Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Kapitan Joe

A New Yorker, live and work for many years in Rockefeller center Area, Like to selengkapnya

Cara Pembayaran yang Tidak Lazim Dilakukan di Pelabuhan Internasional Seharusnya Dimasukkan dalam Harga Tiket

OPINI | 01 May 2010 | 01:55 Dibaca: 289   Komentar: 9   1

We are in rush sir, we don’t need miss our flight, and please tell us what kind of payment that you need from us, demikian sekilas celotehan sekelompok orang asing( kalau ndak salah kelompok dari salah satu Negara di Kawasan timur tengah, saat diminta untuk membayar Airport Tax diterminal keberangkatan di Cengkareng beberapa hari lalu, Barang kali karena keterbatasan bahasa Inggrisnya sang turis ngomel dalam bahasa mereka, yg menurut saya omelan mereka masuk akal sehat penumpang pesawat. (didik-dikit ane ngertilah muhebah atau kaddomah, dll), emang rada aneh jangankan bagi situris kita aja bingung atas penerapan aturan pungutan airport tax tersebut. Airport Tax memang dipergunakan untuk merawat dan memelihara seluruh aspek lingkungan Bandara, namun apakah tidak ada cara yang lebih baik untuk menghindari cara pungutan tersebut yang lebih efisien dalam pelaksanaannya?

Jikalau berkenan saya memberikan masukan buatlah aturan seperti yang dilakukan di Negara- Negara yang menghargai time is money, kenapa Airport tax anda tidak dimasukkan dalam harga tiket yang dibeli oleh Penumpang? Masa pajak pelabuhan harus bayar cash, kurang jelas apa petugas itu orang Pajak atau orang Pelabuhan? Kita sudah jenuh dengan pola antrian yang kurang professional di Airport, pola check in yang menurut saya line up tidak dihargai ( orang nyelonong aja padahal kita sudah antri), calo nawarin jasa tiket pesawat, sehingga saya pikir ini mau masuk airport atau mau masuk stadion untuk menonton bola. Bandingkan dengan pelabuhan international Negara tetangga penumpang pesawat dilayani sungguh enak tenan, senyum yang manis dari nona cantik yang selalu berkata hello can I help you? Padahal kita Cuma mau buang pembungkus permen karet, saat mau boarding dia katakan have a nice flight and so on, you make me happy Ms. Lian. Petugas pajak di Indonesia tunjukkan anda bisa, mencari solusi terbaik agar customer mendapatkan pelayanan yang baik, bukan sebaliknya saat ditanya untuk pembayan apa ini? Sang petugas bilang sama si turis baca tuh peraturan dipapan. Saya Cuma ketawa dalam hati, mungkin petugas ini menganggap semua orang yang naik pesawat itu mengerti SK itu dan SK itu, iseng-iseng saya berbisik kepada petugas emangnya kepada harus cara begini pembayaran Airport Taxnya, dia katakan Pak menurut atasan saya, dulu kalau Perusahaan Penerbangan yang pungut, dan kemudian disetorkan kepada…. Katanya dananya suka dipermainkan oleh pihak pihak yang berwenang dan juga pihak bandara susah untuk menagih dari salah satu department yang mengurusi uang dan sebagainya, alhasil saya katakan lakukan yang terbaik untuk kemajuan kariermu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: