Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Kawe Shamudra

peladang, mantan jurnalis

Selamat Datang PLTU Batang

OPINI | 19 October 2011 | 10:04 Dibaca: 1476   Komentar: 9   0

POTENSI kawasan pantai di Kabupaten Batang, Jawa Tengah dilirik investor untuk pengembangan sektor industry kelistrikan. Dan jika tidak ada aral melintang, di Kabupaten termuda di Jateng ini akan dibangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT PLN dengan kapasitas 2×1.000 MW . Mega proyek ini diperkirakan menelan investasi 3 miliar dolar AS, atau setara Rp 30 triliun. Proyek kelistrikan terbesar di Asia Tenggara. (Media Indonesia, 27/05/11).

Pertanyaan yang muncul adalah sejauh mana nilai manfaat yang bakal dinikmati masyarakat ke depan dan juga dampak-dampak yang ditimbulkan di kemudian hari. Berdasarkan hasil survey di Batang oleh Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal), dan Bappeda Provinsi Jateng serta tim dari kabupaten meliputi BLH dan Bappeda.

Tim mensurvei empat lokasi, yaitu Pantai Denasri Kulon, Ujungnegoro, Celong, dan Pelabuhan Celong Desa Kedawung. Keempat lokasi tersebut dinilai tanahnya cocok untuk pembangunan PLTU dan secara RTRW empat lokasi tersebut juga sudah diarahkan sebagai wilayah untuk pengembangan industri dan energi. Selain itu, garis pantai di Batang juga dinilai relatif stabil dan kedalaman lautnya mencukupi untuk pembangunan pelabuhan sebagai sarana pemasok batubara.

Proyek tersebut diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat, baik secara ekonomi, sosial maupun budaya. Pada masa mendatang masyarakat pelanggan berharap tidak ada pemadaman listrik, baik secara bergilir atau disebabkan gangguan teknis. Kita tahu, secara ekonomi pemadaman listrik sangat merugikan karena kegiatan ekonomi terganggu.

Dengan dibangunnya PLTU, ada jaminan kelak masyarakat bisa mendapatkan pelayanan listrik yang memuaskan. Sejalan dengan tujuan penambahan pembangkit itu, yakni menjaga pasokan listrik, terutama di Jateng, mengingat peningkatan permintaan listrik di provinsi ini mencapai rata-rata 6,5% per tahun. Bila proyek PLTU yang ditarget mulai beroperasi 2017 itu selesai, dipastikan Jateng akan surplus listrik. Bahkan bisa menjadi pemasok energi untuk Jawa, Bali, dan Madura.

Dari sisi publisitas, Batang jelas sangat diuntungkan. Penempatan proyek PLTU di Batang secara tidak langsung dapat mengangkat citra Kabupaten Batang, khususnya di kalangan investor sehingga mereka tidak ragu menanamkan investasi di Batang. Kalau sudah ada investor besar yang mengawali masuk Batang, siapa tahu di belakangnya nanti bakal bermunculan investor-investor lain, baik pun luar negeri, yang berkenan melirik Batang mengingat Batang sebenarnya menyimpan banyak potensi alam yang belum dimanfaatkan.

Dampak positif dalam jangka pendek pembangunan PLTU Batang tentunya bakal menyerap banyak tenaga kerja berbagai tingkatan. Banyaknya warga masyarakat yang bekerja di Proyek PLTU secara tidak langsung dapat meningkatkan roda perekonomian. Warga sekitar bisa membangun perumahan yang disewa/dikontrakan ke pekerja-pekerja dari luar kota, yang secara tidak langsung berpengaruh ke pada pendapatan para pedagang di sekitar proyek PLTU.

Memperhitungkan hal-hal positif saja tidak cukup. Dan yang tidak kalah penting bahwa dampak lingkungan pembangunan PLTU, sekecil apapun, mesti dijelaskan kepada publik karena menyangkut pertanggungjawaban terhadap risiko kerusakan lingkungan yang mengakibatkan terganggunya ekosistem, baik di darat maupun laut.

Warga yang tempat tinggalnya berdekatan dengan lokasi proyek berhak memperoleh informasi yang akurat seputar dampak-dampak lingkungan pembangunan PLTU dan penanggulangannya. Ini penting agar masyarakat tidak dihantui ketakutan akan bahaya PLTU yang ditimbulkan di kemudian hari. Jangan sampai masyarakat mendapat informasi lingkungan yang bias dan menyesatkan.

Tapi biarlah persoalan itu menjadi bahan kajian para ahli. Catatan ringan ini sekadar support dan ungkapan kegembiraan atas upaya pihak PLN yang ingin mencoba merealisasikan janjinya memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen listrik di Tanah Air. Juga mendorong pemilik dan pelaksana proyek PLTU dalam mengendalikan, mengelola dan mengupayakan untuk memperkecil dampak negatif tersebut.

Dalam menentukan lokasi pun perlu menghindari daerah-daerah sensitif yang dapat menimbulkan dampak negatif penting, misalnya daerah yang menyimpan peninggalan sejarah, yang padat penduduk dan atau yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang layak dilestarikan. Selamat datang PLTU Batang.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Endah Kreco, Kartini dari Keong Sawah …

Junanto Herdiawan | | 21 April 2014 | 07:31

Mempertanyakan Kelayakan Bus Transjakarta …

Frederika Tarigan | | 21 April 2014 | 10:22

Cara Menghadapi Lansia (Jompo) Pemarah …

Mohamad Sholeh | | 21 April 2014 | 00:56

Danau Linow Masih Mempesona …

Tri Lokon | | 21 April 2014 | 07:01

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 2 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 3 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 4 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 6 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: