Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Bang Pilot

Nama asli : Muhammad Isnaini. Tinggal di Batu Bara, Sumut. Pemilik blog : http://bibitsawitkaret.blogspot.com/ . Menulis apa saja yang selengkapnya

Cara Mengendalikan Gulma di Kebun Sawit dengan Herbisida

OPINI | 15 December 2013 | 21:05 Dibaca: 1301   Komentar: 10   5

Tadi siang ada sohib kompasianer yang mengirim sms, menanyakan masalah pengendalian gulma di perkebunan sawit miliknya. Saya kemudian menjawab semampunya. Namun, tentu saja jawaban saya via sms itu tak akan cukup untuk memberikan pencerahan yang memadai sehubungan pertanyaan tadi. Karena itu, di sini saya coba tuliskan sedikit tentang cara menangani rumput dan/atau gulma yang mengganggu tanaman kelapa sawit, terutama kebun sawit milik rakyat.

Dalam dunia pertanian, cara paling cepat dan murah untuk mengendalikan gulma adalah dengan menyemprotnya menggunakan air yang dicampur herbisida. Untuk gulma dengan tinggi di bawah pinggang, maka rata-rata menghabiskan herbisida 100 ml untuk luasan satu rante atau 400 meter persegi. Herbisida 100 ml tadi dilarutkan pada 15-16 liter air, atau satu ukuran tangki knapsack sprayer. Biaya herbisida rp.6.000 rupiah dan upah menyemprot satu tangki rp.5.000. Terbilang 11.000 rupiah dana yang dihabiskan untuk mengendalikan gulma pada tanaman kelapa sawit seluas satu rante. Bandingkan dengan metode lain, semisal membabat lalu menggaruknya. Paling tidak akan menghabiskan biaya rp.50.000, karena pekerjaan itu membutuhkan 1 HK (hari kerja).

Betapa pun menguntungkannya, herbisida tetaplah bahan kimia yang mengandung unsur-unsur yang bersifat meracuni alam. Karenanya, penggunaan herbisida harus dikendalikan, dan sedapat mungkin dihemat. Beberapa cara untuk menghemat pemakaian herbisida telah kami tulis sebelumnya, dan ada pula beberapa lagi yang ditulis oleh kompasianer Ir.H.Dian Kusumanto.

Secara asas kerja, herbisida dibagi menjadi dua. Herbisida yang bersifat sistemik dan yang bersifat racun kontak. Herbisida sistemik maksudnya, bila larutan yang disemprotkan mengenai sebagian daun atau batang gulma, maka keseluruhan gulma itu akan mati. Ini disebabkan karena racun yang terserap oleh rumput, ditranslokasikan ke seluruh bagian batang tubuh rumput.

Herbisida sistemik dibagi dua lagi, purna tumbuh dan universal. Herbisida sistemik purna tumbuh hanya membunuh rumput yang sudah hidup, sedangkan herbisida sistemik universal membunuh rumput yang sudah tumbuh berikut biji, rimpang atau sporanya. Sebagai contoh herbisida sistemik universal adalah Roundup, atau Rambo, atau Basmilang (mengandung glifosat) yang dicampur Ally 20WP.

Herbisida non sistemik, atau herbisida racun kontak, maksudnya adalah herbisida yang hanya mematikan bagian yang terkena cairan semprotan. Racun yang mengenai bagian tubuh rumput, tidak ditranslokasikan ke bagian lain. Biasanya herbisida jenis ini mengandung paraquat. Contohnya Herbatop dan Gramoxone. Herbisida jenis ini membutuhkan semprotan volume tinggi agar hasil bisa merata.

Lalu, bagaimana cara terbaik mengendalikan gulma pada kebun kepala sawit?

Jawabannya adalah : untuk piringan tumbuh tanaman kelapa sawit, gunakanlah herbisida non sistemik, semisal Herbatop atau Gramoxone. Bisa juga merk lainnya. Herbisida jenis ini dipercaya tidak terlalu merusak perakaran tanaman kelapa sawit. Untuk herbatop, saya dulu mencampur 60 ml ke dalam satu tangki semprot. Utamanya saat hari sedang panas terik. Sedangkan untuk gawangan atau lorong tanaman kelapa sawit, gunakan herbisida sistemik sebanyak 100 ml per 15 liter air. Untuk memperkuat efek bahan aktif, bisa ditambahkan satu genggam pupuk urea yang dilarutkan pada air satu tangki semprot, lalu diaplikasikan ke lapangan secara merata.

Ada pun Ally dapat dicampurkan pada larutan herbisida untuk mengendalikan gulma di lahan yang baru dibuka, atau lahan rawa.

Hal lain yang patut diperhatikan ialah, jangan menyemprot gulma saat cuaca sedang mendung atau saat angin bertiup keras. Jangan makan, minum atau merokok saat masih bekerja. Saat menyemprot, belakangi arah datangnya angin. Gunakan masker, sarung tangan, sepatu boot dan perlengkapan pengaman lainnya. Jangan lupa bawa tang dan jarum pentol. Kedua barang terakhir ini sangat berguna saat nozzle knapsack sprayer anda tersumbat kotoran. Mandilah dengan menggunakan sabun yang cukup begitu pekerjaan selesai atau saat akan makan/minum.

Bila anda pekerja yang sering berhubungan dengan pestisida atau herbisida, sering-seringlah menkonsumsi susu segar. Kalau tidak ada, bolehlah meminum susu kental manis satu kaleng, tanpa campuran lain. Kalau tidak ada juga, perbanyaklan memakan buah segar yang bebas dari perlakuan racun, semisal jambu biji. Kalau itu pun tidak ada juga, perbanyaklah lagi berdoa minta kesehatan dan panjang umur.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 11 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 12 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 13 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 14 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 12 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 12 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 12 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 13 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: