Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Penyair Kesepian

kata hati tak kan terkebiri apabila kejujuran menjadi Panglima,sikap terbuka sebagai Ksatria dan kerelaan menerima selengkapnya

SORGHUM: Pahlawan Pangan dari NTT yang Terlupakan

REP | 04 December 2012 | 10:02 Dibaca: 465   Komentar: 0   3

135458994910399784

Dengan thema pada perayaan hari pangan sedunia ”Agricultural Cooperatives - Key to Feeding The World“, dengan semangat, “Agro Industri Berbasis Kemitraan Petani Menuju Kemandirian Pangan”. Menjadi sebuah pondasi untuk melangkah. Gayung pun bersambut dengan beda kemasan sesuai kearifan local cultural di daerah maka Bupati Lens Haning dengan Program Unggulannya “Lakamola Anan Sio” telah berjalan selama kurang lebih 4 tahun ini akan teruji dan terbaca dalam visual maupun tutur pujian saat “issue”ini di canangkan secara nasional.

Jujur ancaman bencana akibat gagal panen masih terus membayangi daerahdaerah yang rawan kekeringan, dimana ketergantungan terhadap curah hujan sangat tinggi, oleh sebab itu kita perlu mengembangkan pola diversifikasi dan ekstensifikasi pangan. Masalah gagal panen dan kesiapan cadangan pangan daerah jangan dianggap sepeleh sebab sangat sensitive, biasnya terhadap stabilitas sector lainnya sangat besar. Dampaknya sistemik, biasnya merembes ke sector lain seperti instabilitas Politik, Sosial dan Keamanan, lingkup kerawanan bisa melebar menjadi konflik. Persoalannya dari kenaikan yang muncul sebagai akibat makin menurunnya persediaan pangan patut diwaspadai.

Solusinya adalah mensiasati musim dengan kiatkiat Inspiratif, Inisiatif, kreatif dan inovatif dari pemerintah dalam menciptakan program yang berbasis pertanian sesuai dengan kearifan local cultural, dengan memanfaatkan potensi hayati juga keunggulan geografis dan topografis daerah dengan membudidayakan tanaman umur pendek yang potensial dikembangkan sebagai alternatif bahan pangan. Nilai gizinya lengkap dan prospek bisnisnya pun cerah. Sebab dimasa depan sector pertanian akan kembali menjadi tumpuan kehidupan masyarakat global. Hal ini dilandasi pemikiran bahwa kedepan seluruh daerah akan mengalami defisit pangan sehingga daerah yang menjadikan lahan pertanian sebagai basis ekonomi akan mengalami posisi tawar yang tinggi, sebagai Daerah yang memiliki keunggulan komparatif dibidang Sumber Daya Hayati.

1354589985748592543

pict

Dengan menanam tanaman yang “mudah, murah, tapi nilai jualnya tidak murahan. ”Sorgum Bicolar” adalah jawaban dari semua kecemasan ini, betapa tidak tanaman yang sangat anggun tumbuh subur di daerah yang gersang dan kering ini sangat cocok untuk kawasan Nusa Tenggara Timur yang berkarakter kering, gersang, minim curah hujan dengan sabananya yang luas. Tanaman yang pernah menjadi primadona di era abad ke 19 dari Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu sumber pokok pangan bagi masyarakatnya itu kini mulai terlupakan sejak mega proyek padinisasi.

Keunggulan dari jenis tanaman ini adalah daya adaptasinya pada berbagai agroekologi (kawasan pantai dan pegunungan), kebutuhan airnya sangat sedikit, sekitar 150-200 mm/ musim (setengah dari kebutuhan jagung, sepertiga dari kebutuhan air tebu), tahan pada lahan yang marjinal (lahan masam, asin, dan basa), dapat tumbuh pada kemiringan lereng gunung, lebih tahan pada hama.

Walau tak sepopuler beras, jagung, dan gandum namun bukan berarti tak bernilai bisnis. Mendapat predikat “Multifungsi” karena semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan maksimal sebagai bahan pangan, pakan ternak, bioetanol, bahan baku industry, souvenir, dan obatobatan. Bahkan bisa mensubtitusi kedudukan Beras, Jagung dan Gandum karena nilai gizinya. Inilah tabel kandungan nutrisi sorgum di banding sumber pangan lainnya menurut penelitian di Universitas Gajah Mada yang di rilis Depertemen Kesehatan.


Unsur Nutrisi

Kandungan/100 g

Beras

Sorgum

Singkong

Jagung

Kedele

Kalori (cal)

360

332

146

361

286

Protein (g)

6.8

11.0

1.2

8.7

30.2

Lemak (g)

0.7

3.3

0.3

4.5

15.6

Karbohidrat (g)

78.9

73.0

34.7

72.4

30.1

Kalsium (mg)

6.0

28.0

33.0

9.0

196.0

Besi (mg)

0.8

4.4

0.7

4.6

6.9

Posfor (mg)

140

287

40

380

506

Vit. B1 (mg)

0.12

0.38

0.06

0.27

0.93

Potensi terbesar Sorgum adalah bijinya sebagai bahan alternative potensial sumber pangan yang penuh gizi, kaya serat dan mengandung gluten rendah yang bisa menyembuhkan dan meredam kadar gula dalam tubuh. Dengan artian bisa menyembuhkan penyakit diabetes. Nira dari hasil perasan biji, bagase dan batangnya bisa memproduksi Bioetanol. Bagase (ampas hasil perasan batang sorgum dalam bentuk sellulosa yaitu polisakarida yang dididrolisasi menjadi monosakrida seperti glukosa, sukrosa dan bentuk gula lainnya yang di konversi menjadi etanol.

Etanol inilah yang menjadi alternative bahan bakar pengganti minyak tanah dengan kadar etanol 40-60% untuk kebutuhan laboratorium dan farmasi 70-90%, juga sebagai bahan substitusi premium 90-100%. Daun dan sisa perasan batangnya bisa dijadikan pakan ternak dan bahan baku pembuat kertas, bunganya dijadikan souvenir, akarnya dapat dijadikan jamu untuk memperlancar metabolism darah dalam tubuh.

Dari sisi budidaya sorgum adalah tanaman yang telah akrab dan pernah menjadi primadona di masyarakat Nusa Tenggara Timur jauh sebelum program padinisasi dilaksanakan. Sorgum juga bukanlah jenis tanaman yang rewel. Tanaman yang tumbuh dengan Ratun (dapat berproduksi lagi asal akarnya tidak di cabut) jelas sangat serasi dengan kondisi rill masyarakat di daerah yang tidak terlalu mau repotrepot menanamnya lagi. Jujur tanaman serba guna yang telah akrab dan pernah menyelamatkan masyarakat Nusa Tenggara Timur pada masa lalu dari musim paceklik yang ganas ini semakin terlupakan.

1354590045328318650

pict

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Soal Pembully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | | 30 October 2014 | 20:35

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | | 31 October 2014 | 11:03

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 3 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 7 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 7 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Senandung Rindu …

Ariesa Putris | 8 jam lalu

Perlukah Bbm Naik Karena Subsidi Jebol? …

Shohibul Hadi | 8 jam lalu

Serba Salah: Jokowi dan AM Tukang Tusuk Sate …

Stephanus Jakaria | 8 jam lalu

Hati Beling …

Binoto Hutabalian | 8 jam lalu

Berkaca Pada Dekrit Presiden …

Haries Sutanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: