Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Fakhruddin Fakhruddin

Seorang yang ingin tantangan baru, karena tantangan itu menyenangkan

Efisiensi “?”

OPINI | 01 May 2011 | 13:29 Dibaca: 251   Komentar: 0   0

Efisiensi artinya penghematan atau proposionalisasi anggaran, bukan cuma anggaran namun proses dan semua lini di sebuah perusahaan. Gema Efisiensi ini bergaung sejak awal era reformasi yang di semboyankan dengan Good Corporate Governance. Efisiensi sangat ampuh dalam memberangus praktek-praktek yang tidak perlu dalam sebuah perusahaan, dan sangat ampuh juga untuk meningkatkan kinerja serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, karena selama ini banyak Perusahaan yang gembar gembor dengan Visi Menjadi Perusahaan yang berbasis Insani.

Di Kesempatan ini saya ingin mengkritisi beberapa aspek yang selama ini sangat menonjol di Perusahaan tempat saya bekerja. Perusahaan saya menerapkan Efisiensi saat tahun 2009 disaat saya baru masuk dan bergabung dengan perusahaan, awalnya saya sangat mendukung sekali dengan Efisiensi tersebut, sebagai pegawai baru saya sangat antusias dengan kebijakan itu. Namun belakangan saya agak risih dengan istilah tersebut bukan karena jelek namun ketidak konsistenan manajemen perusahaan menjalankan efisiensi tersebut.

Pertama, mengenai efisiensi Kebijakan, terlalu banyak kebijakan yang justru membingungkan dilevel pelaksanaan, beberapa contohnya mengenai Pengadaan barang/Jasa yang setiap tahun selalu saja terdapat temuan walaupun selama ini masalah yang ditemukan hanya permasalahan administrasi namun ini saya kira sangat mempengaruhi kinerja perusahaan secara umum. Kemudian contoh lagi yaitu kebijakan mengenai SDM yang menimbulkan suasana kerja sangat tidak kondusif karena banyaknya penilaian yang tidak adil. Padahal Perusahaan saya salah satu yang menerapkan semboyan “Perusahaan Berbasis Insani”. Saya teringat tentang google “Karyawan akan all out apabila Perusahaan juga All Out memperlakukan Karyawan”.

Kedua mengenai Efisiensi jumlah karyawan, di Perusahaan saya, saya merasa sesak penuh oleh karyawan yang tidak semuanya bekerja ada yang nganggur sama sekali ada yang sangat sibuk, ini sangat buruk sangat memberi celah pada kecemburuan antar pegawai. Selain itu ada juga jabatan-jabatan yang sebenarnya tidak perlu tapi masih saja ada.

Ketiga Mengenai fasilitas kerja, banyak fasilitas kerja yang sia-sia. Banyak kasus misalnya untuk desktop yang hanya digunakan ngetik dengan spek sangat tinggi seperti i3, i5, i7 yang sebenarnya mempunyai kemampuan melebihi untuk sekedar mengetik. Selain fasilitas berspek tinggi, masalah juga terjadi pada kebijakan penggunaan fasilitas tersebut, misalnya dengan mengunci administrator pada komputer-komputer tersebut, hal itu sangat menghalangi untuk mengeksplorasi kemampuan sebenarnya dari PC dengan prosesor sekaliber i7. Ironisnya ada fasilitas yang memang membutuhkan spek tinggi seperti pendingin ruangan, pembersih debu dll. tidak dipenuhi perusahaan dengan dalil efisiensi. Padahal pendingin ruangan sangat penting demi suasana yang nyaman saat bekerja.

Itu beberapa hal yang saya nilai sebagai keanehan kebijakan Efisiensi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

7 News: Korban Gempa 3.200 dan Masih Terus …

Tjiptadinata Effend... | | 27 April 2015 | 19:26

Tindakan Kekerasan dalam Paket Berita …

Ombrill | | 27 April 2015 | 18:44

[BANJARMASIN] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:00

Pemindahan Ibukota Jakarta : Belajar dari …

Hardian Relly | | 27 April 2015 | 11:00

Blog Competition: Kotaku Kota Cerdas! …

Kompasiana | | 27 April 2015 | 01:52


TRENDING ARTICLES

Ahok dan Pelacuran …

Muhammad Armand | 3 jam lalu

Kurir Narkoba Dieksekusi untuk Menyelamatkan …

Wildan P | 4 jam lalu

Save Haji Lulung: Saatnya Tunjukkan Kalau Ga …

Herulono Murtopo | 6 jam lalu

Ups! Ruangan Haji Lulung Digeledah Polisi …

Bambang Setyawan | 6 jam lalu

Keputusan PSSI Berbanding Lurus dengan FIFA …

Waldy | 8 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: