Back to Kompasiana
Artikel

Agrobisnis

Balai Lelang Indonesia

National Union Farmer struggle for farmer

Tanggapan Atas Rencana Lelang Aset PT.Benua Indah Group Berupa Pekerbunan Sawit Oleh KPKNL Melalui Pengadilan Negeri Ketapang Kalimantan Barat Tanggal 20 Desember 2013

REP | 17 December 2013 | 17:03 Dibaca: 313   Komentar: 0   0

PENGUMUMAN PENTING

BANTAHAN

TANGGAPAN ATAS RENCANA LELANG ASET PT.BENUA INDAH GROUP BERUPA PEKERBUNAN SAWIT OLEH KPKNL MELALUI PENGADILAN NEGERI KETAPANG KALIMANTAN BARAT

di Surat kabar Tribun Pontianak yang terbit pada Hari Kamis Tertanggal 21 November 2013 dan Jumat tertanggal 06 Desember 2013

Nomor : 11/B/HC/XII/2013

Menunjuk Pengumuman Pertama dan Kedua Eksekusi Lelang nomor :01/pdt.eksLelang?2013?PN/KTP Jo.Nomor 262/Pdt.G2008/PN?Jkt.Sel yang dimuat di Surat kabar Tribun Pontianak yang terbit pada Hari Kamis Tertanggal 21 November 2013 dan Jumat tertanggal 06 Desember 2013 maka , untuk dan atas nama klien kami PT Subur Ladang Andalan, PT Antar Mustika Segara, PT Bangun Maya Indah, PT Duta Sumber Nabati, biasa disebut Benua Indah Group Divisi Perkebunan dengan ini kami sampaikan :

· Bahwa menurut kami lelang sebagaimana dimaksud Pengumuman Kedua Eksekusi Lelang nomor :01/pdt.eksLelang?2013?PN/KTPJo.Nomor 262/Pdt.G2008/PN?Jkt.Sel yang dimuat di Surat kabar Tribun Pontianak yang terbit pada tanggal 06 Desember 2013 jelas-jelas bertentangan dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

· Bahwa rencana lelang tersebut terkait sengketa kredit antara klien kami dengan Bank Mandiri.

· Bahwa sesuai Putusan MahkamahKonstitusi Nomor 77/PUU-IX/2011 terkait perkara Pengujian Undang-Undang Nomor 49 Prp. Tahun 1960 tentang PanitiaUrusan Piutang Negara terhadap Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945,Bahwa Panitya Urusan Piutang Negara yang selama ini menjadi pihak penagih hutang pada klien kami sudah tidak mempunyai hak untuk melakukan lelang dan menjual aset kami yang ada pada Bank Mandiri

· Bahwa dengan dilakukannya lelang eksekusi oleh KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Pontianak tidak sah dan melanggar peraturan dan Undang Undang

· Bahwa berdasarkan PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168/PMK.06/2013TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN PENGURUSAN PIUTANG YANG BERASAL DARI PENYERAHAN BADAN USAHA MILIK NEGARA/BADAN USAHA MILIK DAERAH DAN BADAN USAHA YANG MODALNYA SEBAGIAN ATAU SELURUHNYA DIMILIKI OLEH BADAN USAHA MILIK NEGARA/ BADAN USAHA MILIK DAERAH . Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang harus mengembalikan pengurusan tagihan hutang klien kami kepada Pihak Bank Mandiri

· Bahwa sesuai Pasal 2 PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168/PMK.06/2013

  1. · Ruang lingkup pengembalian pengurusan piutang meliputi seluruh piutang yang pengurusannya telah diserahkan oleh Penyerah Piutang kepada PUPN Cabang.(Piutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah piutanG dan masih aktif diurus oleh PUPN Cabang; dan sudah dinyatakan PUPN Cabang sebagai piutang yang sementara belum dapat ditagih
  2. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang harus mengembalikan pengurusan tagihan hutang klien kami kepada Pihak Bank Bandiri

· Bahwa pengembalian Aset Aset terhutang kami yang diserahkan oleh pihak Bank Mandiri kepada KPKNL /PUPN berdasarkan PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168/PMK.06/2013belum pernah diberitahukan kepada Klien kami artinya terjadi pelanggaran hukum yang serius dan bisa masuk kategori pengelapan terhadap aset klien kami dalam eksekudi lelang yang dilakukan pengadilan negeri Ketapang

· Bahwa sesuai ketentuan UU RI No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas; PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk statusnya adalah Perusahaan Terbuka yang mempunyai kekayaan sendiri sehingga KPKNL Pontianak sama sekali tidak mempunyai hak atau wewenang untuk melaksanakan Lelang terhadap asset milik Benua Indah Group; karena yang berwenang melakukan lelang adalah Pengadilan Negeri; karena itu Lelang yang dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2012 tidak sah/batal demi hukum.

· Perlu kami garis-bawahi bahwa Mahkamah Agung sudah mengabulkan dan memenangkan gugatan klien kami kepada Bank Mandiri sebagaimana tertera dalam putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No.285 PK/Pdt/2010 tanggal 27 September 2010.

· Merujuk pada Putusan Mahkamah Agung No.285 PK/Pdt/2010 maka kami akan segera melunasi kewajiban kami sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

· Bahwa pembayaran utang klien kami kepada Bank Mandiri merupakan pelaksanan putusan pengadilan, oleh karenanya harus dilaksanakan dalam koridor sistem peradilan yaitu melalui mekanisme pemanggilan dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk melaksanakan putusan dan bukan melalui lelang yang dilakukan oleh KPKNL Pontianak karena yang berhak melaksanakan eksekusi putusan pengadilan adalah pengadilan itu sendiri.

· Bahwa hingga saat ini, klien kami masih menunggu pemanggilan dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk pelaksanaan eksekusi dari isi putusan PK No. 285 PK/Pdt/2010 tanggal 27 September 2010.

· Bahwa oleh karena itu KPKNL Pontianak tidak berhak untuk melakukan lelang terhadap asset klien kami.

· Bahwa perlu kami informasikan jika saat ini juga sedang ada gugatan perwakilan kelompok dari 3663 petani peserta plasma kepada Bank Mandiri yang secara hukum memiliki keterkaitan erat sengketa klien kami dengan Bank Mandiri. Gugatan tersebut terregister dengan Nomor: 677/Pdt.G.2011/PN.JKT.Sel saat ini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

· Bahwa oleh karena itu rencana lelang yang akan dilakukan oleh KPKNL Pontianak pada tanggal 12 Juli 2012 adalah tindakan yang menyalahi peraturan perundang undangan yang berlaku dan oleh karenanya harus dibatalkan.

· Bahwa untuk itu kami mengingatkan kepada khalayak ramai agar tidak mengikuti lelang yang menyalahi peraturan perundang-undangan tersebut demi menghindari kerugian dan resiko tuntutan hukum dari pihak klien kami dan petani peserta plasma yang merasa dirugikan baik secara perdata maupun secara pidana berdasarkan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Jakarta Selasa 17 Desember 2013

Kuasa Hukum Benua Indah Group

· (Habiburokhman,SH)

· (Munathsir Mustaman, SH)

· Maulana Bungaran ,SH

· Andi Merrie Muhamadiyah ,SH

· Irwan Suhanto,SH

1387274517849570869


13872745801606243045138727460045332898

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 7 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 7 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 8 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 13 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Cacat Kusta Turun ke Jalan …

Dyah Indira | 11 jam lalu

Sayin’ “I Love to Die” …

Rahmi Selviani | 11 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Andrias Bukaleng Le... | 11 jam lalu

Ratapan Bunga Ilalang …

Doni Bastian | 11 jam lalu

Mulut, Mata, Telinga dan Manusia …

Muhamad Rifki Maula... | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: