Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Aang Suherman

Petani-TKI-Jalan-jalan- Ekspresi apa adanya,semoga bermanfaat.

Usaha Ternak Domba di Riyadh

REP | 02 May 2013 | 16:04 Dibaca: 1667   Komentar: 26   10

1367485020583027352

Jika mungkin usahakan memiliki ranch untuk membuat domba jadi berolahraga.(foto;dok.Aang S)

Beternak Domba atau Kambing banyak dijalani oleh sebagian Warga Riyadh.Tepatnya bukan sebagai peternak tetapi sebagai Pengusaha Ternak.Tidak jarang ada yang menjadikan Usaha Ternak ini sebagai usaha utama selain perdagangan barang lainnya.

Meskipun peternakan dibuka di tengah-tengah gurun nan gersang,tak ada rumput liar atau ilalang yang tumbuh sebagai makanan utama ternak,semua makanan baik rumput atau makanan tambahan harus membeli.Namun rata-rata pengusaha selalu beruntung terus (mendapat laba) dan jarang yang bangkrut atau  rugi.Hal ini menurut Abdul Hamid,seorang berkebangsaan Hindia yang bertugas sebagai Mudir lapangan (Penanggung jawab lokasi ) peternakan,Kharj Hammad Farm di Al Kharj menyatakan,Usaha peternakan yang dipimpinnya  untung terus karena berbagai faktor dan lingkungan yang mendukung.

Menurut Abdul Hamid yang sudah 22 tahun menjadi Mudir lokasi peternakan ini,sebab sebuah peternakan domba dan kambing di Riyadh  jarang yang bangkrut malahan selalu memanen laba adalah :

1.Faktor keamanan lingkungan yang kondusif,jarang ada pencuri atau perampok menyatroni peternakan.

2.Ongkos atau biaya transportasi atau operasional dari sejak menjemput bibit ternak hingga menjual domba hitungannnya murah,karena BBM yang murah.

Untuk mengantar Domba ke konsumen berjarak 100km misalnya,jika perbandingan BBM, per 10 km habis bensin 1 liter,harga per liter hanya sekitar 0.45 halala (setengah riyal kurang).Jadi untuk perjalanan 100 km pulang pergi 200km,menghabiskan BBM hanya  20 liter atau uang 10 riyal saja.Ini untuk sebuah Truk yang bisa muat 20-30 ekor Domba dengan asumsi keuntungan per 1 truk sekitar 3000 s.d 5000 riyal.Ditambah di perjalanan tidak ada pungutan liar atau uang parkir apapun.

3.Para pekerja yang jujur dan amanah,kebanyakan bangsa Hindia atau Afrika terpilih yang sudah terbukti jujur.Karena faktor pegawai yang culas dan tidak jujur,bisa membangkrutkan sebuah usaha.Di peternakan ini maju terus karena pegawainya semua jujur tidak pernah selingkuh dan bohong.

4.Modal uang pertama pemilik tidak menggunakan uang renten,tetapi uang dari hasil usaha lainnya yang sudah jadi milik pengusaha sendiri.Jadi,di setiap bulannya tidak dikejar-kejar setoran utang atau tagihan bunga dan denda yang bunga berbunga atau uang rente.Selain halal menurut hukum syariat Islam,pemikiran logispun masuk akal,bahwa jika modal tidak terlalu banyak uang renten,semua keuntungan bisa masuk saku atau kas perusahaan seluruhnya.

5.Sistem operasional yang sudah modern dengan manajemen yang profesional,selain beternak juga mereka adalah pengusaha.Ilmu dagang benar-benar diterapkan,misalnya ada target tertentu,ada program tertentu,pembukuan yang rapi dan ketat,disiplin kerja bagi pegawai seperti sistem kerja di pabrik yang operasi 24 jam dalam bidang industri.Jadwal kerja mereka mamakai sistem shift.

6.Utamanya mereka benar-benar dan sungguh-sungguh menjadikan peternakan mereka sebagai “mesin pembuat uang’ .Mengelola peternakan tidak tanggung-tanggung bukan sebagai hobi atau sampingan,tetapi mengelola secara sungguh-sungguh.

7.Secara moral dan spiritual mereka adalah orang-orang taat menjalankan perintah agama.Menjauhi perbuatan bohong,tidak berzinah,tidak selingkuh,tidak mabuk-mabukan atau berjudi.Karena menurut mereka secara keyakinan beberapa hal tersebut adalah penyebab mudah bangkrutnya usaha atau bisnis seseorang.Atau meminjam kata mereka semua perbuatan itu adalah perbuatan pembawa sial.

8.Para pegawainya dibuat puas oleh majikannya,diberi tempat mess yang baik dan layak,diberi tunjangan gaji yang sesuai,diperhatikan kesejahteraan dan kesehatannya,selalu ada hadiah setiap hari jumat atau hari raya lainnya dan berbagai kebaikan pemilik usaha lainnya kepada para pegawai.Sehingga mereka bekerja dengan riang dan tidak berpikir kotor kepada pihak pengusahanya.

Walaupun tulisan sederhana ini saya angkat dari data sebuah Usaha ternak jenis pengusaha kecil,namun semoga ada manfaatnya.

Di tanah air yang tanahnya subur makmur,makanan ternak yang melimpah,serta permintaan pasar yang tinggi,semoga bisa jadi alterntif membuka usaha pembaca bagi yang sedang mencari peluang usaha saat ini.Kenapa tidak membuka usaha pertenakan domba saja,domba lokal kitapun tak akan kalah laku dan kualitasnya bisa bersaing dengan domba luar negeri.Apalagi ditambah sudah banyak saudara-saudara sebangsa yang sudah ahli dan pakarnya peternakan.Selamat berkarya.

Semoga bermanfaat.

1367485106883624670

Kambing-kambing (foto;Aang S)

1367485161109238211

Satu ekor kambing di Riyadh ukuran besar sekitar 30kg bisa 1000 riyal ke atas.(Aang.S)

13674852391516997069

Para pegawai yang jujur dan lurus,adalah penyumbang terpenting utuk kemajuan sebuah Usaha apapun.(Foto;Aang S)

13674853081044136684

Di Saudi yang mengandalkan rumput packing begini bisa maju usaha ternak,apalagi di tanah air yang subur makmur.(Foto;Aang S)

1367485385841477075

Pilih lokasi yang aman,banyak sumber air,kalau bisa di pinggir Sungai dan tanahnya subur.(Foto Aang S)

1367488001472229442

Padang rumput yang luas,membuat ternak banyak bergerak dan baik untuk kesehatan dan menghemat bahan pakan utama (foto;Aang S)

13674885401564173636

Sistem kandang yang sehat dan bersih terawat,syarat majunya sebuah peternakan.Ini model kandang tidak cocok di tanah air,di Saudi karena curah hujan sedikit,cukup di floor saja lantai kandangnya.(Foto milik:Aang S)

Aang D Suherman-Riyadh,KSA.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manajemen Mudik …

Farida Chandra | | 25 July 2014 | 14:25

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 7 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 11 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 12 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 13 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: