Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Kuncoro Toro

Menulis adalah pekerjaan mudah yang tidak dapat dilakukan oleh semua orang, namun percayalah dengan membuat selengkapnya

Penyebab Meroketnya Harga Bawang (Analisis Warung Kopi)

OPINI | 20 March 2013 | 07:50 Dibaca: 991   Komentar: 0   0

Sambil menikmati kopi hangat di warung kopi terjadilah pembahasan mengenai mengapa harga bawang meroket dan baru terjadi kali ini dalam sepanjang sejarah.

Harga Bawang Meroket bersama dengan harga daging sapi, hingga di atas batas kewajaran mengingat Indonesia sebagai negara agraris.
Wagino : Mas Tole, kamu tahu ndak mengapa harga bawang meroket?
Tole : Ah, ini mah permainan para kapitalis itu mas?
Wagino : Aku sih ndak ngerti begituan mas tole, yg aku tahu dan aku lewat brebes banyak bawang menumpuk dipinggir jalan yg siap untuk dibawa ke Jakarta.
Tole : Aku terangin yaa
1. Harga di sebuah Pulau A harga bawang murah, maka dilakukan pembelian besar-besaran oleh para kapitilis pemilik modal, lalu bawangnya di bawa ke Pulau B.
2. Akibatnya Harga bawang di Pulau A melesat tinggi kemudian harga bawang di Pulau B dikirim lagi ke Pulau A dengan nama Impor.
3. Maka si kapitalis itu akan mendapatkan untung yang besar dengan tingginya harga bawang, nah pengirimannya ke kembali pulau A secara perlahan agar harga bawang tetap tinggi dan harga yang tinggi ini akan dipertahankan demi keuntung si kapitalis.
Wagino : Oh begitu yaak, pantas aja katanya banyak peti kemas berisi bawang tertahan di di sebuah pelabuhan, itu mungkin bawang dari brebes kali yaak yang dikirim ke luar lalu dikirim lagi ke brebes dengan harga tinggi.
Tole : Ah ndak taulah mas, oke mas wagina kopiku sudah habis sekarang aku mau nyambut gawe dulu yoo, besok kita lanjutkan.
Itulah percapakan si wagino dan si tole tentang kenaikan harga bawang (Analis Warung Kopi).

Tags: hargabawang

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 5 jam lalu

PSSI dan Kontradiksi Prestasi …

Binball Senior | 6 jam lalu

Mungkinkah Duet “Jokowi-Modi” …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Beli Indosat, Jual Gedung BUMN, Lalu? …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Ngapain Garuda Minta Maaf ke Ahmad Dhani? …

Ifani | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: