Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Erry Adjie

Kembali kepada khittah

Ilmu Tanah Pertanian Islam

OPINI | 07 May 2013 | 01:11 Dibaca: 1249   Komentar: 0   0

1367998287419301319

Berkata Imam An-Nawawi Rahimahullah ;  Profesi yang paling baik adalah pekerjaan yang dilakukan dengan tangannya.

Sesungguhnya pertanian adalah profesi terbaik karena mencakup (3 hal) merupakan (1) pekerjaan yang dilakukan dengan tangan, (2) dalam pertanian terdapat tawakkal dan (3) Pertanian memberikan manfaat yang umum bagi manusia, binatang dan burung.

Buku dasar kimia tanah yang dijadikan buku kuliah wajib di bangku kuliah pertanian, membuka sedikit pemikiran, bahwa sebenarnya tanah adalah senyawa organik dan unorganik yang membentuk ketidakseimbangan pada titik tertentu, hal ini sangat masuk akal karena setiap jengkal tanah bila diteliti apa saja unsur yang ada didalamnya akan berbeda, dipengaruhi oleh udara, air dan bahan mineral dominan didalamnya, tanah bisa menjadi batu, bisa juga menjadi media tanam, bisa juga menjadi makanan untuk tumbuhan dan mahkluk yang hidup disekitarnya

Namun, pertanyaan yang muncul pada saat itu adalah apakah definisi dari Tanah? Karena mayoritas tanaman tumbuh dari tanah (kecuali hydrophonics) dan rekayasa.


Ilmu Tanah

Tanah adalah ciptaan Allah yang hidup, dapat dijelaskan dari berulangnya peringatan bahwa manusia diciptakan dari tanah yang hitam. Dan seluruh ciptaan Allah berzikir kepadaNya.

Ilmu Pengetahuan mengenai tanah yang dimaksud adalah bagaimana seorang manusia mau berfikir mengenai ciptaan Allah untuk memanfaatkanya sebaik-baiknya, (afala ta’qilun, afala yatabadaruun, afala tatafakkarun) apakah kamu tak memakai akal, apakah kalian tak menelaah, apakah kalian tak berpikir.

Dalam pengamatan terbaru mengungkapkan adanya sebuah gunung yang nyata atasnya diselimuti awan, setiap gunung memiliki dasar dan puncaknya yang mencapai ribuan meter, dan inilah awan yang membentuk hawa dingin di puncaknya, dan apakah bila tidak ada gunung (tanah) yang menjulang apakah terdapat butiran es didalamnya? tidak seorangpun dapat melihat gambar tersebut sebelum abad 20 ini, dan Maha suci Allah dalam ayat yang agung kita dapat menemukan menemukan adanya deskripsi yang akurat tentang awan ini.

Allah berfirman:

وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ

“Dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, Maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya”. (An-Nur:43)

Pendekatan ilmu tanah yang saya dapatkan mengenai soil taxonomi, dan teori pedologi serta edapholgi membantu saya untuk mengariskan sebuah kesimpulan, beberapa definisi tanah yang saya pelajari pemahaman mengenai tanah yang masih minim, sehingga petani dan peneliti hanya menyetuh fisiknya, belum sampai pada essensi pengertian mengapa tanah hidup; Definisi tanah menurut berdasarkan referensi buku :

  1. Buku “Ilmu Tanah Jilid III (Tanah, pembentukannya, susunannya, dan pembagiannya)” oleh M. Wicaksoni Wirjodihardjo. Sudut Morfologinya, tanah adalah suatu tubuh, suatu benda alam yang teratur susunannya. Dokuchaev : Tanah adalah hasil kegiatan bersama-sama dan hasil saling mempengaruhi dari bahan-bahan induk, tanaman-tanaman dan hewan-hewan, iklim, umur daerah, dan topografi.
  2. Buku “Kamus Pertanian” oleh Sadjad Sjamsoe’oed, 1993.   Secara umum : Bagian atas kerak Bumi yang telah mengalami pelapukan atau lebih luas dimana berbagai organism dapat hidup baik diatasnya maupun didalamnya. Sudut pertanian : Tanah sebagai media tumbuh alami untuk segala macam tumbuhan dan tanaman diatas permukaan Bumi yang terdiri dari bahan-bahan organic dan mineral.
  3. Buku “Dasar-Dasar Ilmu Tanah Edisi VI” oleh Henry D. Foth, 1994. Berasal dari kata soil yang diambil dari Perancis Kuno turunan bahasa latin “solum” yang berarti lantai atau dasar. Secara umum : Tanah adalah bagian permukaan yang terpisah dari Bumi dan Bulan sebagaimana dibedakan dari      batuan yang padat. Bidang Petani : Sebagai tempat medium tumbuh tanaman budidaya.
  4. Buku “Ilmu Tanah Pertanian” oleh Dr. Ir. E. Saifuddin Sarief. Menurut ilmuwan asal Jerman, Yustus von Liebig (1840) dan Berzelius asal Swedia. Tanah didefinisikan sebagai laboratorium kimia dari alam ini dan tanah terbentuk dari batu-batuan dengan sejumlah bahan organic tertentu sebagai hasil pengurangan sisa tumbuhan.
  5. Buku “Pertanahan Dalam Era Pembangunan di Indonesia” (Departemen Penerangan RI, Jakarta, 1982, Hal.13-14). Tanah adalah sumber daya alam dan sumber hidup serta kehidupan kini maupun di masa datang. Setiap bangsa memiliki aturan-aturan atau norma-norma tertentu dalam penggunaan, penguasaan, pemilikan, dan pemanfaatan tanah untuk hidup dan kehidupannya, secara kompleks mengakomodasi kepentingan dan kelanggengan kehidupan berbangsa dan bernegara.
  6. Buku “Konservasi Tanah dan Air” oleh Sitanala Arsyad, 2006. Tanah adalah suatu benda alami heterogen yang terdiri atas komponen-komponen padat, cair, gas, dan mempunyai sifat serta perlaku yang dinamis.
  7. Buku “Kimia Fisik Tanah” oleh Latifah K. Darusman. Tanah merupakan campuran dari komponen padatan-padatan anorganik dan organic, udara, air, dan mikroorganisme.
  8. Pengantar Agronomi, Departemen Agronomi, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor oleh M.M. Sri Setyati Harjadi, penerbit PT Gramedia Jakarta, 1984. Istilah tanah mempunyai berbagai arti untuk orang-orang yang berbeda. Ibu rumah tangga, ahli geologi, insinyur sipil, dan ahli pertanian. Bagi ahli pertanian, tanah merupakan bagian-bagian Bumi dimana akar tanaman tumbuhan. Tanah merupakan komponen hidup dari lingkungan yang penting, yang dapat dimanipulasi untuk mempengaruhi penampilan tanaman.
  9. Buku “Ilmu Tanah” oleh Prof. Dr. Ir. H. Sarwono Hardjowigeno, M.Sc, penerbit Akademika Pressindo Jakarta, 2007. Pengertian tanah dalam definisi ilmiah adalah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horison, terdiri dari campuran bahan mineral, organik, air dan udara sebagai media untuk tumbuhnya tanaman.
  10. Buku “Dasar-Dasar Kimia Tanah Pertanian I” oleh Bambang Siswanto, Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, 2011. Tanah didefinisikan sebagai massa yang berada di permukaan Bumi, didalamnya terdapat bahan-bahan koloid organic, bahan-bahan mineral, sisa-sisa tumbuhan-tumbuhan dan hewan yang telah mati, udara tanah dan air tanah dalam jumlah berbeda-beda dari suatu tanah ke tanah pingin ke orang lain.
  11. Buku “Dasar-Dasar Ilmu Tanah” oleh Henry D. Foth, penerbit Gadjah Mada University Press, 1998. Tanah dapat didefinisikan bahan mineral yang tidak pekat (unconsolidated) pada permukaan tanah yang telah dan akan selalu digunakan untuk percobaan serta dipengaruhi oleh faktor-faktor genetic dan lingkungan bahan induk, iklim (termasuk pengaruh kelembaban dan suhu), makro dan mikro organisma serta topografi yag semuanya berlangsung pada suatu periode tertentu dan menghasilkan produk tanah yang berbeda dari bahan asalnya pada banyak sifat-sifat fisika, kimia,dan biologi serta cirri-cirinya.
  12. Pengantar Fisika Tanah, oleh Daniel Hillel, penerbit Mitra Gama Widya, 1997. Tanah adalah bahan dasar bagi semua kehidupan di Bumi. Campuran penyusun tanah yang kompleks dan subur berperan memberi kehidupan, merupakan bidang dengan kajian yang sangat menarik. Tanah berperan sebagai media tumbuh tanaman dan kegiatan mikrobiologi saja, tetapi juga sebagai penampung dan pabrik daur ulang bagi berbagai sisa-sisa produk yang dapat meracuni lingkungan. Dua pemahaman utama yang sangat mendasari pengertian tentang tanah berdasar-kan ilmu pertanian adalah: (1) Tanah sebagai tempat tumbuh dan penyedia kebutuhan tanaman. (2) Tanah berfungsi sebagai pelindung tanaman dari serangan hama dan penyakit serta dampak negatif pestisida dan limbah industri yang berbahaya.

Nah, pendapat terakhir yang saya tanyakan kepada seorang Ustad mengenai definisi tanah adalah : Didalam Al Quran terdapat 67 kata yang berartikan tanah, artinya manusia diperintahkan untuk mempelajari dan memahami tanah, dalam ayat Al Quran antara lain adalah; Al Qaff ayat 11.

Yang bertafsir: Untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.

Dari sekian banyak isi Al Quran yang menyatakan hal mengenai tanah tersebut, ada garis merah yang dapat ditarik dengan jelas, tanah yang sedemikian kompleks substansinya, menjadikanya hidup, dan merupakan zat yang ada didalam seluruh tubuh manusia.Sebagaimana makhluk hidup, tanah mempunyai “daya tahan” untuk tetap hidup, dengan segala phenomena alam yang membantu tanah menjadi sebuah substansi inti dari kehidupan manusia, memberikan kebangkitan dari suatu keadaan.

Bila berbicara pertanian maka masih banyak ilmuan dan sarjana pertanian yang melihat hasil tanaman yang tumbuh, mengkuantifikasikan hasil dari yang ditanam, menghitung bila hasil buah yang dihasilkan menjadi kebanggaan karena besar, manis, banyak, bagus dan seterusnya. Namun jarang pernah bertanya, ‘Darimana tanaman ini bisa menghasilkan sebuah hasil yang baik ?

Bila secara nyata Allah berfirman ‘maka siapakah yang menumbuhkannya, apakah Aku atau kamu yang menumbuhkanya” dan “Kuciptakan segala sesuatunya dengan ukurannya ?

Perhatian terhadap kehidupan atau kesuburan tanah menjadi prioritas pertama untuk menyadari dan melakukan pertanian yang hasilnya diharapkan menjadi baik. Perhatian saya dimulai dari pertanyaan, bila tanah hidup maka buktikanlah bahwa kamu hidup, ciri ciri dari sesuatu yang hidup adalah bila mendapatkan suatu input (intake) maka dia akan bereaksi dan menjawab dengan caranya, atau bila diberi rangsangan maka dia akan menunjukan reaksi yang menjawab, dalam waktu tertentu. Survey saya ke lahan sawah, lahan perkebunan di areal yang berdekatan, menemukan perbedaan yang sangat mengejutkan, masing masing tanah menunjukan morfologi yang berbeda, keras berwarna hitam, hitam dan lempung dan ada yang basah berwarna merah tua. Setelah mendapatkan informasi bahan apa saja yang diberikan ditaburkan diatas tanah tersebut BARULAH SAYA MENYIMPULKAN, tanah yang sering diberi pupuk kimia cenderung berwarna hitam dan cenderung keras pada level air yang sama. Tanah yang jarang diberi pupuk kimia, cenderung berwarna merah tua dan lebih lembut (empuk). Hal pengamatan secara sederhana ini menyimpulkan bahwa dalam keadaan normal terjadi ketidak seimbangan yang menimbulkan suatu kondisi kohesif yang positif didalam tanah. Walaupun teori para ahli membagi jenis tanah terdapat 8 jenis tanah berdasarkan pembentukannya: podzolit, organosol, aluvial, kapur, vulkanis, pasir, Humus, dan laterit, dan mengklasifikasi kan tanah menurut interaksi lapisan lapisan ditanah dengan jenis tanah utisol, latosol, Andosols, entisol, oksisol dan hitosol; hal tersebut adalah hasil dari pengamatan para ahli dalam keadaan statis, sedangkan dalam buku yang lain disebutkan bahwa tanah ada kondisi dinamis yang bergerak, seperti dikatakan dalan teori Robert Brown di tahun 1858, yang menemukan bahwa sel yang bergerak di dalam sebuah cairan memiliki patren yang mencari kelonggaran disekelilingnya, menciptakan gesekan dan perubahan struktur yang dinamis. Sel bila dikatakan tidak hidup dapat bergerak dan membelah diri, sedangkan didalam tanah bila terdapat air, maka berjuta juta sel “brown’ bergerak menyesuaikan dan mencari tempat yang lebih leleuasa.

Apakah hal ini yang menyebabkan tanah menjadi hidup ?

Bila diperdalam lagi, sesungguhnya Allah menciptakan alam semesta dalam keadaan yang seimbang, saling berinteraksi dan membantu pada porsinya, dan mengalami evolusi karena mencari keseimbangan secara makro dan mikro, namun, apakan akal manusia bisa mendefinisikan keseimbangan, kenormalan, bila object tersebut diciptakan oleh yang maha seimbang?. Pertanyaan ini menggugah karena ilmu manusia yang membahas sedemikian banyak definisi tanah tidak mencantumkan bahwa –manusia diciptakan dari tanah (mungkin tanah di surga mungkin diambil dari bumi)- , dan tanah dapat hidup karena ijin Allah yang memberikannya air sebagai kehidupan –

Selayaknya mahkluk hidup lainnya, tanah beradaptasi terhadap keadaan sekelilingnya, bila tanah dimasukan bahan kimia terus menerus, maka beberapa residu sisa dari kimia yang tidak terserap (karena kondisinya tidak seimbang) menjadikan morfologi tanah berubah dan menjadikan jerapan mineral residu kimia baru karena kondisinya terus menerus menyesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Pertanyaan yang sering saya tanyakan kepada petani adalah bila tanaman terlihat tumbuh dengan baik, manakah yang subur, tanamannya atau tanahnya? Rata rata mereka menjawab tanamannya yang subur. Dalam pembelajaran yang saya fahami, tanah dalam strukturnya mengandung mineral yang merepresentasikan mineral dari batuan yang ada diatas gunung disekitarnya, karena merupakan lapukan dari batuan diatas gunung yang terbawa oleh air ataupun land slide (longsoran). Seperti diketahui juga bahwa pelapukan sebuah batu (yang mengandung mineral tertentu) dibantu oleh mikroba dan lumut (tumbuhan bersel satu) yang hidup di inangnya, dan merupakan fenomena alam bahwa sebuah batu yang keras dapat hancur bila ditetesi oleh air secara terus menerus, mengapa hal ini bisa terjadi? Apa yang ada di dalam kekuatan air sehingga sebuah batu bisa hancur? - Akan kita bahasa dalam bab mengenai air.

Dalam teori biologi bahwa tumbuhan dan mikroba bersel tunggal selalu mencari tempat dia hidup, atau (inangnya) dan secara alami di dalam udara bakteri tersebut airborne atau terbawa di dalam seluruh udara, bila microbakteri di udara menemukan tempat hidup dari bakteri tersebut, (biasanya mengandung air) maka bakteri menghinggap dan berproduksi. Tumbuhan bersel satu atau mikroba juga bernafas, nafasnya menghirup gas tunggal seperti N2, H2, C2, O2, S2, setelah masa hidupnya yang sudah cukup, maka mikroba membelah diri menjadi 2-8 bagian dan memulai siklus hidupnya lagi, sisa dari pembelahan tersebut ternyata masih tertinggal di dalam inang tempat hidupnya, berupa enzim yang mengandung mineral yang ada di permukaan inangnya bercampur dengan gas yang dihirup, enzim ini sering disebut sebagai asam humat, karena kompleksitas senyawa dari kumpulan humat yang bersifat asam. Dari sinilah kesuburan sebuah tanah tercipta dan terus berinteraksi dengan zat yang lain membentuk suatu senyawa kompleks yang berbeda beda dari setiap jengkalnya. Namun tetap mereprentasikan mineral yang ada didataran tinggi sekitarnya dalam bentuk asam humat. Asam humat merupakan bahan dasar dari top soil yang sering disebut sebagai bahan organik, yang pararel menentukan kesuburan tanah membentuk humus setra lapisan hitam diatas tanah. Proses dekomposisi dari seresah, kotoran hewan juga menjadi berperan karena merupakan makanan yang diperlukan oleh mikroba tadi, karena kotoran, dan seresah adalah sisa dari berbagai macam mineral yang sudah terproses dalam suatu siklus dekomposisi dan meninggalkan makanan untuk microba.

Teori mineral yang menarik lagi adalah bila kita membakar sebuah daun kangkung menjadi abu dan memasukannya ke dalam laboratorium, maka laboratorium dapat dengan mudah menyatakan bahwa abu tersebut mengandung mineral mirip dengan daun kangkung, hal ini pun akan menjawab mengapa kotoran manusia menjadi pupuk yang paling baik dimuka bumi ini, manusia memakan segala jenis daging sayur dan lain lainnya, sisa dari makanan tersebut masih merepresentasikan apa yang kita makan sehari hari, dengan menggunakan kotoran manusia, maka niscara mineral yang diperlukan untuk tanah menjadi subur dapat terpenuhi. Walupun terdengar aneh dan menjijikan, kenyataannya negara China yang menggolah limbah toilet dan menjualnya menjadi pupuk yang mahal, dan pertanian negara tirai bambu tersebut masih terlihat bertahan dan dapat memenuhi kebutuhan 2 millar penduduk domestiknya. Proses dekomposisi yang sempurna tidak meninggalkan bau dan bentuk, hanya seperti pasir hitam yang lembut, kompos yang sudah terdekomposisi dengan baik adalah bahan organik yang bila dimasukan ke alam tanah akan bercampur dengan mineral domestik, membuat keseimbangan baru, membentuk kesuburan tanah yang baru. Bila hal ini diperkaya lagi dengan hadirnya bakteri yang dapat memproduksi asam humat yang diperlukan oleh tanaman, maka lengkaplah asupan persediaan makanan tumbuhan di dalam tanah.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ .

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan, kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (Q.S. al-Hajj [22]: 5)

- Sesungguhnya kamu kuciptakan dari tanah yang hitam, dan kamu akan kembali menjadi tanah-

Selanjutnya pemahaman dan menentukan manakah yang dinamakan tanah yang subur? Bagaimanakah cara mengoptimalkannya menjadi hidup dan menjadi tempat tumbuhnya tanaman yang kita inginkan ?

Pengertian yang saya dapatkan dari surat Yasin ayat 36. Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan. “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]

Berpasangan dalam hal micro organisme seperti apa? Ilmu yang membahas hal sudah juga dikenal oleh manusia disajikan dalam pupuk microba cair, namun hanya peneliti laboratorium yang sehari harinya melakukan inokulasi microba untuk menjadikanya dominan disuatu tempat, yang mengetahui dengan pasti bahwa mircoba A dan B akan berinteraksi dan menjadikanya sesuatu yang baik, beberapa pupuk micro organisme sudah terbukti membantu pertumbuhan tanaman dan secara jangka pendek sudah meningkatkan hasil tanamannya.

Dilanjutkan pada Konsep Pertanian Islam (2) >>

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Kinerja Warga Kubangwungan …

Roselina Tjiptadina... | | 21 December 2014 | 22:08

Kejutan Tingkah Polah Remaja di Lokasi …

Dhanang Dhave | | 22 December 2014 | 11:47

Rimba Beton dalam Labirin Kota …

Ratih Purnamasari | | 22 December 2014 | 11:25

Drama Proyek Jembatan Linggamas …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 12:32

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Ibu Melemparku ke Tiga Benua …

Sunaryoadhiatmoko | 11 jam lalu

Hari Ibu Selow Aja …

Ifani | 12 jam lalu

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 19 jam lalu

Karena Gede Pasek, SBY Akan Terus Berjaya …

Giri Lumakto | 20 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: