Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Bang Pilot

Nama asli : Muhammad Isnaini. Tinggal di Batu Bara, Sumut. Pemilik blog : http://bibitsawitkaret.blogspot.com/ . Menulis apa saja yang selengkapnya

Cara Membuat Bibit Sawit Kecil (Bebi)

OPINI | 12 April 2013 | 14:54 Dibaca: 425   Komentar: 1   0

Cara Membuat Bibit Sawit Kecil ( Bebi)

Siapkan lahan yang akan dipakai. Buatlah penahan panas dari bambu atau bahan lainnya. Tingginya 180 cm, sehingga memudahkan penyiraman dan perawatan. Penahan panas ini terdiri dari tiang dan galang-galang, Bisa dari bambu, batang pinang atau kayu. Lalu di atasnya ditaruh pelepah daun sawit tua atau daun kelapa. Atur kerapatan pelepah sehingga sinar matahari masuk sekira 30-40 persen. Bisa juga dengan menggunakan plastik penahan panas khusus yang memang ada dijual.

Isilah polibag kecil dengan tanah bercampur pupuk kandang setengahnya. Campurannya 1:1. Gunakan pupuk kandang yang sudah mati ( dingin dan sudah seperti tanah ). Pupuk kandang dimaksud adalah yang berasal dari kotoran hewan memamah biak, seperti kerbau, lembu, kuda dan kambing. Lalu isi setengah bagian polibag itu dengan tanah humus. Polibag jangan diisi penuh, melainkan sisakan 2 cm untuk memudahkan penyiraman.

Siram polibag dengan air secukupnya sehingga tanah menjadi lembut dan siap ditanami.

Lalu tanamlah benih sawit dengan posisi tidur, tunas ke atas dan akar ke bawah. Jika akar terlalu panjang, potong dengan gunting tajam. Sisakan 2-3 cm. Seperempat bagian biji harus kelihatan, alias jangan dibenam habis.

Siramlah setiap sore. Jika polibag tidak diisi dengan pupuk kandang, maka campurkan sampai benar-benar larut segenggam pupuk urea dan kcl kedalam setiap air satu gembor/emrat ukuran 10 liter. Jadi, urea setengah genggam dan kcl setengah genggam. Lakukan seminggu sekali. Setelah satu bulan, penahan panas dikurangi secara bertahap. Penahan panas ini harus sudah habis pada umur tiga bulan atau ketika bebi siap dipindahkan ke polibag besar. Ingat, jangan membuat bebi ditempat teduh, karena nanti ia akan stress saat dipindahkan ke tempat yang terkena panas.

Jika ada tanah yang menutupi pangkal batang bebi, maka harus diangkat/dibersihkan. Pangkal batang bebi ini biasa disebut bongkot. Jadi level tanah adalah di antara bongkot dengan akar.

Bebi yang sehat adalah yang bongkotnya besar dan daunnya sudah empat helai ( pucuknya tidak dihitung ) pada umur tiga bulan. Warna daunnya hijau pekat dan bebas bolong. Postur pohonnya pendek dan jarak antara pangkal pelepah daun adalah rapat serta pelepah dalam keadaan membuka.

Penggunaan insektisida dapat diperlakukan bila terdapat serangan penggerek daun.

Bebi ini tidak tahan terhadap rendaman banjir. Bebi yang sudah menguning karena terendam air tidak boleh dipakai lagi.

Demikianlah cara membuat bibit sawit kecil atau bebi. Bila ada hal yang kurang jelas, silahkan menghubungi ponsel 0823 6741 0713  dengan Muhammad Isnaini. Kami dengan senang hati membantu dan berbagi pengalaman tentang pertanian kelapa sawit. Mengenai cara membuat bibit sawit besar siap tanam, Insya Allah akan kami uraikan dalam tulisan berikutnya. Penulis adalah staf pada UKM Tani Muda di desa Petatal, Kec. Talawi, Kab Batu Bara, Sumut.

Adapun tentang cara memilih bibit sawit yang baik, telah kami tulis di Kompasiana ini. Silahkan dibaca dan dikritisi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ajib! Motor Berbahan Bakar Air …

Gapey Sandy | | 22 September 2014 | 09:51

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | | 22 September 2014 | 10:49

Baru Kali Ini, Asia Kembali Percaya …

Solehuddin Dori | | 22 September 2014 | 10:05

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | | 22 September 2014 | 10:49

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 6 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 7 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 10 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Usia 30 Batas Terbaik Untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 7 jam lalu

Sepenggal Cerita dari Takabonerate Islands …

Hakim Makassar | 7 jam lalu

Demokrat Dukung Pilkadasung, PKS Kebakaran …

Revaputra Sugito | 7 jam lalu

4,6 Juta Balita Gizi Buruk-Kurang di …

Didik Budijanto | 7 jam lalu

‘Belgian Waffles’, Menggoyang …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: