Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Muhammad Faruq

Alumnus Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maliki Malang

Indonesia dan Tempat Parkir

REP | 05 May 2011 | 13:37 Dibaca: 135   Komentar: 0   0

Setiap tahun prosentase pengguna sepeda motor di Indonesia semakin tinggi. Mobilitas warga Indonesia yang sebagian besar berkelas ekonomi menengah ke bawah sangat bergantung pada sepeda motor karena mungkin harga sepeda motor yang semakin terjangkau, bahkan perusahaan kredit sepeda motor semakin gencar menawarkan angsuran ringan yang jelas menarik hati wong cilik. Disamping itu, sepeda motor itu sendiri mudah digunakan dan anti macet karena mampu menyerobot disela-sela jalan kecil ataupun macet, dan di sisi lain budaya jalan kaki ataupun bersepeda onthel tidak begitu diminati seperti diluar negeri. Bahkan kini, angkutan umum tidak lagi menjadi kendaraan favorit di negeri ini. Hal ini tentunya semakin menambah kepadatan jalan raya dan tentunya membutuhkan lahan parkir yang layak dan aman.

Di berbagai tempat keramaian, seperti pasar, rumah sakit, mal, dan pertokoan dan di setiap tempat umum lainnya kini dilengkapi dengan halaman yang sekaligus difungsikan sebagai tempat parkir yang di jaga oleh petugas khusus. Karena keberadaan tempat parkir sudah menjadi barang wajib dan sangat diperlukan maka kalaupun tidak ada halaman yang bisa ditempati parkir maka trotoar yang mestinya digunakan untuk pejalan kaki atau bahkan bagian jalan bisa dialih fungsikan sebagai tempat parkir atau yang lebih parah lagi jika ada acara khusus atau rutinan semisal pasar atau festival mingguan maka satu ruas jalan bisa ditutup dan dikorbankan sebagai tempat parkir.

Dulu, hanya tempat parkir yang berskala besar saja yang dijaga oleh petugas, kini seiring maraknya pencurian sepeda motor (curanmor) dengan segala modusnya yang super cepat dan canggih memaksa pemilik motor mencari tempat aman sehingga semua tempat parkir , mulai yang besar, sedang hingga kecil dijaga oleh petugas khusus yang biasanya berseragam rompi warna orange bertuliskan “Juru Parkir”. Pemilik motor cukup membayar jasa parkir dan keamanan dengan harga ringan. Pernah kusuruh temanku agar menaruh motornya di tepi jalan saja karena kami masuk toko cuma sebentar, tetapi dia bilang “daripada hilang mending bayar 500 atau 1000, lebih aman dan tentram”. Tempat parkir di Indoensia bagai jamur dimusim hujan, di manapun ada, tempat umum kecil maupun besar. Tentunya hal ini menjadikan lahan parkir sebagai lahan bisnis di Indonesia yang sangat menjanjikan.

Setelah membaca tulisan ini jangan beranggapan hanya karena menjamurnya lahan parkir, Indonesia dianggap Negeri Curanmor tapi justru harus bangga karena ini dilakukan untuk menekan angka curanmor itu sendiri tanpa harus polisi yang bergerak serta menunjukkan kepedulian sesama untuk menjaga barang orang lain meskipun dengan harga yang sangat murah. Anda tertarik menjadi bisnisman lahan parkir?,

Tags: telkomsel

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kabar Buruk untuk Pengguna APTB, Mulai Hari …

Harris Maulana | | 01 August 2014 | 11:45

Aborsi dan Kemudahannya …

Ali Masut | | 01 August 2014 | 04:30

Mendekap Cahaya di Musim Dingin …

Ahmad Syam | | 01 August 2014 | 11:01

Generasi Gadget dan Lazy Parenting …

Umm Mariam | | 01 August 2014 | 07:58

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

ANTV Segeralah Ganti Nama Menjadi TV India …

Sahroha Lumbanraja | 3 jam lalu

Macet di Jakarta Gubernur Disalahkan, …

Amirsyah | 6 jam lalu

SBY-MEGA Damai Karena Wikileak …

Gunawan | 6 jam lalu

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 15 jam lalu

Lubang Raksasa Ada Danau Es di Bawahnya? …

Lidia Putri | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: