Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Asrini

Karena keyakinan lahirnya dari hati

Kaisar di Indonesia, Dollar Amerika?

OPINI | 03 March 2010 | 10:30 Dibaca: 588   Komentar: 58   5

Sekali waktu dollarku tertekuk dibagian ujung karena disimpan dalam dompet, walaupun cuma satu lembar tapi gara-gara kelalaian itu akhirnya nilai tukarnya menurun.

Setiap kali mau tukar dollar ke money changer, sudah harus siap deh dengar kalimat berikut:

“Maaf mba, ini seri lama” atau “Maaf mba, yang ini lecek!”

Sepertinya perlakuan khusus atau malah berlebihan ini mengesankan negara kita cinta dollar Amerika. Dan apa ini hanya di Indonesia, menukar mata uang dollar Amerika terasa begitu merepotkan dan merugikan?


Tanda tanya

Apa karena IMF/World Bank selalu kasih pinjaman ke negara kita dalam bentuk dollar Amerika? Sehingga utang-utangpun harus dibayarkan sesuai dengan mata uang negara paman Sam tersebut?

Karena perusahaan non finansial di Indonesia hampir 50 % memperoleh bantuan financial dari pinjaman luar negeri dan kredit lainnya sehingga aktifitas ekpor kita tergantung kepada perdagangan finansial.


Apa karena Bank Indonesia tidak mau terima uang US dollar yang lecek, keriting, kejepit ataupun yang mengandung seri jadul?

Kalau memang benar demikian, dulu tahun 2003 disebutkan kemungkinan kita ganti mata uang Euro berhubung Pertamina pernah berencana sedemikian rupa seperti yang dikutip di majalah Asia Times. Tapi, sampai sekarang buktinya kita masih berpatokan sama dollar Amerika dan katanya BI menyarankan untuk tidak menggunakan dollar untuk transaksi internasional

Ya… kalau menurut BI dollar Amerika itu sudah tidak spesial, kenapa juga sampai sekarang mau tukar dollar  terasa begitu merepotkan dengan segala macam obligasi fisik yang harus dipenuhi, tidak boleh lecek lah, keriput, keriting, seri lama dan lain lain.

Masih belum mengerti

Perasaan pemerintah promosi cintailah produk dalam negeri, gimana mau cinta produk sendiri?

Negara kita boleh Republik, tapi kenyataannya dollar Amerika masih di perlakukan seperti Kaisar dan lebih terkesan sebagai barang dagangan ketimbang sebuah nilai tukar, sehingga saya orang awam jadi bingung dan sebagai konsumen lebih sering merasa dirugikan kalau harus menukar dollar Amerika di Indonesia.

Kalaupun diganti mata uang Euro, tapi jika cara memperlakukan uang tersebut masih sama seperti mendewakan dollar ya sama aja…berarti kalau lecek, yang aku setrika nanti Euro bukan dollar…

cape deh..

=================================================================

sumber bacaan:

http://www.buyusa.gov/indonesia/en/doingbusinessinindonesia.html

http://www.atimes.com/atimes/Southeast_Asia/ED01Ae04.html http://quantumindonesia.blogspot.com/2009/03/bank-indonesia-encourage-not-using-us.html

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 3 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 3 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 5 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 10 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Cacat Kusta Turun ke Jalan …

Dyah Indira | 7 jam lalu

Sayin’ “I Love to Die” …

Rahmi Selviani | 7 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Ratapan Bunga Ilalang …

Doni Bastian | 8 jam lalu

Mulut, Mata, Telinga dan Manusia …

Muhamad Rifki Maula... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: