Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Tito Lastito

Sekedar sedikit menulis

Futsal, Trend, dan Industri

OPINI | 18 June 2011 | 03:19 Dibaca: 235   Komentar: 2   0

Futsal, Gaya Hidup, dan Industri

Fenomena yang terjadi sekarang adalah makin maraknya olahraga futsal. ini terjadi tidak hanya di kota2 besar, tetapi sampai ke desa desa. Olahraga sepak bola mini dengan 5 orang pemain dalam lapangan tertutup atau yang lebih kita kenal saat ini dengan futsal memang cukup menyita perhatian masyarakat luas.

Keberadaan futsal bukan lagi sebagai sebuah olah raga tetapi sekarang futsal sudah mengalami pergeseran menjadi gaya hidup (life style). Lambat laun masyarakat mulai bisa menerima kehadiran olahraga ini. Karena notabene futsal tidak beda jauh dengan sepak bola pada umumnya, maka tidak heran olah raga ini menjadi cepat singgah di hati masyarakat.

Banyak dari mereka yang bermain futsal bukan atas senang dengan olahraga itu, atau memang ingin berkembang secara profesional. Tapi mereka hanya ingin melepas kepenatan setelah seminggu bekerja. Untuk skill atau kemampuan tak jadi masalah yang penting  mereka bisa enjoy dan bia melepaskan kepenatan yang ada dengan berkumpul dengan teman rekan kerja dalam satu lapangan. Itu hampir mereka lakukan setia semingu sekali, dan sudah menjadi suatu rutinitas.

Dengan kondisi diatas olahraga futsal saat ini sudah bisa memposisikan diri (image) dimata konsumen dengan berbagi segmen, mulai pelajar,mahasiswa, pengusaha dan pelaku bisnis, swasta,dan sebagainya. Fenomena ini dengan jeli dapat ditangkap oleh para pemilik modal atau para investor untuk mengaplikasikan dalam bentuk mesin pencari uang. Maka tak heran sekarang banyak berdiri lapangan futsal di berbagai tempat untuk memenuhi kebutuhan akan futsal bagi para konsumen yang sekarang futsal sudah menjadi gaya hidup dan trend di lingkungan masyarakat kita.

Ketika bisnis persewaan lapangan futsal sudah menjadi Industri dan persaingan pun tak dapat terelakan antara para pelaku bisnis tersebut. Banyak yang gulung tikar karena kalah dalam bersaing dengan investor yang memiliki modal lebih kuat. Bagi yang bermodal kuat mereka jeli membuat futsal tidak hanya menjadi hanya sebuah olahraga. Tetapi dengan menambah fasilitas lapangan futsal tidak semata mata hanya sebuah lapangan saja. Kita lihat sekarang tempat atau lapangan futsal juga bisa berubah menjadi tempat rekreasi keluarga. Tak heran jika misalnya ada suatu instansi mengadakan latihan futsal di salah satu lapangan di sekitar Ring Road Utara, banyak dari mereka mengajak keluarganya untuk ikut datang ke lapangan walau sekedar hanya menonton. Fasilitas yang lengkap di lapangan futsal yang saat ini dikembangkan adalah hotspots area, kantin, cafe, tv cable, hiburan musik, hiburan anak, dan sebagainya. Untuk pemenuhan semua fasilitas diatas tentu saja harus diimbangi dengan kualitas lapangan yang bagus. Faktor lain yang tak kalah pentingnya adalah penyediaan lahan parkir yang luas. Sangat disayangkan jika memiliki lapangan dan fasilitas didalamnya yang bagus tetapi tidak mempunyai lahan parkir yang cukup. Karena persaingan pula futsal yang lapangan aslinya adalah berbahan matras balok, kemudian karena untuk persaingan maka dibuatlah lapangan futsal dengan bahan rumput sintetik.

Sekarang tinggal kita lihat siapa saja yang akan eksis atau bertahan, dan siapa saja yang akan gulung tikar dengan persaingan yang semakin kompetitif saat ini dalam industri Futsal. Tapi jangan heran mereka yang memiliki struktur kapital bisa kalah dari yang mempunyai modal yang pas-pas an, hanya karena hal yang mereka anggap sepele namun bisa berakibat buruk bagi kelangsungan usahanya. Terlebih tanggung jawab sosial perusahaan, mereka perlu mengkaji ulang dan memperhatikan kondisi sosial setempat jika akan melakukan pendirian lapangan futsal di wilayah tertentu . Oke kita lihat nanti apakah futsal yang sudah kita sebut sebagi gaya hidup modern ini akn eksis sampai nanti……

Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Berburu Gaharu di Hutan Perbatasan …

Dodi Mawardi | | 29 November 2014 | 11:18

Jokowi Tegas Soal Ilegal Fishing, …

Sahroha Lumbanraja | | 29 November 2014 | 12:10

Menjadikan Produk Litbang Tuan Rumah di …

Ben Baharuddin Nur | | 29 November 2014 | 13:02

Kartu Kredit: Perlu atau Tidak? …

Wahyu Indra Sukma | | 29 November 2014 | 05:44

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Ibu Vicky Prasetyo Ancam Telanjang di …

Arief Firhanusa | 5 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 6 jam lalu

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 8 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 9 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Jimmy Haryanto | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Merespon Garuda …

Indra Sastrawat | 8 jam lalu

Festival Payung Indonesia Pertama, …

Indria Salim | 8 jam lalu

Bangun Indonesia dari Desa, Belajar dari …

Gapey Sandy | 8 jam lalu

Semurni Kasih Ibu …

Suci Handayani | 8 jam lalu

yang Muda ? Mbangun Desa!!! yang Tua? …

Kang Isrodin | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: