Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Bang Pilot

Nama asli : Muhammad Isnaini. Tinggal di Batu Bara, Sumut. Pemilik blog : http://bibitsawitkaret.blogspot.com/ . Menulis apa saja yang selengkapnya

Penipuan dalam Penjualan Bibit Kelapa Sawit

OPINI | 18 December 2012 | 12:54 Dibaca: 3128   Komentar: 0   0

Langsung sajalah ya.
Malas kali aku bertele-tele.

Boleh dikatakan nyaris semua agen penjual bibit kelapa sawit yang mengaku memasarkan bibit sawit produk Marihat, PPKS, Lonsum dll itu adalah penipu.
Mengapa ?
Karena untuk bisa membeli bibit sawit ke sana bukanlah perkara mudah. Anda akan diminta menunjukkan sertifikat tanah, surat keterangan dari Disbun, surat keterangan Kepala Desa dll. Untuk satu hektar tanah yang anda miliki, hanya akan diperbolehkan membeli 200 butir / pokok bibit saja.
Selain itu, antrian pembeli bisa mencapai enam bulan bahkan ada yang sudah dua tahun membayar, belum juga mendapatkan barangnya, karena banyaknya peminat dan terbatasnya produksi. Nah kalo sudah begini, mana mungkin Marihat, PPKS dan Lonsum pasang-pasang agen lagi. Buat apa ? Melayani peminat langsung saja mereka sudah kewalahan.
Harga resmi saat ini untuk kecambah sawit berkisar 6.600 - 15.000 rupiah perbutir.
Jika ada yang menawarkan harga dibawah itu, hampir dipastikan palsu dia punya barang, walau pun dilengkapi sertifikat hantu belau. Karena sertifikat dan kemasan sangatlah mudah dipalsukan. Terutama yang bersertifikat Costarika.
Sembawa ?
Halah, hampir sama sajalah itu.

Karena itu, pesan aku, daripada ditipu agen bibit sawit abal-abal, lebih baik membeli langsung ke PPKS, Marihat atau Lonsum. Atau beli saja bibit sawit lokal yang jelas dan murah. Saat ini harga bibit sawit lokal hasil produksi UKM sekitar Rp.500 perbutir kecambah. Harga kecambah bibit karet pun segitu juga.

Sebetulnya, menurut pengalaman aku, bibit sawit ini, asalkan berasal dari pohon cukup umur, 10 tahun ke atas, dan diambil dari bagian tengah tandannya, bagusnya itu nanti jadinya. Asalkan perawatan dan pemupukannya bagus. Juga jarak tanamnya jangan rapat kali kau bikin. Sawit ini, kalau tak bisa terbuka pelepahnya, tak mau dia berbuah. Kalau pun buah, kecil dia, karena terjepit sama pelepahnya itu. Minimal jarak 8×9 meterlah kau bikin. Tak banyaknya beda hasilnya itu nanti sama sawit pelepah pendek. Karena kutengok, pohon sawit yang pelepah pendek itu tandan buahnya tak sebesar sawit yang pelepah panjang. Jadi, sama sajalah itu.

Aku sebetulnya kasian menengok banyak kali orang yang tertipu waktu membeli bibit sawit ini. Lucunya, ada pulak agen abal-abal yang memberi cap PKS atau semacamnya pada setiap butir kecambah sawit itu. Padahal yang aslinya tak pernah dibikin begitu sama perusahaan resmi. Itu cuma kerjaan omak-omak dengan upah duapuluh lima perak satu cap.

Udah muak kali aku nengok agen-agen bibit sawit penipu itu, dibelinya limaratus perak sebutir, dijualnya lima ribu. Ditempahnya sertifikat palsu limapuluh ribu selembar untuk seribu butir kecambah.
Kalian hitung sajalah berapa untung dia kalo jual seribu butir saja.
Satu peti kemas triplek ukuran 1×0,5×0,1 mtr isinya sepuluh ribu butir. Berapa tuh duitnya ?

Sudahlah, begini saja, kalo kalian mau beli bibit sawit, hubungi dulu aku di email bangpilot@ymail.com/
Nanti aku jelaskan macam mana sebetulnya bibit sawit unggul itu. Tapi enggak bisa buru-buru ya. Karena aku sibuk juga ini.
Atau sms aja aku di 0823 6741 0713

Hati-hatilah kalian ya kalo mau beli bibit sawit atau karet.
Banyak kali yang memalsukannya.

Tapi kalo tak percaya kalian sama aku, ya gak apa-apa.
Sukak ati kalianlah.

Oya, kalau ada agen abal-abal yang sakit hati sama tulisanku ini, cari aku, Mhd. Isnan Saragih, di Terminal Parluasan, Siantar, Sumut. Aku jaga parkir di situ tiap hari Senin sampai Kamis. Apapun cerita kalian, aku layani.

Salam.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

MK Nilai Alat Bukti dari Kotak Suara …

Politik14 | | 21 August 2014 | 15:12

Dahlan Iskan, Sosok Tepat Menteri Pertanian …

Felix | | 21 August 2014 | 09:47

Penulis Fiksiana Community Persembahkan …

Benny Rhamdani | | 21 August 2014 | 11:53

Meriahnya Kirab Seni Pembukaan @FKY26 …

Arif L Hakim | | 21 August 2014 | 11:20

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pelajaran dari Sengketa di MK …

Jusman Dalle | 7 jam lalu

WC Umum Tak Kalah Penting dengan Dapur Umum …

Prabu Bolodowo | 8 jam lalu

Hebat, Indonesia Paling Menjanjikan Sedunia! …

Firdaus Hidayat | 9 jam lalu

Jangan Sembarangan Pelihara Ayam di Amerika …

Usi Saba Kota | 9 jam lalu

Menanti Komitmen Prabowo …

Adrian Susanto | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: