Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Bastian Pangaribuan

Saya hanya manusia biasa yang mencoba untuk belajar setiap harinya

“Ekonomis, Efektif, & Efisien”

REP | 17 March 2012 | 07:07 Dibaca: 13037   Komentar: 0   1

Dalam kehidupan sehari-hari kita seringkali dihadapkan dengan kata-kata ekonomis, efektif, dan efisien. Kita pasti sering mendengar kata-kata tersebut bahkan turut serta menggunakannya. Pertanyaan yang sering timbul di benak kita mungkin mengenai perbedaan dari 3 kata diatas. Kata-kata diatas memiliki pengertian yang hampir mirip, tetapi maknanya berbeda. Di bawah ini saya akan coba untuk membandingkan makna dan pengertian ekonomis,efektif, dan efisien dari sudut pandang saya sebagai mahasiswa akuntansi

Pertama saya akan mengulas kata “ekonomis”. Ekonomis itu adalah suatu tindakan/perilaku dimana kita dapat memperoleh input (barang atau jasa) yang mempunyai kualitas terbaik dengan tingkat harga yang sekecil mungkin. Dari pengertian diatas ada 2 unsur yang sangat penting, yaitu sumber daya (biaya) dan input (barang atau jasa). Individu atau korporasi yang ekonomis selalu memilih barang atau jasa dengan harga yang murah dan kualitas yang baik. Dari sekilas pengertian diatas kita dapat melihat bahwa barang yang ekonomis itu bukan merupakan barang murahan atau barang asal jadi.

Berikut saya akan memberikan contoh tentang perilaku ekonomis. Perusahaan Komodo Grup membuka lowongan untuk seorang akuntan. Beberapa hari kemudian ada 2 orang akuntan yang melamar ke perusahaan ini. Akuntan yang pertama bernama Gerrard yang merupakan lulusan s1 dengan IP cumlaude dari salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. Pada saat wawancara kerja, Gerrard meminta gaji sebesar Rp 3.000.000 per bulan. Akuntan yang kedua bernama Luis Suarez yang merupakan lulusan s1 dengan IP pas-pasan dari salah satu perguruan tinggi swasta yang akreditasnya buruk. Pada saat wawancara kerja, Suarez meminta gaji sebesar Rp 3.200.000 per bulan. Manajemen personalia perusahaan yang baik pasti akan memilih Gerrard karena selain biaya/cost lebih murah, kualitasnya pun lebih baik dan ini merupakan tindakan yang ekonomis.

Kesimpulannya adalah ekonomis atau tidaknya barang atau jasa yang kita pakai/beli tersebut sangat ditentukan oleh seberapa berkualitas barang/jasa tersebut dari berbagai pilihan yang ada. Kualitas dahulu kemudian harga/cost. Dalam beberapa kesempatan pun, manajemen perusahaan / individu harus mampu memperhitungkan oppurtunity cost dalam rangka pelaksanaan kegiatan secara ekonomis.

Selanjutnya saya akan coba membahas tentang kata efisiensi. Efisiensi merupakan suatu tindakan dimana kita / korporasi dapat menghasilkan output terbaik dengan input seminimal mungkin. Contoh, untuk membuat martabak yang baik hanya diperlukan 3 kg tepung terigu, Individu yang efisien hanya menggunakan 3 kg tepung terigu tidak lebih dan tidak kurang. Dalam kata efisien ini terdapat 2 unsur yang sangat penting, yaitu input dan output. Individu atau manajemen yang efesien selalu memikirkan tentang bagaimana caranya menghasilkan output dengan kualitas yang baik dengan input yang digunakan dengan sesuai takaran.

Terakhir saya akan membahas tentang kata efektif. Efektif adalah suatu tindakan dimana kita / korporasi dapat menhasilkan output dengan outcome terbaik. Output yang kita hasilkan harus bermanfaat bagi kita maupun orang lain. Contoh, roti yang dihasilkan oleh perusahaan roti harus mempunyai cita rasa dan kadar gizi yang baik sehingga dapat dijual dan dikonsumsi oleh masyarakat. Dalam kata efektif ini terdapat 2 unsur yang sangat penting, yaitu output dan outcome.

Dari penjelasan singkat diatas mungkin teman-teman sudah mengerti sedikit tentang perbedaan ekonomis,efisiensi,dan efektif. Nah, pertanyaan sekarang adalah bagaimana hubungan antara ketiganya. Ketiga kata ini sangat berhubungan. Kinerja suatu instansi , perusahaan, ataupun individu pertama dapat dilihat dengan tingkat ekonomis dalam penggunaan sumber daya dalam rangka penggunaan input kemudian input yang ada ini apakah digunakan secara efisien dalam menghasillkan output dan yang terakhir apakah output yang dihasilkan ini sudah efektif sehingga bermanfaat bagi pengguna maupun produsen. Efektif ini merupakan tujuan paling utama karena percuma saja barang yang harganya murah tetapi hasilnya jelek sehingga tidak bermanfaat.

Contoh dari hubungan antara kata ekonomis, efisiensi, dan efektif adalah sebagai berikut, Dalam pembuatan roti tawar dibutuhkan beberapa tahap. Tahap pertama adalah pengadaan tepung terigu. Pada tahap ini berlaku prinsip ekonomis. Perusahaan yang ekonomis akan memilih tepung terigu yang terbaik dengan harga yang semurah mungkin. Tahap kedua adlaah pembuatan roti tawar. Pada tahap ini berlaku prinsip efisiensi. Perusahaan yang efisien akan menggunakan tepung terigu tadi dengan hemat sesuai takaran untuk menghasilkan output berupa roti tawar yang baik. Tahap akhir yang merupakan tahap yang paling penting adalah pendistribusian roti tawar ini kepada masyarakat. Pada tahap akhir ini berlaku prinsip efektif. Perusahaan yang efektif akan mampu menjual roti dengan kualitas baik kepada para konsumen. Tahap terakhir dibilang paling penting karena percuma saja khan bisa menghasilkan roti,tapi roti tersebut tidak bisa dijual kepada publik karena kualitasnya yang tidak baik.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 8 jam lalu

Skenario Menjatuhkan Jokowi, Rekayasa Merah …

Imam Kodri | 10 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 10 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 10 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

(H-8) Jelang Piala Asia U-19 : Skuad …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Saat Impian Negara Menjadi Aksi Keluarga …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 8 jam lalu

Misteri Coban Lawe di Lereng Gunung Wilis …

Nanang Diyanto | 8 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: