Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Lay Rusli Mulyadi

Ketua Umum Asosiasi Solder Indonesia

Pasar Timah Indonesia

OPINI | 28 December 2011 | 11:42 Dibaca: 249   Komentar: 2   0

Dengan dimasukkannya kontrak komoditi timah INATIN dalam bursa ICDX menandai berdirinya Pasar Timah Indonesia. Pasar yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia keseluruhan, walaupun saat ini INATIN belum efektif diperdagangkan, sudah terlebih dahulu menuai pro dan kontra, sudah disambut saling hujat diantara personil inti yang berkepentingan.

Tujuan semula pembentukan Pasar Timah Indonesia adalah untuk memperbaiki/mendongkrak harga jual timah yang terpuruk dibawah $ 22,000 perMT pada September 2011, menuju target harga diatas $ 25,000 perMT. Terlepas dari niat baik pembentukan pasar timah di Indonesia, ditinjau dari tujuan pembentukannya terutama untuk mendongkrak harga timah jelas sangat keliru. Harga timah berfluktuasi tinggi maupun rendah tidak memilih pada pasar mana komoditi tersebut diperdagangkan, ingat pada April 2011 harga timah pada pasar perdagangan fisik KLTM dapat mencapai lebihdari $ 32,000 perMT, pada saat yang sama settlement price dan forward price pada LME tidak jauh berbeda, semuanya sangat jauh lebih tinggi dari harga yang diharapkan Asosiasi Timah Indonesia yang hanya $ 25,000 perMT.

Pada Pasar Timah Indonesia pun, bila terus-menerus permintaan komoditi timah sangat kecil jauh dibawah ketersediaan-penawaran, maka harga akan berfluktuasi tertekan turun, dan sebaliknya bila terus-menerus permintaan komoditi timah sangat besar jauh diatas ketersediaan-penawaran, maka harga akan berfluktuasi naik. Pasar adalah dinamis selalu menyesuaikan pada situasi dan kondisi terkini, angka-angka permintaan maupun ketersediaan-penawaran tahun lalu tidak dapat dipakai sebagai tolok ukur pasar saat ini.

Kepentingan mendirikan Pasar Timah Indonesia saat ini cenderung dilandasi rasa nasionalisme bahkan kedaerahan (Babel – Babel Tin Market). Tak ada salahnya Indonesia sebagai penghasil timah yang besar menginginkan memiliki pasar timah yang dapat memfasilitasi dan mengakomodasi seluruh kepentingan produsen timah nasional. Satu hal yang tak kalah pentingnya adalah memfasilitasi dan mengakomodasi kepentingan dan keinginan para pembeli timah tersebut, pembeli akan datang kepasar mana yang lebih menarik dari segala aspek, termasuk kemudahan melakukan transaksi, dsb.

Memiliki dua bahkan lebih pasar timah di Indonesia tidaklah berlebihan, INATIN pada ICDX (produk terstandar) cenderung diminati para pembeli dari industri lanjutan produk hilir timah, sedangkan Babel Tin Market dapat dirancang sesuai kebutuhan keberadaan sebagian besar produsen/smelter timah di Babel saat ini yaitu belum terstandar yang diakui badan independen, sementara ini para pembelinya adalah para Tin Refinery bermerk terdaftar di LME.

Target Asosiasi Timah Indonesia untuk harga timah diatas $ 25,000 perMT belum tercapai. Permasalahannya bukan karena belum beroperasinya Pasar Timah Indonesia, terlebih karena secara bersama-sama mereka tidak fokus pada sasarannya, tidak bersatu dalam menyusun strateginya, dan terutama memperjuangkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi. Hal ini akan sangat membahayakan perjalanan industri timah itu sendiri, bahkan pada saat Pasar Timah Indonesia sudah beroperasi penuh sekalipun.

Lay Rusli Mulyadi

Tags: timah

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 8 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 10 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 14 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 16 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: