Artikel

Muhibbuddin Abdulmuid Yassin Marthabi

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Saya manusia biasa yang makan dan minum...bisa lapar dan haus..yang bisa senyum dan sakit...bisa gembira dan luka hati...bisa tertawa dan meneteskan air mata...seperti teman-teman semua...saya manusia... Tapi hamba ini berdo'a..jika hamba mati..darah hamba mengalir di bumi dan menulis kalimat الله www.mahamengasihani.co.nr

Jika Mau, Iran Bisa Putus Minyak ke Eropa Lebih Cepat Tanpa Pemberitahuan


OPINI | 24 January 2012 | 14:53 Dibaca: 191   Komentar: 0   1 dari 1 Kompasianer menilai aktual

Jika mau, sebagai penjual Iran tentu mampu 100% putus minyak ke eropa secepatnya tanpa pemberitahuan (image:bisnis.com)

Jika mau, sebagai penjual Iran tentu mampu 100% putus minyak ke eropa secepatnya tanpa pemberitahuan (image:bisnis.com)

Rencana embargo minyak ke negara-negara di Uni Eropa telah benar-benar diputuskan dalam pertemuan negara-negara Uni Eropa pada 23 Januari 2012. Strategi uni eropa ini menampakkan titik lemah transparan dan kurang diperhitungkan matang mengingat bahwa dalam hukum ekonomi, “penjual harus dan bisa bertindak lebih cepat dari pembeli serta penjual bisa menghentikan penjualan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu”, apalagi dalam jual beli minyak yang menjadi komoditi spesifik sebuah negara. Jika embargo peralatan elektronik, handphone, komputer, dan barang terbarukan lainnya, mungkin “pembeli bisa menjadi raja” di lihat dari banyaknya produsen yang mampu mengcover kebutuhan pasar. Akan tetapi, uni eropa telah gagal memahami bahwa permasalahan antara uni eropa dan Iran adalah mengenai minyak yang merupakan komoditi yang bersifat spesifik dan khusus, tidak semua negara memilikinya.
Pemberlakuan embargo juga tidak berdasarkan pertimbangan cerdas dan hanya mempercepat pemuasan kebencian terhadap Iran semata-mata. Banyak faktor yang memang mempengaruhi keputusan “cepat” tersebut. Namun, semuanya itu tentu seharusnya memberikan keuntungan ganda bagi kelangsungan stabilitas ekonomi uni eropa yang saat ini sedang dilanda krisis, bukan justru membuat menderita ekonomi anggotanya.
Kelemahan yang diperlihatkan lagi adalah adanya tenggang waktu bagi beberapa negara uni eropa yang sudah terlanjur terlibat dalam perdagangan minyak dengan Iran untuk mencari penjual baru selama kurang lebih 6 bulan setelah Januari 2012. meskipun diputuskan pada tanggal 23 Januari 2012, tetapi relasisasinya dimulai pada 1 Juli 2012 secara bertahap. Selama 6 bulan tersebut, negara yang terlibat perdagangan dengan Iran agar sudah mendapatkan pemasok baru. Sisi ini menunjukkan keraguan yang signifikan. Dalam posisi kebencian yang tidak dapat dikendalikan, uni eropa sudah mengambil kebijakan sangat beresiko bagi negara anggotanya sendiri demi kepentingan rendah Amerika Serikat, mengingat signifikansi Iran di dunia internasional masih kuat dan tidak melemah meskipun menerima embargo bertubi-bertubi.
Batas waktu 6 bulan saat dimulainya embargo terhadap Iran tepat pada tanggal 1 Juli 2012, merupakan titik celah kelemahan yang akan memporak-porandakan ekonomi uni eropa sendiri. Kelemahan ini disadari juga yang akhirnya dikeluarkan pernyataan bahwa selama 6 bulan tersebut, baik Iran maupun uni eropa bisa memperoleh penjual dan pembeli baru. Selama kurun bulan tersebut, maka kedua pihak diminta untuk mencari penjual dan pembeli baru sehingga tidak merugikan kedua kedua pihak.
Melihat kesempatan tersebut, sebagai penjual dan komoditi jualannya juga termasuk unik, sebenarnya bisa saja Iran langsung menghentikan eksport minyak ke eropa secepatnya tanpa pemberitahuan, sehingga negara-negara eropa kelimpungan dan harga minyak dunia melonjak tajam.
Akan tetapi langkah ini juga kemungkinan tidak akan menjadi strategi Iran, mengingat pertimbangan kemanusiaan dan “menyerang sebelum diserang” bukanlah model bangsa Iran.


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: