Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Perda Nomor ??? Tahun 2012 Tentang Penanaman Modal Di Kota Tangerang Selatan

OPINI | 13 March 2012 | 23:24 Dibaca: 743   Komentar: 0   0

1331634161573465171

Ir.Oting Ruhiyat ,Kepala KPMD (Kantor Penanaman Modal Daerah ) Kota Tangerang selatan

Tangsel, Banten-Pasal 30 ayat (2) PP NO.1 Tahun 2008 Tentang Investasi, Pemerintah mengamanahkan kepada kementrian dalam negri untuk menyusun Permendagri Tentang Investasi Pemerintah Daerah.Pemerintah Kota Tangerang Selatan berdasar Undang – undang terkait, bisa saja berinvestasi dalam bentuk pembelian surat berharga, Pemberian Pinjaman, Sewa, Kerjasama Pemanfaatan,Bangun Guna Serah atau Bangun Serah Guna, dan yang wajib mengelola dan melaksanakan adalah DPPKAD Tangsel, selaku Bendahara Umum Daerah.

Laju Pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan, cukup mengalami kenaikan yang signifikan, yang pada umumnya di dominasi oleh sektor tersier, yakni pengakutan dan komunikasi, perdagangan, hotel dan restoran serta usaha jasa – jasa, Bank, Persewaan dan jasa perusahaan yang memberikan kontribusi hingga 90%.Adapun sektor sekunder,industri pengolahan, listrik ,gas dan air bersih serta konstruksi memberikan kotribusi 8,76%, Lalu, sektor primer, yakni pertanian , pertambangan dan penggalian hanya berikan kontribusi 2%, karena secara Tata ruang dan wilayah Kota Tangerang Selatan memang hanya boleh untuk industri yang No Polutan.Ada pepatah yang sering terdengar di kalangan publik, di awal pemekaran Kota Tangsel, “ Dengan hanya duduk manis saja, pemerintah Tangsel, akan mengamati langsung laju pertumbuhan ekonomi yang pesat di Tangsel, karena peran swasta yang cukup berakar di bidang property , yang total nilai investasinya sebesar Rp.30 Trilyun”.

Tangsel, memang strategis sebagai penyangga ibukota negara, dengan total panjang jalanan kota sejauh 137,773 Km, 5 Stasiun kereta rel listrik yang tersebar di tiga kecamatan, Kantor Telkom yang berjumlah 5 buah tersebar di 5 kecamatan, 83 unit Tower BTS, 21 Tempat pembuangan sampah sementara,juga 5 unit water treatmen plant, 26 unti tempat pemakaman umum, di lintasi 5 sungai, dan 5 setu yang masih berfungsi sebagai penampungan curah hujan, adalah kondisi geografis yang amat strategis.

Oleh sebab itu, guna meningkatkan iklim investasi dan mendorong penanaman modal, Pemkot Tangsel sedang menyusun agenda yang di kembangkan kedalam beberapa poin di antaranya, merumuskan kebijakan penanaman modal, perbaikan regulasi, penyederhanaan perijinan, pengembangan infrastruktur, promosi daerah, penguatan regional management yang tidak lain adalah terbentuknya pengembangan jaringan bisnis dan investasi di daerah Kota Tangsel.

Langkah menuju pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD ) seumpama Holding Company, yang meliputi jasa Pengelolaan Parkir, Bank Syariah, dan bentuk usaha lainnya yang mengahsilkan penerimaan daerah ,sehingga PAD (pendapatan Asli Daerah ) yang berasal dari pungutan dan pajak daerah bisa terkurangi, karena adanya ekonomi biaya tinggi karena pungutan dan pajak daerah yang berlebihan akan menghambat iklim investasi yang pada akhirnya akan menyulitkan lapangan kerja bagi warga setempat.

Dengan di sah-kannya Perda No.20 Tahun 2012 Tentang Penanaman Modal Di Kota Tangerang Selatan yang mengacu pada UU No.25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal,dan UU No.32 Tahun 2004 ,Tentang Pemerintah Daerah.Semua aparatur daerah di harapkan segera mempersiapkan kapasitas untuk mengundang penanaman modal , promosi penanaman modal segera di publikasikan kepada seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan khususnya bagi penanaman modal dalam negri, dan segala kendala yang muncul bisa segera di tangani penyelesaiannya.

Perda No.20 Tahun 2012 Tentang Penanaman Modal Di Kota Tangerang Selaan memuat 13 Bab, dan 32 Pasal , Bab I Ketentuan Umum,Bab II Asas dan Tujuan,Bab III Kewenangan Pemerintah Daerah, Bab IV Jenis Bidang Usaha,Bab V Bentuk Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal, Bab VI Kriteria Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal,Bab VII Fasilitas Penanaman Modal,Bab VIII Penyelenggaraan Penanaan Modal,Bab IX Pengendalian dan Prosedur Penanaman Modal,Bab X Mekanisme Perizinan, Bab XI Sanksi Administratif, Bab XII Pelaporan dan Evaluasi, Bab XIII Ketentuan Penutup.

Pada Bab IX Pengendalian dan prosedur Penanaman Modal , patutlah di perhatikan para investor ,karna di dalamnya memuat bagian mengenai Hak , Kewajiban dan Tanggung Jawab Penanam Modal , dan pada Bab VII Fasilitas Penanaman Modal ,patutlah menjadi motivasi tersendiri bagi investor untuk meraih sejumlah kemudahan dan insentif dari pemerintah daerah Kota Tangsel yang mengacu pada Peraturan walikota.

Maju pesatnya laju pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan , selalu bergantung pada interaksi dari pemerintah dan pelaku usaha,masalah pokok yang kerap terjadi pada penanaman modal di daerah selalu terkait beberapa faktor , diantaranya : Resiko gangguan keamanan yang dapat mempengaruhi persepsi investro terhadap iklim penanaman modal di Tangsel,Kurangnya kepastian hukum dan ketidak pastian hak milik dan perjanjian usaha serta lemahnya penegakan hukum, kurang kondusifnya pasar tenaga kerja di Tangselm produktivitas rendah upah yang sulit di perkirakan dan ering akibatkan kasus di pengadilan hubungan industrial, lalu, tumpang tindihnya peraturan dan kebijakan pusat dan daerah, serta simpang siurnya pembagian wewenang antara pemerintah pusat dan daerah yang berkaitan dengan penyusunan kebijakan di bidang penanaman modal daerah, yang terakhir adalah berbelitnya proses birokrasi dari perijinan yang terlalu panjang prosedurnya serta kurangnya insentif daerah dalam hal ini insentif perpajakan.

Namun Tangerang Selatan, di era globalisasi, pasti akan mampu menghadapi semua kendala yang akan mengganggu iklim investasi yang sehat, terlebih dengan adanya Peraturan daerah No.20 Tahun 2012 tentang penanaman Modal Di Tangsel yang memuat semua hal yang di butuhkan oleh masyarakat dan investor pada umumnya, namun secara umum, antusiasme pemerintah daerah Kota Tangsel, akan secara kreatif melakukan penuyusunan rencana umum penanaman modal, pengembangan sistem informasi penanaman modal, pelayanan one-roof system atau one-stop shop, dan reorientasi peran dari tradisional menuju peran kewiraswastaan.Yang tujuannya adalah mengurangi maslah kemiskinan, perbaikan kesejahteraan  dan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDRB).Kegiatan penanaman modal di daerah Tangsel ,mutlak mesti  meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, meningkatakan kapasitas dan kemampuan  ekonomi kerakyatan dan mengolah ekonomi potensial  menjadi kekuatan riil dengan dana yang berasal dari masyarakat d Kota Tangerang Selatan itu sendiri.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengupas Sisi Kemanusiaan Pasar Santa …

Olive Bendon | | 21 October 2014 | 05:56

Di Balik Pidato Jokowi: Stop Menuding Pihak …

Eddy Mesakh | | 21 October 2014 | 16:05

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Foto Gue Dicuri Lagi Bro, Gembok Foto Itu …

Kevinalegion | | 21 October 2014 | 07:41

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 5 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 6 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Ujung Galuh Bukan Surabaya?? …

Lintang Chandra | 7 jam lalu

Surat Terbuka untuk Bapak Presiden Joko …

Ading Sutisna | 7 jam lalu

Ketika Sungai Menjadi Tempat Pembuangan …

Hendra Mulyadi | 7 jam lalu

Berkurangnya Fungsi Pendidikan dalam Media …

Faizal Satrio | 7 jam lalu

Jangan Tantang Rambu Dilarang! …

Johanes Krisnomo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: