Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Primadi Wirawan

Primadi Wirawan adalah seorang Webmaster, Internet Marketer, dan Motivator. Bersama istrinya, dia juga Founder dari selengkapnya

Kepemimpinan, Visi, dan Harapan

OPINI | 09 December 2011 | 07:26 Dibaca: 170   Komentar: 0   0

1323865793217182154Ada percobaan di sebuah laboratorium yang dilakukan pada dua ekor tikus. Percobaan pertama, seekor tikus diletakkan pada sebuah wadah berisi air dalam kondisi gelap gulita. Tahukah anda apa yang terjadi? Tikus hanya berenang sebentar. Dalam waktu 3 menit lebih, tikus itu tenggelam dan mati.

Pada percobaan kedua, tikus dimasukkan ke dalam wadah yang sama, tetapi ada seberkas sinar yang masuk ke dalam wadah itu. Apa yang terjadi? Tikus terus bergerak, berenang, hingga 36 jam, sebelum akhirnya kelelahan, tenggelam dan mati.

Dengan melihat adanya sinar, tikus kedua melihat adanya HARAPAN. Dan karena mempunyai harapan, maka tikus itu 700X lebih bersemangat, lebih termotivasi, dan lebih mempunyai daya juang dibandingkan dengan tikus yang pertama.

Kalau pengaruh pengharapan bisa demikian besar pada seekor tikus, maka betapa lebih besarnya pengaruh pengharapan pada seorang manusia.

Seperti kata pepatah:

Manusia bisa bertahan hidup 40 hari tanpa makan, 4 hari tanpa minum, 4 menit tanpa oksigen. Tetapi, hanya bisa bertahan 4 detik tanpa HARAPAN.

Saya yakin Anda tahu bagaimana cara memotivasi bawahan atau pengikut Anda.

Salah satu cara adalah dengan memberi mereka harapan, gambaran tentang sukses mereka di waktu yang akan datang, atau gambaran tentang kenikmatan dan hadiah yang akan mereka terima.

Harapan untuk mejadi juara, membuat seorang atlit berlatih keras siang dan malam. Harapan untuk mendapatkan pahala di Surga, membuat orang mau berbuat amal dan kebaikan di dunia ini. Harapan untuk memperoleh kesejahteraan yang lebih baik, membuat orang menetapkan pilihannya pada seorang calon Presiden dalam Pemilu.

Terlepas apakah orang yang menjanjikan harapan itu nanti memenuhinya atau mengingkarinya, kita melihat bahwa adanya harapan membuat orang mengambil tindakan.

HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN, VISI, dan HARAPAN

Seorang pemimpin yang mempunyai visi, adalah pemimpin yang membangun arah dan harapan masa depan yang tinggi. Setiap kali seorang pemimpin melontarkan visi bagi sesama dan menggambarkan sukses bersama pada masa depan, maka pemimpin itu membangun mereka dan memberi mereka alasan untuk terus maju.

Dahlan Iskan adalah contoh yang cukup baik untuk menggambarkan hal ini. Ketika memimpin PLN, Dahlan Iskan didukung oleh seluruh jajaran di bawahnya sehingga PLN mengalami kemajuan. Dukungan itu diberikan karena mereka mempunyai harapan masa depan yang lebih baik Harapan itu dibangun oleh Dahlan Iskan, melalui kemampuan komunikasinya yang luar biasa.

John Quincy Adams mengatakan:

If your actions inspire others to dream more,
learn more, do more and become more,
you are a leader.

Seorang pemimpin akan selalu menginspirasi pengikutnya untuk bermimpi lebih besar, belajar lebih banyak, bekerja lebih keras, dan ingin menjadi orang yang lebih baik atau lebih sukses. Dan ini hanya dipunyai oleh pemimpin yang memiliki visi, yang selalu memancarkan HARAPAN masa depan yang lebih baik kepada semua pengikutnya.

Selamat menjadi Pemimpin yang Memiliki Visi!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | 8 jam lalu

Takut Pada Presiden Jokowi, Malaysia Bongkar …

Febrialdi | 8 jam lalu

Melihat dari Film II …

Nilam Sari Halimah | 8 jam lalu

Cara Efektif Menghafal …

Masykur | 8 jam lalu

Sembilu Cinta …

Christian Kelvianto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: