Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Bang Pilot

Nama asli : Muhammad Isnaini. Tinggal di Batu Bara, Sumut. Pemilik blog : http://bibitsawitkaret.blogspot.com/ . Menulis apa saja yang selengkapnya

Cara Murah Mengawetkan Kayu

OPINI | 05 May 2013 | 08:51 Dibaca: 2011   Komentar: 7   1

Dewasa ini, harga kayu semakin mahal. Dan akan semakin mahal lagi di masa depan, karena makin sedikitnya hutan penghasil kayu di Indonesia. Hutan kita sudah hampir habis, dan parahnya, banyak pemilik HPH yang meninggalkan begitu saja hutan yang sudah ditebangnya, tanpa melakukan reboisasi. Padahal, melakukan reboisasi adalah tanggung jawab tertulis yang harus dilakukan oleh pengusaha hutan setelah ia menebang kayu di hutan. Pihak yang berwenang untuk menindak pengingkaran kewajiban ini, juga tak bisa diharapkan, mungkin sudah ada permainan di balik layar.

Karena itu, upaya untuk memperpanjang umur kayu yang kita pakai sebagai bahan pembuatan rumah atau bangunan lainnya, layak diusahakan. Berbagai cara untuk mengawetkan kayu telah diketahui orang. Salah satunya adalah dengan menggunakan oli bekas. Oli bekas bisa dibeli di bengkel-bengkel kenderaan bermotor. Biasanya seharga seribu rupiah perliter.

Campurkan oli bekas dengan minyak solar dengan perbandingan 1:1, lalu kuaskan pada kayu yang akan diawetkan secara merata. Perlakuan ini sebaiknya diterapkan saat kayu masih basah, atau setiba dari lokasi pembelian. Setelah itu biarkan kayu kering angin.

Setelah kayu kering, lakukan lagi metode di atas, tapi kali ini campurannya adalah oli satu bagian dan minyak solar dua bagian. Kemudian biarkan kayu kering angin kembali. Namun, bila kayu itu akan diserut atau diketam, maka pengkolteran dengan oli ini dilakukan setelah kayu selesai diserut. Untuk kayu kusen, pengkolteran dilakukan setelah kayu diserut dan setelah kusen jadi, yakni sebelum dipasang.

Kayu yang diperlakukan seperti di atas, tidak akan dimakan bubuk atau pun rayap dan kumbang untuk waktu yang sangat lama. Selain itu, kayu juga jadi lebih tahan terhadap perubahan cuaca.

Keuntungan lainnya, kayu yang sudah dikolter dengan oli bekas, pada waktu dicat dengan cat minyak, tidak akan menyerap cat terlalu banyak seperti kayu yang tidak diminyaki sebelumnya. Sehingga akan menghemat penggunaan cat minyak yang harganya cukup mahal.

Demikian kami tuliskan, semoga berguna.

Salam.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Penjelajah Kuburan, Mencintai Indonesia …

Olive Bendon | | 23 October 2014 | 03:53

Astaghfirulloh, Ada Kampung Gay di …

Cakshon | | 23 October 2014 | 17:48

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

”Inspirasi Pendidikan” dari Berau …

Rustan Ambo Asse | | 23 October 2014 | 18:22

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 5 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 11 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 11 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 13 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Maju Mundur Cantik Kabinet Jokowi ala …

Yudhi Hertanto | 7 jam lalu

Ssstt….Ada Srikandi di Tol Laut …

Aqshaya | 7 jam lalu

Penderita Lumpuh Layu Itu Hidupi Dua …

Asep Rizal | 7 jam lalu

Penumpang Duduk Di Lantai Krl yang Sangat …

Saut Hasiholan | 7 jam lalu

Esok Aku Datang Lagi …

Septi Yaning | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: