Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Luqman Hakim

Muslim, chemical Engineer soon, dream fighter

Olahan Buah Nangka Sebagai Alternatif Lapangan Pekerjaan Warga Kecamatan Gunungpati

REP | 13 July 2013 | 09:01 Dibaca: 656   Komentar: 7   3

Gunungpati merupakan salah satu kecamatan di Kota Semarang yang memiliki potensi buah-buahan melimpah. Buah nangka adalah salah satu buah yang melimpah di Gunungpati hal ini ditunjukkan dengan hasil panen sebanyak 1.481,25 ton per tahunnya.

Namun nangka yang dihasilkan, langsung dijual kepada konsumen sehingga seringkali buah nangka tersebut membusuk sebelum terjual karena hasil nangka yang melimpah.

Untuk mengurangi buah nangka yang terbuang sia-sia karena busuk dapat dilakukan dengan mengolahnya terlebih dulu sebelum dipasarkan, hal ini tentunya juga dapat meningkatkan nilai jual dari buah nangka, dengan meningkatnya nilai jual buah nangka diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga Gunungpati.

Tim PKM –M (Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Masyarakat) Universitas Diponegoro yang beranggotakan Arianti Nuur Annisa, Anna Farida, Luqman Hakim, Gita Permana Putra dan Dhany Mirnasari telah melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada warga Kecamatan Gunungpati untuk melakukan pengolahan buah nangka menjadi produk sirup, selai dan sari buah.

Pelatihan pengolahan produk sirup, selai dan sari buah ini telah meningkatkan lapangan pekerjaan bagi warga kecamatan Gunungpati. Dengan adanya pelatihan ini, warga yang semula tidak memiliki pekerjaan, kini dapat memiliki penghasilan dengan mengolah buah nangka menjadi produk unggulan yang kemudian dipasarkan di warung – warung sekitar. Selain itu, warga telah memiliki tempat produksi khusus produk olahan nangka ini, sehingga mutu dan kualitas produk olahan nangka dapat terjamin. Adapun lokasi produksinya terletak di Dukuh Puntan RT.02/RW.01 Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Semarang telah memberikan nomor ijin P-IRT untuk produk olahan nangka ini berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga Nomor HK.03.1.23.04.12.2205 tanggal 5 April 2012. Adapun nomor ijin P-IRT yang diberikan adalah Sirop Nangka (P-IRT No. 1143374012344-18), Sari Buah Nangka (P-IRT No. 2143374022344-18) dan Selai Nangka (P-IRT No. 2083374032344-18).

Dengan pengolahan buah nangka menjadi produk sirup, selai dan sari buah diakui dapat menurunkan resiko terbentuknya gas di dalam tubuh setelah mengonsumsi buah nangka. Sehingga produk olahan buah nangka ini aman bagi para penderita maag, bahkan aman dikonsumsi oleh balita.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belum Lebaran kalau Belum ke Pasar Malem …

Nanang Diyanto | | 02 August 2014 | 10:03

Upie Guava yang Tetap Rendah Hati …

Ahmad Imam Satriya | | 02 August 2014 | 11:23

Eksotisme Sisi Barat Gunung Kidul …

Yswitopr | | 02 August 2014 | 09:29

Gedung Flora di Malang …

Abdul Malik | | 02 August 2014 | 08:36

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: