Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Fauzi Muhammad

berusaha menjadi manuasia yang berguna bagi diri, keluarga, dan agama

Tenaga Pertanian Sudah Semakin Sulit Dicari

REP | 25 April 2013 | 15:55 Dibaca: 160   Komentar: 5   0

Pertanian adalah salah satu pilar ekonomi nasional di Indonesia sehingga tidak salah jika dari dulu kita terkenal dengan sebutan negara agraris, karena memang negara kita begitu banyak lahan yang subur dan mudah ditanami dengan aneka macam tumbuhan begitulah Alloh SWT melimpahkan rahmatNya di negeri kita ini. Tapi begitupun kita belum bisa mensyukuri dengan sungguh-sungguh apa yang telah diberikan Tuhan untuk kita.

Masih banyak masyarakat kita yang berpenghasilan dari bertani tapi terus menurun sampai sekarang ini karena pemuda sedikit yang beminat menggelutinya karena banyak alasan tidak bisa diandalkan, gengsi, bidang industri yang makin mengerus lahan-lahan pertanian. Padahal kalau dilihat dari sejarah masa lalu Indonesia adalah murni negara agraris bahkan produknya sudah terkenal sampai ke luar negeri bahkan menarik bangsa Barat untuk menjajah negeri ini.

Tenaga kerja di bidang pertanian juga semakin sulit, banyak petani di desa-desa kesulitan mencari tenaga kerja untuk mengolah lahan pertaniannya karena mereka sudah banyak yang bekerja di bidang lain misalnya konstruksi dan pabrik

Padahal dahulu sekitar tahun 90an ke bawah banyak sekali, mereka sering keliling kampung untuk menawarkan jasanya, saya juga pernah tanya ke salah satu pekerja mengapa sekarang sedikit yang menawarkan jasa kerja pertanian jawab mereka sama dengan alasan yang saya tulis di atas.

Pemerintah seharus lebih bisa bagaimana mengatasi ini, jangan lupakan karena sejatinya Indonesia adalah negara pertanian, kita bisa memajukan negara ini dengan terus mengembangkan dan memajukan pertanian.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Pusaka Dunia, Menghargai Warisan …

Puri Areta | | 19 April 2014 | 13:14

Pengakuan Mantan Murid JIS: Beberapa Guru …

Ilyani Sudardjat | | 19 April 2014 | 20:37

Kompas adalah Penunjuk Arah, Bukan Komando …

Dita Widodo | | 19 April 2014 | 21:41

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: