Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Iast Wiastuti

Mengembangkan 12 destinasi pesisir Jakarta Utara demi terciptanya kesejahteraan masyarakat, meningkatkan perekonomian, menghapuskan kemiskinan

Kantor Kelurahan yang Punya Peternakan Cacing Kosmetik

REP | 18 October 2010 | 17:31 Dibaca: 538   Komentar: 0   0

sourcewisatapesisir.comANCOL - Dalam rangka memperdayakan perekonomian masyarakat, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademanagan, mengembangkan pembibitan cacing lumbricus rubellus atau yang lebih dikenal dengan cacing tanah merah untuk bahan baku kosmetik dan obat. Tak pelak, ratusan cacing itu sudah satu bulan ini dibibit dengan menggunakan kandang yang diletakkan di belakang Kantor Kelurahan Ancol.

“Pembibitan cacing ini baru berjalan satu bulan ini yang diambil dari Lembang, Bandung. Nantinya, cacing ini kami akan dikembangbiakkan selama tiga bulan sebelum dipasarkan sebagai bahan pembuatan kosmetik maupun obat. Pasalnya, permintaan di pasar cukup tinggi dengan harga satu kilonya sekitar Rp 250 ribu,” kata Freddy Setiawan, Lurah Ancol, Jumat (15/10/2010) siang.

Ia menuturkan, pembibitan terhadap cacing ini tidak rumit dan beresiko, selain rentan waktu pemeliharaannya cukup singkat hanya membutuhkan waktu tiga bulan. “Nanti setelah dewasa ukurannya mencapai 10-20 cm, kemudian dikembangbiakkan sebelum dilempar ke pasar,”
katanya.

Tak hanya sebagai bahan baku kosmetik dan obat saja, masih kata Freddy, namun juga ada yang digunakan sebagai pupuk tanaman. “Pembibitan cacing tersebut, kami bagi menjadi dua kelompok yaitu untuk kosmetik dan obat serta pupuk tanaman,” kata Fredy.

Lebih lanjut diungkapkannya, untuk menyesuaikan kondisi alam di Ancol, rumah kompos cacing tersebut dibangun semi permanen yang dibagi dalam tiga sekat. Rumah kompos ini, sambungnya, harus tertutup dengan matahari karena cacing tersebut baik dalam suhu yang lembab  namun sedikit terbuka.
Untuk pakannya, cacing ini diberi ampas tahu, sayur, buah ataupun serat kayu.

Ia menjelaskan, pengembangbiakan ini merupakan kerjasama dengan Indonesia Power. Saat ini, baru pihak kelurahan yang mengelolanya dengan melibatkan pemuda karang taruna. “Tiga bulan kemudian akan digulirkan kepada masyarakat,”katanya.

Rencananya setiap RW akan mengembangbiakan ternak cacing ini. Pihak Indonesia Tower sendiri bersedia menyiapkan segala sarana prasarana yang dibutuhkan, hingga menyiapkan tenaga ahli untuk memberikan keterampilan kepada warga Ancol. “Pengembangbiakan cacing lumbrikus rubillus ini baru pertamakali dilakukan di DKI Jakarta. Dan rencananya akan menjadi pilot projek,” katanya.

Sedangkan untuk pemasarannya, sambung Freddy, kerjasama akan dibina kepada perusahaan kosmetik terkenal seperti Mustika Ratu ataupun Sari Ayu. “Dan nanti untuk tahap awal ini, para pemuda karang taruna tersebut akan mempresentasikan pembiakan ini pada warga Ancol,” katanya.

Sedangkan untuk dipasarkan sebagai obat, pihaknya bakal bekerja sama pada gerai-gerai toko obat seperti di Pasar Mangga Dua ataupun Toko Obat Cina Shinshe. Bukan hanya dalam negeri saja yang akan dipasarkan tetapi akan merambah ke luar negeri. “Bahkan kami juga akan memasarkannya melalui jaringan internet. Diharapkan dengan adanya peternakan cacing ini dapat membantu perekonomian warga Ancol,” tandasnya.(Iast)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 3 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 4 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 4 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 9 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 9 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 10 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: