Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Bang Pilot

Nama asli : Muhammad Isnaini. Tinggal di Batu Bara, Sumut. Pemilik blog : http://bibitsawitkaret.blogspot.com/ . Menulis apa saja yang selengkapnya

Mengenal dan Mengendalikan Hama pada Tanaman Kelapa Sawit

OPINI | 21 April 2013 | 14:56 Dibaca: 3845   Komentar: 0   1

13665284241959650658

Setelah sebelumnya kita membahas masalah cara mengendalikan serangan hama ulat kantung (clania sp, Metisa plana, Mahasena corbetti dan Crematosphisa pendula) dan ulat api (Setora nitens, Darna trima dan Ploneta diducta) pada tanaman kelapa sawit, kini kita lanjutkan dengan pembahasan tentang pengendalian hama berikutnya.

Hama-hama itu antara lain adalah :

1. Nematoda

Nematoda (Rhadinaphelenchus cocophilus) adalah sejenis hewan renik atau bakteri.

Ciri-ciri pohon sawit yang diserang oleh nematoda ini adalah :

1. Daun yang terserang jadi menggulung dan tumbuh tegak, tidak membuka seperti umumnya.
2.Warna daun berubah menjadi menguning dan selanjutnya mati dan mengering.

3.Tandan buah tidak membuka lalu membusuk sehingga tidak menghasilkan buah

4.Bila batang pokok dipotong, maka akan ditemukan garis melingkar seperti cincin berwarna merah atau kemerahan/red ring.

Cara pengendalian:

- Pohon yang terserang dibongkar dan selanjutnya dibakar
- Tanaman dimatikan dengan racun natrium arsenit. Caranya, lubangi, dengan bor, batang pokok sawit sedalam 30 cm. Lubangnya miring ke atas. Lalu masukkan 20cc Natrium Arsenit, dan tutup mulut lubang dengan tanah liat yang pejal.

Perlakuan dengan natrium arsenit ini juga diterapkan pada proses mematikan pohon sawit tua yang akan diremajakan.

Sampai saat penulis belum menemukan keterangan tentang pestisida cq bakterisida untuk mengendalikan hama Bakteri Nematoda ini. Beberapa instansi besar yang berwenang dalam masalah pertanian, seperti IPB, Faperta USU, PPKS dan lainnya hanya mengeluarkan keterangan pengendalian seperti di atas.

Dan memang, serangan nematoda ini belum ada ditemukan di Indonesia, sampai Maret 2013. Pertanian kelapa sawit yang terserang adalah di Negara Kolombia dan Venezuela.

2. Tungau merah (Oligonychus sp.)

Tungau merah adalah sejenis hama pathogen yang menyerang bagian akar pohon kelapa sawit. Ukuran tubuh tugau ini cukup kecil, hingga bila ingin melihatnya, sebaiknya menggunakan loupe, atau lup atau kaca pembesar.

Gejala serangan :

Daun kelapa sawit yang diserang akan berubah warnanya menjadi berwarna perunggu mengkilat (bronz).

Cara pengendalian tungau merah :

Pengaplikasian akasirida (akarisida adalah pestisida yang diaplikasikan pada hama atau penyakit yang menyerang akar pohon) yang mengandung bahan aktif tetradifon 75,2 g/l.

Cara menggunakannya adalah dengan penyemprotan menggunakan knapsack sprayer atau alat lainnya. Adapun merk dagang akarisida yang beredar di took pertanian misalnya Tedion 75EC. Ikutilah petunjuk pemakaian yg tertera pada kemasan, karena akarisida ini termasuk jenis yang memiliki daya racun tinggi, hingga berbahaya bagi hewan dan manusia.

3. Hama Pimelephila ghesquierei.

Gejala serangan :

Serangan menyebabkan lubang pada daun muda sehingga daun banyak yang patah.

Cara pengendalian :

Pada serangan ringan yang ditandai dengan pelepah yang diserang tidak lebih dari dua pelepah perpohon, dapat diatasi dengan memotong bagian yang terserang. Namun jika ada serangan berat sebaiknya dilakukan aplikasi insektisida yang mengandung bahan aktif parathion 0,02%.

Adapun merk dagang insektisida yang mengandung parathion ini antara lain : Parathion5, Ethion 50%EC dan Methyl Parathion 2%DP.

4. Oryctes rhinoceros (wawung/kumbang tanduk/kumbang badak).

Adapun ciri-ciri atau gejala pohon sawit yang terserang hama ini adalah :

Daun muda yang belum membuka (biasa disebut pupus/janur) dan pada pangkal daun berlubang-lubang karena dimakan oleh kumbang ini.

Cara pengendalian biologis sebenarnya adalah cara yang paling baik untuk mengatasai kumbang ini, karena tidak menyebabkan pencemaran, dan tidak perlu dilakukan berulang kali. Misalnya dengan menggunakan parasit kumbang, seperti jamur Metharrizium anisopliae dan virus Baculovirus oryctes.  Betapapun, penggunaan virus Baculovirus oryctes sebagai predator kumbang tanduk haruslah dilakukan oleh orang yang sudah terlatih dengan baik.

Selain itu, bisa juga dengan melepaskan predator kumbang, seperti tokek, ular dan burung.

Adapun pengendalian hama kumbang dengan terapan pestisida, dalam hal ini insektisida, bisa dengan menggunakan insektisida berbahan aktif karbofuran. Karbofuran 1 persen ini dicampur dengan sekam padi atau serbuk gergajian kemudian ditaburkan ke dalam 6-8 ketiak pelepah daun yang paling atas. Interval penaburan dilakukan setiap dua bulan hingga gejala serangan tidak terlihat lagi

Adapun merk dagang insektisida pengendali kumbang badak lain yang dijual dipasaran diantaranya Marshall 5G, insektisida berbahan aktif Karbosulfan 5 % W/W berbentuk butiran berwarna biru tua. Sangat Efektif mengendalikan kumbang Badak (Oryctes Rhinoceros) pada tanaman Kelapa Sawit.

Bisa juga memakai Marshall 200EC, insektisida berbahan aktif Karbosulfan 200 gr/lt T berbentuk pekatan kuning muda jernih yang dapat diemulsikan dalam air. Sangat Efektif mengendalikan kumbang Apogonia dan ulat kantong (Metisa plana) pada tanaman Kelapa Sawit.

5. Ngengat Tirathaba mundella

Tirathaba mundella awalnya berbentuk mirip kupu-kupu berwarna kelabu dengan empat sayap. Ia kemudian bertelur pada tandan buah yang telah terlalu matang atau pun buah yang telah busuk. Oleh karena itu, tidak boleh meninggalkan TBS busuk di lahan penanaman kelapa sawit, karena juga bisa menjadi media tumbuh kembang hama ngengat tirathaba ini.

Pengendalian : Ulat Tirathaba dapat dikendalikan dengan racun kontak Dipterex atau Thiodan. Thiodan sendiri juga terkenal sebagai racun tikus atau masuk golongan rottensida.
Adapun cara aplikasinya adalah sebagai berikut : setengah kilogram Dipterex atau Thiodan dilarutkan dalam air sebanyak 360 liter air dan diaduk sampai merata, selanjutnya disemprotkan pada kelapa sawit yang terserang ulat Tirathaba tersebut. Dosis itu diperkirakan cukup untuk sartu hektar tanaman kelapa sawit. Penyemprotan diulang pada tigapuluh hari berikutnya bila masih ditemukan serangan yang berarti.

Demikianlah kami uraikan sebahagian keterangan tentang hama pada tanaman sawit berikut cara pengendaliannya. Pada kesempatan mendatang akan kami coba untuk menuliskan paparan tentang hama-hama sawit lainnya.

Bila ada yang ingin penjelasan lebih jauh tentang tehnik budidaya tanaman kelapa sawit , silahkan tanyakan dalam komentar di bawah, atau hubungi ponsel 0823 6741 0713 dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot.. Kami dengan senang hati belajar dan berbagi dengan para peminat budidaya tanaman kelapa sawit.

Penulis juga adalah staf pada UKM Tani Muda, yang memproduksi dan memasarkan kecambah bibit kelapa sawit berkwalitas baik sejak tahun 2000. Saat ini untuk kecambah jenis dura seharga rp.600.- dan jenis tenera rp.800.- Bila ada yang membutuhkan, kami bersedia menyediakannya. Kami jujur dan anti tipu menipu.

Salam tani.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Lima Edisi Klasik 16 Besar Liga Champions …

Choirul Huda | | 17 December 2014 | 21:54


TRENDING ARTICLES

Sadisnya Politik Busuk Masa Pilpres di …

Mawalu | 8 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 8 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 9 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 9 jam lalu

Hanya Butuh 22 Detik Produksi Sebuah Motor …

Ben Baharuddin Nur | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

7 Cara Ajaib! Memenangkan Lomba Vote di …

Giant Sugianto | 11 jam lalu

Aristan : Audit Dinas PU Sigi …

Geni Astika | 12 jam lalu

100 Hari Menuju Sakaratul Maut …

Ivone Dwiratna | 12 jam lalu

Dulu Soekarno Mengusir Penjajah, Sekarang …

Abdul Muis Syam | 12 jam lalu

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Suharyadi | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: