Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Bang Pilot

Nama asli : Muhammad Isnaini. Tinggal di Batu Bara, Sumut. Pemilik blog : http://bibitsawitkaret.blogspot.com/ . Menulis apa saja yang selengkapnya

Cara Memilih Bibit Kelapa Sawit

OPINI | 27 March 2013 | 01:18 Dibaca: 2713   Komentar: 0   0

Langsung saja masbro en mbaksis :

1.Untuk memilih kecambah sawit.

Kalau mau yang jenis tenera : pilih yang bijinya kecil dan tempurungnya tipis.

Kalau mau yang jenis dura : pilih yang bijinya besar dan tempurungnya tebal.

Pilih juga yang mata tunasnya putih bersih, tidak cacat dan panjang akarnya tak lebih dari 2 cm. Pilih yang bentuk bijinya lonjong seperti buah melinjo. Tempurung berwarna hitam pekat, bersih dari sabut dan jamur. Mata tunas hanya satu setiap biji. Bentuk tunas bagus, tidak bengkok. Tunas dan akar masih segar, tudung akar masih utuh.

2.Untuk memilih bibit kecil (baby).

Pilih yang bentuk tajuknya bagus, bongkotnya (bagian batang paling bawah) besar, gemuk pendek, jangan pilih yang tinggi langsing. Daun dan batang hijau segar, usia 3 bulan minimal sudah memiliki 4 pelepah daun yang terbuka. Jangan pilih yang pelepah daunnya menutup atau tidak membuka. Akarnya kokoh, tidak goyah. Pilih juga yang daunnya tidak cacat karena penyakit layu atau karena dimakan ulat.

3.Untuk memilih bibit besar siap tanam.

Bibit sawit umumnya ditanam ketika sudah berumur satu tahun, terhitung sejak mulai dipindahkan ke polibag besar dari usia baby (tiga bulan). Namun bila akan ditanam di lahan yang basah atau banyak hama tikus, maka biasanya yang ditanam adalah yang berumur dua tahun. Bibit umur dua tahun terlebih dahulu dipotong semua pelepah daunnya hingga tinggal setengah.

Adapun ciri bibit besar yang bagus adalah sama dengan ciri bibit baby, ditambah adanya sulur pada ujung pelepah daun yang bagian atas. Selain itu, jangan pilih bibit besar yang tumbuh besar jauh melebihi kawan-kawannya, karena biasanya bibit itu adalah jantan. Kalau pun mau di tanam utk membantu penyerbukan nantinya, tanamlah satu pohon saja utk setiap 51 pohon.

Biasanya, bibit besar yang ditempatkan dibagian pinggiran pembibitan, akan tumbuh tidak setinggi kawannya yang lebih ke tengah. Ini normal saja. Dan bibit yang di pinggir ini bukanlah bibit yang tak bagus.

4.Bila pucuk kelapa sawit atau kelapa biasa terserang penggerek hama, semprot saja dengan air garam. Ingat, jangan biarkan lama-lama, karena pertumbuhan pucuk tanaman bisa sangat terganggu.

5.Untuk menormalkan sawit jagur/buah jarum.

Pohon sawit yang hanya berbuah kecil dan didominasi duri saja, jangan ditebang atau diganti baru, karena dapat dinormalkan dengan cara : panenlah buahnya dan potong pelepah sesuai jadwal kawannya yang berbuah normal. Setiap panen, kumpulkan sampah atau daun sawit yang kering disekeliling pangkal batangnya, lalu dibakar. Ukurlah besar tumpukan sampah hingga tak menyebabkan kematian karena api terlalu besar. Usahakan agar daun terbawah sampai layu sedikit. Lakukan setiap panen, sampai buahnya jadi normal. Biasanya sekitar 6 bulan sampai setahun. Cara ini umum dilakukan para petani sawit rakyat di Sumatera Utara, dan tingkat keberhasilannya biasanya di atas 90%.

Saya sendiri sudah pernah mempraktekkannya, dan berhasil baik. Dari enam pohon yang berbuah jarum, hanya satu pohon yang tak bisa pulih sempurna.

Bila anda ingin mengetahui cara membuat bibit kecambah sawit dari berondolan, bisa hubungi kami, kelompok tani ‘Tani Muda” . Begitu juga bila ada pertanyaan seputar masalah kelapa sawit.

Salam Tani !

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 13 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 15 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 16 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 17 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Malaysia Juga Naikan Harga BBM …

Sowi Muhammad | 8 jam lalu

Salam Kompasianival Saudara …

Rahab Ganendra | 9 jam lalu

Menulis bagi Guru, Itu Keniscayaan …

Indria Salim | 9 jam lalu

Gerdema, Mentari Indonesia Dari Ufuk Desa …

Emanuel Dapa Loka | 9 jam lalu

Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan …

Herman Wahyudhi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: