Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Ismawati Retno

Mencintai JOGJA bersama dinamika kehidupannya

Keparakan Kampung Kerajinan yang Mendunia

HL | 31 March 2011 | 14:21 Dibaca: 779   Komentar: 8   2

13015809791699824734

Seremoni Launching Kampung Kerajinan Keparakan Kidul, Pak HZ memberi sambutan. (foto:isma2011)

Kampung Keparakan terletak di tepi Sungai Code dengan penduduk mencapai 2500 jiwa masuk dalam wilayah Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta. Di Kampung yang beberapa tahun terakhir ini menoreh prestasi hingga tingkat nasional dalam berbagai ajang lomba masih memendam potensi yang mendunia. Produk kerajinan dari bahan kulit telah mampu menembus pasar internasional seperti Jepang, Jerman dan Korea.

Industri kecil skala rumahan marak dan semakin berkembang pesat pada beberapa tahun ini. Terdapat tak kurang dari 30 unit usaha industri kerajinan yang menyerap tenaga kerja sekitar 160 orang. Kerajinan kulit mendominasi jumlah pengrajin yang ada yaitu sebanyak 16 perajin. Kerajinan tas disini ada 6 perajin dan 8 perajin bergerak pada produk konveksi, batik dan asesoris. Industri mikro dan kecil tersebut mendominasi dan berpengaruh besar terhadap perputaran perekonomian wilayah. Pasaran local Yogyakarta dan sekitarnya mencapai sekitar 60%. Jangkauan pasaran nasional seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Jawa Timur, Palembang dan Sulawesi mencapai 35%. Dan 5% lainnya berhasil menembus pasar internasional.

130158117754794814

Pak HZ membeli produk kerajinan sandal kulit di kampung Keparakan kidul (foto:isma2011)

“Keberadaan UMKM merupakan sumber kehidupan ekonomi selayaknya ditempatkan sebagai pilar utama dalam mengembangkan system ekonomi kerakyatan. Dengan representasi dalam unit usaha yang sangat besar maka keberadaan UMKM merupakan representasi perwujudan ekonomi rakyat. Oleh karena itu pengembangan UMKM harus menjadi salah satu stragtegi utama pembangunan daerah,” demikian dikatakan Kepala Disperindagkoptan Kota Yogyakarta Heru Priya Warjaka dalam Launcing Kampung Keparakan sebagai Kampung Kerajinan, Kamis (31/3).

Walikota Herry Zudianto mengatakan, UMKM terbukti mempunyai daya tahan yang kuat terhadap krisis dan lebih mampu memeratakan konsepsi pembangunan ekonomi termasuk peluang kerja.

“Kerajinan menjadi bagian dari ikon Kota Yogyakarta sebagai kota wisata yang layak dikunjungi what to see, what to eat, what to buy. Kerajinan menjadi potensi wilayah yang kita dukung seoptimal mungkin dan menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan ekonomi yang kuat. Tanggung jawab kita bersama agar produk Keparakan mampu menunjukkan kepada konsumen bahwa produk kerajinan Keparakan memang istimewa,” ujar Pak Herry.

Untuk pengembangan Kampung Kerajinan Keparakan Kidul, Pemkot Yogyakarta memfasilitasi dengan berbagai sarana pendukung produksi. Fasilitasi tersebut berdasarkan kebutuhan para pengrajin yang tergabung dalam Koperasi Keparakan mandiri Sejahtera (KOKKMAS). Sarana tersebut berupa alat pres sandal sebanyak 17 unit, mesin potong berbagai jenis produk 17 unit, mesin jahit juki 17 unti, etalase 29 unit, peta lokasi para perajin 1 unit, papan penunjuk arah 20 unit, dan papan nama usaha 29 unit. Selain itu untuk peningkatan SDM juga telah dilakukan pelatihan pengembangan desain, pelatihan manajemen pemasaran, pelatihan pembukuan sederhana, pelatihan penataan ruang kerja dan pelatihan e-comerce.

Pengembangan Keparakan sebagai Kampung Wisata dilakukan dengan penyempurnaan gapura, perbaikan jalan lingkungan di 4 RT seluas 545m2, perbaikan saluran hujan 120 m, pelebaran jalan masuk kampung, perbaikan rumah penduduk tidak layak huni, tamanisasi, dan pengadaan lampu taman di 14 titik. (ism)

Tags: canting

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produk Indonesia di Tengah Konflik Rusia dan …

Syaripudin Zuhri | | 02 September 2014 | 08:42

Koalisi Merah-Putih Terus Berjuang Kalahkan …

Musni Umar | | 02 September 2014 | 06:45

Serunya Berantas Calo Tiket KA …

Akhmad Sujadi | | 02 September 2014 | 05:55

Tepatkah Memutuskan Jurusan di Kelas X? …

Cucum Suminar | | 01 September 2014 | 23:08

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 1 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya ,serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Yakitori, Sate ala Jepang Yang Menggoyang …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

Sebuah Cinta Berusia 60 Tahun dari …

Harris Maulana | 8 jam lalu

Yohanes Surya Intan Terabaikan …

Alobatnic | 8 jam lalu

Mengukur Kepolisian RI Dari Kuching …

Abah Pitung | 8 jam lalu

Xiaomi RedMi 1S “Hajar” Semua Brand …

Andra Nuryadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: