Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Kuncoro Toro

Menulis adalah pekerjaan mudah yang tidak dapat dilakukan oleh semua orang, namun percayalah dengan membuat selengkapnya

Investment Grade sebuah Prestasi, Peluang dan Tantangan

OPINI | 20 December 2011 | 13:09 Dibaca: 377   Komentar: 0   0

Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan Investment Grade?

Definition of “Investment Grade” A rating that indicates that municipal or corporate bond has a relatively low risk of default. Bond Rating firm, such as Standard & Poor’s. use different designations consisting of upper-and lower-case letters “A” and “B” to Identify a bonds credit quality rating “AAA” and “AA” (high credit quality) and “A” and “BBB” (medium credit quality) are considered investment grade. Credit rating for bonds below these designations (“BB”, “B”, “CCC”, etc) are considered low credit quality and are commonly refered to as “junk bonds” (www.investopedia.com)

Penggunaan kata “investment grade” mengacu pada sebuah peringkat yang menunjukan utang pemerintah atau perusahaan yang memilki resiko yang relatif rendah dari peluang gagal bayar, sehingga memiliki tingkat kepercayaan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Lembaga pemeringkat hutang seperti Standard & Poors dan Fitch Rating menggunakan nilai “A” dan “B” untuk mengidentifikasi peringkat kredit sebuah Negara atau perusahaan. “AAA” dan “A” (kualitas kredit tinggi) dan “A” dan “BBB” (kualitas kredit menengah) merupakan kriteria investment grade. Sedangkan untuk penilaian “BB”, “B” dan “CCC” merupakan kualitas kredit rendah atau “sampah atau “Junk Bonds”.

Investment Grade sebagai sebuah Prestasi

Sebuah berita yang menggembirakan dan sekaligus prestasi bagi Indonesia adalah setelah 14 tahun sejak tahun 1997 dan kini 2011 akhirnya Indonesia kembali meraih peringkat Investment Grade dari lembaga pemeringkat Fitch Rating yang semula BB+ menjadi BBB- dengan perkiraan (outlook) stabil, sehingga Indonesia telah mendapatkan peringkat Investasi (Investment grade).

Artinya bahwa Indonesia dipandang sebagai Negara yang memiliki fundamental ekonomi yang kuat, stabilitas politik dan keamanan jangka panjang yang kondusif serta memiliki manajemen anggaran pemerintah serta kebijakan moneter yang bijaksana dan penuh kehati-hatian sehingga memiliki deficit anggaran yang rendah, rasio hutang yang rendah serta inflasi yang terkendali.

Dengan diraihnya investment grade Indonesia boleh berbangga karena peringkat “BBB”- adalah peringkat tertinggi di ASEAN dan merupakan prestasi terbaik yang dicapai oleh Indonesia.

Dengan diraihnya investment grade, Presiden berjanji akan menjaga kebijakan ekonomi Indonesia. Ekonomi yang berorientasi domestik dinilai sukses dan kuat untuk terus tumbuh. Ketahanan ekonomi Indonesia juga terbukti melalui gunjangan dari luar, seperti tahun 2008. Utang publik yang rendah dan suku bunga yang postif memberikan keleluasaan untuk merespons perlambatan ekonomi. Cadangan devisa yang tumbuh dari 69,6 miliar dollars AS per Januari 2010 menjadi 111,3 miliar dolar AS per akhir 2011 telah memberikan ketahanan ekonomi domestic dan kestabilan financial ditengah volatilitas aliran dana asing.

Investment Grade sebagai sebuah Peluang

Dengan peringkat Investment Grade maka membuka peluang bagi Indonesia untuk mendatangkan investasi-investasi besar dari luar negeri dan hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Presiden juga menyakini bahwa dengan diraihnya Investment Grade akan mendatangkan investor dan pemodal asing akan berani menanamkan modalnya di tanah air pada tahun-tahun mendatang.

Selain itu Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sebagaimana dikutip salah satu media juga mengatakan bahwa naiknya peringkat Indonesia itu bisa mendongkrak investasi langsung asing ke Indonesia sebesar US$ 9 Miliar atau setara Rp. 81 Triliun (dengan kurs Rp. 9.000,-). Kenaikan peringkat ini akan meningkatkan Foreign direct investment (FDI) sebesar kurang lebih 1% dari produk domestic bruto (PDB) atau US$ 9 Miliar.

Investment Grade sebagai sebuah Tantangan

Tantangan yang akan dihadapi oleh Indonesia dengan masuknya Investasi dan Modal Asing ke Indonesia adalah bagaimana memanfaatkan arus modal tersebut secara tepat, cermat dan bermanfaat. Bagaimana arus investasi yang masuk dapat dimanfaatkan dalam bentuk investasi langsung yang secara langsung menyentuh sektor riil, sehingga dapat membuka lapangan kerja dan mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Tantangan lainnya adalah Predikat Investment Grade harus dipertahankan pada masa mendatang dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Hanya dengan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan produktif, Indonesia akan dapat memanfaatkan momentum Investment Grade secara optimal yang pada akhirnya akan menjadikan Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru dunia. (disarikan dari berbagai sumber)

Penulis : Kuncoro, Desk Informasi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi …

Ashwin Pulungan | | 21 October 2014 | 08:19

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 4 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 6 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 11 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Jika Kau Bukan Anak Raja, Juga Bukan Anak …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Me Time (Bukan) Waktunya Makan Mie! …

Hanisha Nugraha | 7 jam lalu

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | 7 jam lalu

Semoga Raffi-Gigi Tidak Lupa Hal Ini Setelah …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: