Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Asrini

Karena keyakinan lahirnya dari hati

Kaisar di Indonesia, Dollar Amerika?

OPINI | 03 March 2010 | 10:30 Dibaca: 584   Komentar: 58   5

Sekali waktu dollarku tertekuk dibagian ujung karena disimpan dalam dompet, walaupun cuma satu lembar tapi gara-gara kelalaian itu akhirnya nilai tukarnya menurun.

Setiap kali mau tukar dollar ke money changer, sudah harus siap deh dengar kalimat berikut:

“Maaf mba, ini seri lama” atau “Maaf mba, yang ini lecek!”

Sepertinya perlakuan khusus atau malah berlebihan ini mengesankan negara kita cinta dollar Amerika. Dan apa ini hanya di Indonesia, menukar mata uang dollar Amerika terasa begitu merepotkan dan merugikan?


Tanda tanya

Apa karena IMF/World Bank selalu kasih pinjaman ke negara kita dalam bentuk dollar Amerika? Sehingga utang-utangpun harus dibayarkan sesuai dengan mata uang negara paman Sam tersebut?

Karena perusahaan non finansial di Indonesia hampir 50 % memperoleh bantuan financial dari pinjaman luar negeri dan kredit lainnya sehingga aktifitas ekpor kita tergantung kepada perdagangan finansial.


Apa karena Bank Indonesia tidak mau terima uang US dollar yang lecek, keriting, kejepit ataupun yang mengandung seri jadul?

Kalau memang benar demikian, dulu tahun 2003 disebutkan kemungkinan kita ganti mata uang Euro berhubung Pertamina pernah berencana sedemikian rupa seperti yang dikutip di majalah Asia Times. Tapi, sampai sekarang buktinya kita masih berpatokan sama dollar Amerika dan katanya BI menyarankan untuk tidak menggunakan dollar untuk transaksi internasional

Ya… kalau menurut BI dollar Amerika itu sudah tidak spesial, kenapa juga sampai sekarang mau tukar dollar  terasa begitu merepotkan dengan segala macam obligasi fisik yang harus dipenuhi, tidak boleh lecek lah, keriput, keriting, seri lama dan lain lain.

Masih belum mengerti

Perasaan pemerintah promosi cintailah produk dalam negeri, gimana mau cinta produk sendiri?

Negara kita boleh Republik, tapi kenyataannya dollar Amerika masih di perlakukan seperti Kaisar dan lebih terkesan sebagai barang dagangan ketimbang sebuah nilai tukar, sehingga saya orang awam jadi bingung dan sebagai konsumen lebih sering merasa dirugikan kalau harus menukar dollar Amerika di Indonesia.

Kalaupun diganti mata uang Euro, tapi jika cara memperlakukan uang tersebut masih sama seperti mendewakan dollar ya sama aja…berarti kalau lecek, yang aku setrika nanti Euro bukan dollar…

cape deh..

=================================================================

sumber bacaan:

http://www.buyusa.gov/indonesia/en/doingbusinessinindonesia.html

http://www.atimes.com/atimes/Southeast_Asia/ED01Ae04.html http://quantumindonesia.blogspot.com/2009/03/bank-indonesia-encourage-not-using-us.html

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Warga Kupang Anti-McDonald …

Yusran Darmawan | | 29 August 2014 | 06:43

Pak Jokowi, Saya Setuju Cabut Subsidi BBM …

Amy Lubizz | | 28 August 2014 | 23:37

Jatah Kursi Parlemen untuk Jurnalis Senior …

Hendrik Riyanto | | 29 August 2014 | 04:36

Jangan Mengira “Lucy” sebagai Film …

Andre Jayaprana | | 28 August 2014 | 22:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 2 jam lalu

Gaduhnya Boarding Kereta Api …

Akhmad Sujadi | 4 jam lalu

Jokowi “Membela” Rakyat Kecil …

Melvin Hade | 5 jam lalu

Ketua Gerindra, M Taufik Pasang Photo …

Frans Az | 10 jam lalu

Mafia Migas dibalik Isyu BBM …

Hendra Budiman | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Tempat Jajan Enak, OISHII …

Marisa Prasetya | 8 jam lalu

Rahasia Sukses Tionghoa Siantar! …

Saut Donatus | 8 jam lalu

Menumbuhkan Minat Baca, Cara Saya …

Masluh Jamil | 8 jam lalu

Perpustakaan “Ter” di Dunia …

Perpustakaan Kement... | 8 jam lalu

“Badan Penghubung Provinsi Riau di …

Achmaddin Addin | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: