Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Edwin Dewayana

.......... menyingkap fenomena di balik setiap peristiwa .........

Pesawat Baling-baling

OPINI | 08 September 2010 | 08:14 Dibaca: 686   Komentar: 16   0

Saat ini mayoritas maskapai penerbangan di Indonesia mengoperasikan pesawat jet dari dua pabrik pesawat, yaitu Boeing 737 dan Airbus A320. Pesawat-pesawat ini dipakai untuk rute-rute jarak pendek dan sedang, mulai dari jarak penerbangan 40 menit sampai dengan 4 jam. Jarak penerbangan 40 menit misalnya adalah Jakarta - Semarang. Sedangkan jarak penerbangan 4 jam misalnya Jakarta - Biak.

Mengingat permintaan penerbangan rute-rute pendek antar kota di Pulau Jawa dan sekitarnya sedang melonjak tajam, sudah saatnya perlu dipikirkan untuk memakai pesawat-pesawat tipe lain selain pesawat jet. Dengan pesawat berbaling-baling, jarak Jakarta - Surabaya masih layak ditempuh karena waktu yang diperlukan masih kurang dari 2 jam, tidak berselisih terlalu lama dibandingkan dengan pesawat jet.

Biaya operasi pesawat baling-baling jauh lebih murah daripada pesawat jet karena mengkonsumsi bahan bakar lebih sedikit. Demikian juga biaya pemeliharaannya lebih murah. Oleh karena itu sudah selayaknya jarak penerbangan kurang dari 2 jam dilayani oleh pesawat-pesawat jenis ini. Tanpa bermaksud melakukan promosi, ATR 72 dan Bombardier Dash 8 adalah pesawat baling-baling yang sangat handal dan perlu dipertimbangkan. Pesawat ATR 72-500 sudah dipakai oleh Wings Air di wilayah Indonesia timur. Kalau PT Dirgantara Indonesia bisa memberikan pelayanan yang baik yang bisa memberikan jaminan perawatan yang memberikan keselamatan, pesawat CN-235 juga bisa dipakai. Patut disayangkan memang kalau Merpati justru menggunakan pesawat baling-baling impor dari RRC, apalagi di saat-saat awal sebelum re-negoisasi, harganya sempat dibuat sangat tinggi oleh penjual, yang akhirnya sempat menyebabkan sengketa.

Dengan demikian kita tidak memboroskan bahan bakar hanya untuk pemakaian pesawat jet untuk jarak pendek. Dan penumpang memperoleh jasa penerbangan dengan harga yang lebih hemat.

Dengan biaya yang lebih hemat, pesawat baling-baling akan membuka rute-rute baru di Pulau Jawa seperti Jakarta - Cilacap, Solo - Surabaya, dan lain-lain. Penduduk di kota-kota tersebut tidak perlu lagi menghabiskan waktu yang terlalu lama untuk menempuh perjalanan melalui jalan raya atau kereta api. Dengan demikian bisnis juga lebih lancar.

Tags: transportasi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 15 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 16 jam lalu

Australia Siaga Penuh …

Tjiptadinata Effend... | 16 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 18 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 September 2014 16:34


Subscribe and Follow Kompasiana: