Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Arya Dwiputra

melihat dan menulis

Harga Bawang Tinggi, Perlu Swasembada Bawang

REP | 14 March 2013 | 10:25 Dibaca: 144   Komentar: 0   0

Kementerian Perdagangan telah memantau sejumlah pasar tradisional dan pasar modern di Jakarta terkait harga bawang putih dan bawang merah. Hasilnya, menemukan bawang putih Rp 70.500 per kg dan bawang merah Rp 64.000 per kg.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina mengatakan pihaknya telah memantau harga bawang merah dan bawang putih di satu pasar induk, satu pasar modern, dan enam pasar tradisional di DKI Jakarta. Pantauan tersebut dilakukan Kementerian Perdagangan pada 12 Maret lalu di Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Rawamangun, Pasar Bulak, Pasar Klender, Pasar Koja, Pasar Grogol, Pasar Inpres Pos Pengumben, dan pasar modern Carrefour.

Dalam temuannya, harga bawang merah terendah di Pasar Koja dan Pasar Inpres Pos Pengumben sebesar Rp 40.000 per kg dan tertinggi di Carrefour Rp 64.000 per kg. Sementara itu, bawang putih terendah merupakan jenis banci Rp 37.000 per kg di Pasar Grogol dan bawang putih jenis Kating tertinggi sebesar Rp 60.000 per kg di Pasar Klender dan Pasar Induk Kramat Jati.

Di sisi lain, pemerintah akan terus mendorong peningkatan produksi bawang putih lokal. Ia menilai bahwa importasi yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan bukan untuk mengurangi pendapatan petani di dalam negeri. Menurut data pemerintah, produksi bawang putih nasional rata-rata 14.200 ton per tahun, sementara kebutuhan konsumsi dalam negeri sebesar 400.000 ton per tahun.

Pemerintah harus bertindak cepat untuk menekan harga bawang. Seperti yang diketahui bersama, masyarakat Indonesia sangat membutuhkan bawang salam kehidupan sehari-hari. Jika tidak bertindak cepat, maka harga-harga bahan makanan lain kemungkinan juga ikut naik.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/03/14/08510056/Harga.Bawang.Putih.Sentuh.Rp.70.500

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Miss Sarah Ballard, Guru Inggris Madrasah …

Eddy Roesdiono | | 18 September 2014 | 12:24

Kritik kepada Mahfud MD …

Hendra Budiman | | 18 September 2014 | 13:21

Memperluas Keterbacaan Kompasiana Melalui …

Pepih Nugraha | | 18 September 2014 | 15:37

Tidak Ada Porter di Australia …

Roselina Tjiptadina... | | 18 September 2014 | 10:45

Nangkring Bareng Paula Meliana: Beauty Class …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 10:14


TRENDING ARTICLES

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 9 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 9 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Bawang putih, Penangkal Setan dan Halusinasi …

Mawalu | 7 jam lalu

Mengkritisi Struktur Kabinet Jokowi-JK …

Rusdianto Sudirman | 7 jam lalu

Bahagiaku …

Zahrah Al Syitaa | 8 jam lalu

Mendukung Pilkada Langsung untuk Pembangunan …

Muhammad Rezanda Al... | 8 jam lalu

Amnesti Bersyarat, Pemerintah Akan Lebih …

Kwee Minglie | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: