Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Giyono Trisnadi

Menulis dari sudut pandang seorang dokter hewan dan diniatkan untuk memperbaiki diri sendiri, syukur kalau selengkapnya

Pak Presiden, Apa Sih Sulitnya Menurunkan Harga Daging Sapi Sebelum Lebaran 2013

OPINI | 14 July 2013 | 05:44 Dibaca: 532   Komentar: 10   3

13737549861466817224Harga daging sapi sekarang sangat tinggi, berita dari merdeka.com, Harga daging sapi yang semula stabil di kisaran Rp 95.000 per kilogram (kg) kini melonjak ke kisaran Rp 105.000 per kilogram. “Hari Senin kemarin, daging sapi mencapai Rp 105.000 di Bandung. Terlebih Senin adalah munggahan terakhir,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Jawa Barat Ferry Sofwan, di Bandung, Rabu (10/7). Harga daging yang menembus Rp 100.000 per kg dinilai tidak rasional… (http://m.merdeka.com/uang/harga-daging-sapi-kalau-sudah-naik-susah-turunnya.html).

Harga daging sapi yang tinggi seperti sekarang ini siapa yang beruntung..? Peternak, pedagang sapi (belantik), jagal sapi, pedagang daging (importir, pasar becek), penjual bakso, pabrik bakso, pabrik sosis atau masyarakat…? Apakah dikira semua peternak diuntungkan? Jawabannya adalah tidak. Peternak lokal sedikit banyak memang diuntungkan apabila bisa memanfaatkan momentum ini dengan baik. Peternak besar (feedlotter) yang biasanya import sapi bakalan ternyata banyak dirugikan juga karena impor sapi bakalannya sangat dibatasi , sementara untuk mengisi kandangnya harus mengambil sapi lokal yang harga nya sudah tinggi oleh karena itu sudah banyak PHK di sektor ini. Para importir daging sapi juga tidak diuntungkan (terbukti sampai ada yang harus masuk bui untuk rebutan kuota)…., pedagang pasar dan tukang baso sudah lama menjerit dengan tingginya harga daging sapi apalagi masyarakat sebagai pembeli. Oleh karena itu bagus apabila secepatnya dicari solusi yang tepat untuk menurunkan harga daging yang tinggi sperti sekarang ini.

Sementara itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga mempunyai perhatian khusus tentang masalah tingginya harga daging sapi ini…, JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan kekecewaannya atas kinerja para menteri dalam mengatasi kerusuhan dan pembakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Medan, dan kenaikan harga daging sapi. SBY pun “menyemprot” para menteri yang hadir dalam rapat terbatas di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Sabtu (13/7/2013). “Saya harus menyatakan permintaan maaf, hari Sabtu harus rapat. Terpaksa saya harus menyampaikan ketidaksenangan saya atas sejumlah isu dan saya sudah meminta maaf karena ini bulan puasa,” ujar Presiden…. dst… Sementara itu, terkait kenaikan harga daging sapi, Presiden mengaku dirinya sudah merasa tak sabar. “Terus terang, saya tidak sabar sama dengan tidak sabarnya rakyat. Mbulet,” kata Presiden. (http://nasional.kompas.com/read/2013/07/13/1255474/Presiden.Semprot.Menteri.Terkait.Lapas.Tanjung.Gusta.dan.Daging.Sapi)

1373755117141755922

Pengakuan ketidak sabaran mengenai tingginya harga daging sapi adalah sangat menarik…. Kita tidak perlu menafsirkan semprotan Presiden SBY kepada para menteri tersebut adalah ketidak sabaran, keluhan, kebimbangan, atau apa.. Kita bahas cara menurunkan harga daging sapi itu saja.

Hanya mimpi kalau menurunkan harga daging menunggu rapat-rapat yang diadakan kementerian perdagangan dan kementerian pertanian. Benar kata bapak Presiden SBY tentu MBULET. Jangan jangan hasil rapatnya hanya ditindak lanjuti dengan rapat rapat lagi… sehingga membuat orang tidak sabar. Untuk menurunkan harga daging sapi perlu cara khusus, … cara yang tidak biasa, yaitu:

1. Lelang jabatan.

Ganti pejabat yang terkait dengan harga daging sapi dengan Lelang jabatan yang terkait tingginya harga daging sapi. Dengan tantangan berapa cepat mereka bisa menurunkan harga daging sapi tanpa merugikan masyarakat, dan juga dengan konsep berupa sistem peternakan yang handal yang bisa mengakomodasi semua kepentingan masyarakat luas (Jokowi sudah melakukan lelang jabatan, jangan kalah).

2. Lelang harga daging sapi

Adakan lelang bagi siapa saja baik Perusahaan impotir daging (swasta) maupun BUMN yang bisa mendatangkan daging dalam waktu dekat dengan harga termurah dan bisa mendistribusikan ke pasar maupun ke masyarakat dalam waktu yang terbatas dengan memberi ijin dengan jumlah impor dan waktu tertentu. dengan ketentuan ijin tidak berlaku bila melampaui waktu yang ditentukan (ijin pemasukan daging sapi hanya dipakai sampai bulan ramadhan).

3. Lelang Jabatan dan lelang harga daging sapi sekaligus.

4. Apabila cara ke 3 tidak bisa dilakukan pakai cara ke 1 dan seterusnya.

Kalau mau dan sudah tidak sabar untuk menurunkan harga daging sapi sesungguhnya dengan konsep seperti tersebut di atas Presiden gampang untuk melakukannya. Jadi apa sih sulitnya menurunkan harga daging sapi..? Kendalanya hanya satu dan itu sudah kronis.. yaitu kebimbangan..

1373755334787458679

(Tulisan lain: www.kompasiana.com/gtrinadi dan blog:  www.karyadrh.blogspot.com )

Tags: nnnn

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 5 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 6 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 9 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: