaya alam dan salah satunya dibidang pertanian membuat negara kita jadi pusat perhatian para penjajah dimasa dulu. Tanah yang subur dan suhu yang baik bahkan negara kita diatas garis khatulistiwa memang sangat baik bila bidang pertanian bisa dikembangkan untuk memajukan perekonomian masyarakat.
Namun masyarakat Aceh sekarang ini masih sangat ketinggalan di bidang ilmu pertanian atau bisa dikatakan minimnya sumberdaya manusia yang handal. Banyaknya penduduk Indonesia (Aceh) sepertinya bisa jadi solusi bagi pemerintah untuk membangun di sektor pertanian. Memang mayoritas masyarakat Aceh sekarang ini adalah petani, tetapi bukan petani seperti saat ini (petani bekerja seperti terpaksa) yang kita harapkan. Petani yang kita harapkan ialah petani yang memahami pengertian pertanian secara luas, yaitu pertanian tidak hanya diartikan sebagai orang yang bekerja di sawah, tetapi pertanian juga mencakup bidang teknologi, ekonomi dsb.

Berbicara masalah teknologi pertanian, zaman modern seperti saat ini juga bisa dikatakan sudah tidak saatnya lagi semua manusia bertumpah kesawah atau ladang mereka hanya menjadi pekerja keras. Tetapi cukup dengan dengan teknologi- tekonologi canggih atau robot- robot buatan manusia yang bisa di pekerjakan oleh masyarakat indonesia (Aceh). Oleh karenanya masyarkat bisa dipertuntun untuk menuntut ilmu supaya tenaga yang bekerja di sawah tidak lagi manusia seperti yang dirasakan saat ini. Walau telah disinggung Aceh masih minim di bidang pendidikan pertanian, tapi Aceh mempunyai kebanggaan tersendiri, Aceh bisa dikatakan daerah pertama yang menemukan dan menggunakan teknologi pertanian yaitu mesin perontok padi,  ketika penduduk di daerah Jawa masih merontokkan padi dengan cara tradisional tetapi masyarakat Aceh sudah bisa lebih meringankan pekerjaan mereka. Dan hal itu sekarang juga sudah bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia lainnya berkat kerja sama banyak pihak.

Banyak juga orang mengatakan Aceh memiliki tanah yang subur dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia kita bisa melihat suburnya pohon ganja hanya di Aceh, tetapi bukan itu yang diharapkan. Dengan memiliki unsur hara yang banyak kita harapkan pemerintah Aceh bisa lebih lagi untuk mengkembangkan tumbuhan yang memiliki daya jual yang baik dan bisa diekspor keluar negeri, seperti kopi dan kakao. Sampai sekarang ini hanya sebagian kecil saja hasil dari Aceh yang bisa diekspor keluar negeri mungkin karena kualitas masih rendah. Dengan adanya penyuluhan dan pendidikan pertanian tentu masyarakat Aceh bisa memberi lebih dan tidak hanya bahan baku yang diekspor tetapi sudah menjadi produk yang bermutu, sebagai contoh kakao dari Aceh diolah terlebih dahulu menjadi minuman coklat dan kemudian baru diekspor itu akan mempunyai daya perekonomian yang lebih tinggi. Dan satu lagi kebanggaan Aceh, Aceh memiliki kopi luwak (kopi dari kotoran luwak) yang memiliki permintaan lebih diluar negeri.

Petani sekarang ini juga harus memahami masalah ekonomi dan kondisi pasar supaya masyarakat bisa meraup untung lebih banyak lagi dan tidak ditipu oleh keadaan. Oleh karenanya pemerintah Aceh juga harus lebih terbuka dan memberi informasi masalah ekonomi pertanian. Dan masyarakat pun harus bisa menuntut sendiri ilmu masalah ekonomi pertanian.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membuat KTP Baru, Bisa Jadi Dalam Sehari! …

Seneng | | 22 October 2014 | 10:00

Angka Melek Huruf, PR Pemimpin Baru …

Joko Ade Nursiyono | | 22 October 2014 | 08:31

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Saksi Sejarah Bangsa …

Idos | | 22 October 2014 | 11:28

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 4 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 4 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 4 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 5 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 5 jam lalu


HIGHLIGHT

Senang Sama Visi Poros Maritim Dunia …

Cdt888 | 8 jam lalu

Sinyal “Revolusi Mental” Skuad …

F Tanjung | 8 jam lalu

Tantangan Membuat Buku Mini Kumpulan Puisi …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Bakmi Mama Lie Ling …

Benediktus Satrio R... | 8 jam lalu

Borneo Menulis …

Anton Surya | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: