
Saya manusia biasa yang makan dan minum...bisa lapar dan haus..yang bisa senyum dan sakit...bisa gembira dan luka hati...bisa tertawa dan meneteskan air mata...seperti teman-teman semua...saya manusia... Tapi hamba ini berdo'a..jika hamba mati..darah hamba mengalir di bumi dan menulis kalimat الله www.mahamengasihani.co.nr
Dibaca: 376
Komentar: 3
2 dari 2 Kompasianer menilai aktual
Serangan teror dalam sebuah kancah peperangan tidak dapat dielakkan. Teror merupakan tindakan sistematis yang disusun suatu rezim maupun kelompok tertentu untuk menyerang maupun mempertahankan diri dari pribadi maupun lembaga yang dianggapnya sebagai ancaman dan musuh.
Iran, sebagai sebuah negara yang sedang membangun peradaban baru di dunia baru sekarang ini, memiliki kompetensi dan begawan-begawan ilmuwan yang mumpuni dalam banyak bidang, termasuk anatomi kenukliran. Ilmuwan nuklir di Iran hanya sebagian kecil dari ribuan ilmuwan yang mulai bergerak mengisi arus utama peradaban dunia.
Dengan semangat yang sedikit dipoles terlihat anti-mainstream, Iran menggandeng banyak negara, tidak hanya negara yang memiliki garis keislaman, termasuk Thailand, tetapi banyak negara lain dengan latar ideologi yang majemuk. Iran saat ini sudah menjadi “Singa Akademik”. Teknologi ruang angkasa Iran baru-baru ini juga menjadi incaran banyak negara yang membutuhkan teknologi peluncuran satelit. Di samping itu, Iran juga termasuk negara yang tidak “pelit” ilmu, yang siap kerjasama alih teknologi dengan negara lain.
Selama lebih dari 30 tahun sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat, ternyata justru semakin memposisikan Iran sebagai kampium baru di era milenium. Iran tumbuh menjadi negara yang bisa bersahabat dengan 99,99% negara di penjuru dunia, mungkin minus Amerika dan Israil. Artinya, jika saat ini ada sekitar 197 negara di dunia, Iran ready membuka hubungan harmonis dengan sejumlah 195 negara menjadi partner bisnis dan kerjasama lainnya. Ini sebagai indikator bahwa Iran tidak memiliki resistensi apapun, sebab memang Iran mengedepankan kerjasama tanpa ada kepentingan mendominasi dan kekhawatiran dalam aspek tertentu.
Bahkan, Iran masih siap bekerjasama dengan negara manapun yang dekat dan menjadi partner Amerika Serikat dan Israil. Pengecualian terhadap negara yang sudah melakukan sanksi sepihak, yang artinya pemutusan hubungan tersebut dimulai bukan dari Iran tetapi dari negara lain seperti kasus terakhir dengan negara-negara di Uni Eropa.
Berbeda dengan Israil dan Amerika Serikat. Negara ini hanya bisa bekerjasama dengan negara yang tidak terlalu mendukung kemerdekaan Palestina dan mengikat independensi menyeluruh di segala bidang, serta hanya bisa menjadi teman bagi negara yang siap untuk diintervensi dalam urusan dalam negerinya.
Posisi Iran yang bisa bersahabat dengan banyak negara, terbebas dari misi mendominasi negara lain dan kecil resistensinya menjadi anti tesis kuat terhadap kejadian kasus terakhir yang menimpa diplomat Israil di beberapa negara seperti Thailand, Georgia dan India. Adanya beberapa orang warga negara Iran yang diduga terlibat dalam serangan di salah satu dari ketiga negara tersebut tidak dapat dijadikan landasan penilaian yang mengarah kepada keterlibatan Iran secara sepihak dalam kasus tersebut. Terlebih saat ini, Iran sedang membina kepercayaan terhadap negara-negara di dunia akibat sanksi terakhir dari Amerika dan Eropa. Akan sangat semakin menyulitkan diri sendiri jika Iran melibatkan diri dalam kegiatan “di balik layar” yang pasti akan merusak hubungan diplomatik dengan negara terkait.
Berbeda dengan Israil (baca Zionis) yang memiliki agenda mendominasi kekuatan dunia sebagai kerangka untuk melegitimasi eksistensi negara Israil Raya, mampu mengorbankan sedikit warga negaranya, dengan tidak menafikan penebusan tentara Israil dengan seribu tahanan Palestina beberapa waktu yang lalu, untuk mendiskriditkan Iran di mata negara-negara sahabatnya dan mata dunia. Akan berbeda jika kejadiannya, ada diplomat Israil yang tewas atas sebab serangan apa yang dituduhkn Israil sebagai “serangan teror dari rezim Iran”. Dalam serangan serempak di Thailand, India dan Georgia, tidak ada warga negara Israil yang menjadi korban, bahkan dilaporkan salah seorang penyernag yang justru berupaya membunuh salah seorang polisi di Thailand.
Israil seharusnya sadar, bahwa Iran sudah menjadi bagian dari masyarakat yang cinta perdamaian dalam pandangan masyarakat Internasional, sebagai negara yang tidak memiliki resistensi apapun dengan negara manapun di penjuru dunia. Maka upaya kambing hitamkan Iran di mata dunia, tidak akan berhasil.