Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Bang Pilot

Nama asli : Muhammad Isnaini. Tinggal di Batu Bara, Sumut. Pemilik blog : http://bibitsawitkaret.blogspot.com/ . Menulis apa saja yang selengkapnya

Penipuan dalam Penjualan Bibit Kelapa Sawit

OPINI | 18 December 2012 | 12:54 Dibaca: 3399   Komentar: 0   0

Langsung sajalah ya.
Malas kali aku bertele-tele.

Boleh dikatakan nyaris semua agen penjual bibit kelapa sawit yang mengaku memasarkan bibit sawit produk Marihat, PPKS, Lonsum dll itu adalah penipu.
Mengapa ?
Karena untuk bisa membeli bibit sawit ke sana bukanlah perkara mudah. Anda akan diminta menunjukkan sertifikat tanah, surat keterangan dari Disbun, surat keterangan Kepala Desa dll. Untuk satu hektar tanah yang anda miliki, hanya akan diperbolehkan membeli 200 butir / pokok bibit saja.
Selain itu, antrian pembeli bisa mencapai enam bulan bahkan ada yang sudah dua tahun membayar, belum juga mendapatkan barangnya, karena banyaknya peminat dan terbatasnya produksi. Nah kalo sudah begini, mana mungkin Marihat, PPKS dan Lonsum pasang-pasang agen lagi. Buat apa ? Melayani peminat langsung saja mereka sudah kewalahan.
Harga resmi saat ini untuk kecambah sawit berkisar 6.600 - 15.000 rupiah perbutir.
Jika ada yang menawarkan harga dibawah itu, hampir dipastikan palsu dia punya barang, walau pun dilengkapi sertifikat hantu belau. Karena sertifikat dan kemasan sangatlah mudah dipalsukan. Terutama yang bersertifikat Costarika.
Sembawa ?
Halah, hampir sama sajalah itu.

Karena itu, pesan aku, daripada ditipu agen bibit sawit abal-abal, lebih baik membeli langsung ke PPKS, Marihat atau Lonsum. Atau beli saja bibit sawit lokal yang jelas dan murah. Saat ini harga bibit sawit lokal hasil produksi UKM sekitar Rp.500 perbutir kecambah. Harga kecambah bibit karet pun segitu juga.

Sebetulnya, menurut pengalaman aku, bibit sawit ini, asalkan berasal dari pohon cukup umur, 10 tahun ke atas, dan diambil dari bagian tengah tandannya, bagusnya itu nanti jadinya. Asalkan perawatan dan pemupukannya bagus. Juga jarak tanamnya jangan rapat kali kau bikin. Sawit ini, kalau tak bisa terbuka pelepahnya, tak mau dia berbuah. Kalau pun buah, kecil dia, karena terjepit sama pelepahnya itu. Minimal jarak 8×9 meterlah kau bikin. Tak banyaknya beda hasilnya itu nanti sama sawit pelepah pendek. Karena kutengok, pohon sawit yang pelepah pendek itu tandan buahnya tak sebesar sawit yang pelepah panjang. Jadi, sama sajalah itu.

Aku sebetulnya kasian menengok banyak kali orang yang tertipu waktu membeli bibit sawit ini. Lucunya, ada pulak agen abal-abal yang memberi cap PKS atau semacamnya pada setiap butir kecambah sawit itu. Padahal yang aslinya tak pernah dibikin begitu sama perusahaan resmi. Itu cuma kerjaan omak-omak dengan upah duapuluh lima perak satu cap.

Udah muak kali aku nengok agen-agen bibit sawit penipu itu, dibelinya limaratus perak sebutir, dijualnya lima ribu. Ditempahnya sertifikat palsu limapuluh ribu selembar untuk seribu butir kecambah.
Kalian hitung sajalah berapa untung dia kalo jual seribu butir saja.
Satu peti kemas triplek ukuran 1×0,5×0,1 mtr isinya sepuluh ribu butir. Berapa tuh duitnya ?

Sudahlah, begini saja, kalo kalian mau beli bibit sawit, hubungi dulu aku di email bangpilot@ymail.com/
Nanti aku jelaskan macam mana sebetulnya bibit sawit unggul itu. Tapi enggak bisa buru-buru ya. Karena aku sibuk juga ini.
Atau sms aja aku di 0823 6741 0713

Hati-hatilah kalian ya kalo mau beli bibit sawit atau karet.
Banyak kali yang memalsukannya.

Tapi kalo tak percaya kalian sama aku, ya gak apa-apa.
Sukak ati kalianlah.

Oya, kalau ada agen abal-abal yang sakit hati sama tulisanku ini, cari aku, Mhd. Isnan Saragih, di Terminal Parluasan, Siantar, Sumut. Aku jaga parkir di situ tiap hari Senin sampai Kamis. Apapun cerita kalian, aku layani.

Salam.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Dari Kompasianival: Strategi Ahok, Emil, dan …

Ninoy N Karundeng | | 23 November 2014 | 08:22

Urusan Utang dan Negara: Masih Gus Dur yang …

Abdul Muis Syam | | 23 November 2014 | 05:39

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Nangkring dan Blog Reportase Kispray: …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 4 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 12 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


Subscribe and Follow Kompasiana: