
Lahir di Jakarta, tumbuh di Kalimantan Timur, kuliah di Yogyakarta dan Solo, kerja di Jakarta.....(Koes Plus banget yah....) hobi membaca, menulis, nonton tv dan film, berenang dan koleksi. Tertarik dengan diving (khususnya untuk hura-hura walaupun sudah kursus diving beberapa kali), sailing (walaupun kalau ikutan regatta dapet bobbi price terus), Jepang, Korea, Manga, Dorama, Film Korea dan Jepang, cerita detektif, misteri, dokumenter dan travelling (walaupun masih sebatas pulang kampung dan sekitar Jakarta).
Dibaca: 165
Komentar: 4
Nihil
Di sebelah kantor saya di kawasan Tendean, Mampang terdapat Toko Kelontong 711. Awalnya sih menyenangkan dengan kehadiran Toko Kelontong Impor tersebut karena kami mempunyai tempat yang lebih representatif ketika ingin nongkrong.
Tetapi semakin lama, kami (maksudnya saya dan teman-teman saya) perhatikan pelayanan 711 mulai terasa aneh dan menjajah komsumennya. Yang paling sering terjadi ketika hendak membayar ke kasir, konsumen sering dicu’ekin dengan alasan kasirnya pergi. Padahal karyawan yang lain bisa menggantikan tetapi karena mereka sedang sibuk mengobrol sehingga tidak mau melayani pembayaran pembeli.
Itu baru pertama, yang kedua pembeli sering kalah dengan HP. Bayangkan saja saya pernah dianggurin di kasir selama lebih 5 menit hanya gara-gara si kasir harus membalas SMS yang kelihatannya dari temannya. Akhirnya saya harus memasang muka sebel baru mereka layani dan itupun dilayani dengan tidak sepenuh hati. Kejadian itu tidak hanya satu dua kali tetapi sering sekali.
Yang ketiga dan yang paling menyebalkan adalah mereka sudah tidak punya kembalian. Seperti kasus yang baru saya lihat kemarin. Salah seorang pelanggan membayar dengan 50 ribuan. Kasir langsung menjawab mereka tidak punya kembalian. Pembeli tetap ngotot untuk membayar 50 ribuan. eh si kasir langsung memasang muka sebal dan meminta temannya untuk mencari kembalian yang tidak tahunya ada di mesin kasir yang jaraknya tidak sampai 50 cm dari kasir tersebut.
Lalu dengan kasar, kasir itu membuka laci mesin kasir dan membantingnya di depan pembeli tersebut. Uang kembalian pun diberikan dengan kasar. Wah saya melihatnya saja langsung emosi sampai nyeletuk “Lho mbak anda gak punya kembalian terus urusan pembeli….yah cari dong”.
Saya pun entah sudah berapa kali dijajah oleh kasir 711. Sampai akhirnya saya tidak tahan lagi karena menurun saya sebagai pembeli sudah sepantasnya saya dilayani bukan malah saya harus memikirkan bagaimana caranya agar mempermudah pekerjaan kasir pemalas seperti itu. Toh kami, para pembeli bayar kok bukannya minta-minta atau diberikan…..KAMI BAYAR…..
Tolonglah manajemen 711, didik lagi karyawan anda. Saya rasa tidak mungkin 711 mendidik karyawannya begitu arogan terhadap pembeli. Janganlah anda terlalu angkuh hanya karena jaringan Toko Kelontong impor, masih banyak convenient store yang lebih ramah pelayanannya bahkan sampai membantu pembeli untuk mencarikan uang kembalian, bahkan di Toko Kelontong lainnya Supervisor Toko dengan senang hati melayani pembeli yang akan membeli Siomay dan itu dilakukannya dengan tulus dan penuh senyuman. Masa Toko sebesar 711 tidak mampu melakukannya….masa hanya security yang selalu tersenyum denga tulus. Tidak usahlah anda teriak-teriak mempromokan makanan dan keramahan anda jika urusan uang kembalian saja begitu sulit anda pecahkan.