Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Mohammad Thahir

Corporate Lawyer dan HRD Manajer PT Admiral Lines, alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Masa Percobaan Karyawan Kontrak

OPINI | 30 December 2011 | 08:39 Dibaca: 449   Komentar: 2   0

Dalam Pasal 58 ayat (1) Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan disebutkan bahwa Perjanjian Kerja waktu tertentutidak dapat mensyaratkan adanya masa percobaan. Dalam ayat berikutnya yaitu ayat (2 ) ditegaskan bahwa dalam hal disyaratkan masa percobaan kerja dalam perjanjian kerja waktu tertentu, masa percobaan kerja yang disyaratkan batal demi hukum. Dalam hal ini yang batal tentunya bukan perjanjian kerjanya tetapi syarat masa percobaannya. Jadi bila syarat terasebut tetap dimunculkan,maka dapat dianggap tidak pernah ada. Ini aturan hukumnya.

Didalam praktek dilapanganm khususnya untuk karyawan Anak Buah Kapal (ABK), antara perusahaan dengan ABK diikat dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu yang lazim disebut PKL yaitu singkatan dari Perjanjian Kerja Laut. Bentuk dan isi bahkan blanko PKL tersebut dapat diperoleh di Kantor Syahbandar tiap pelabuhan dalam bentuk buku dengan beberapa set PKL. Yang menyusun bentuk dan isi PKL terasbut adalah Syahbandar dan didalam salah satu Pasal PKL tersebut dicantumkan adanya syarat Masa Percobaan. Disatu sisi ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan tersebut dapat dipegang, tetapi pada sisi lain pada PKL diperlukan adanya masa percobaan karena ketidak cakapan seorang ABK dapat membahayakan keselamatan jiwa manusia, harta/barang dan kapal. Selama tidak kasus perselisihan antara perusahaan pelayaran dengan ABK mungkin tidak akan muncul kepermukaan tetapi bila ada seorang ABK yang diberhentikan karena tidak cakap (dalam masa percobaan), dia akan lari berpegang pada ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Jadi menurut pendapat kami ada dua instansi yang perlu duduk bersama membahasanya yaitu Kementerian Depnakertrans dan Kementerian Perhubungan.-

Sekedar sebagai opini.-

Mohammad Thahir

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 9 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Jangan Bikin Stress Suami, Apalagi Suami …

Ifani | 14 jam lalu

Ahok, Sang Problem Solving …

Win Winarto | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Noise Penyebab Miskom Dalam Organisasi …

Pical Gadi | 8 jam lalu

Rindu untuk Negeri Intimung …

Riza Roiyantri | 8 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 8 jam lalu

Akankah, Fatin Go Kompasianival? …

Umar Zidans | 8 jam lalu

Menteri yang Diharapkan Bisa Profesional …

Yulies Anistyowatie | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: