Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Bunda Khadijah

I am Indonesian, married, mother of 3, moslem...: "Mari Tegakkan Shalat."

Rumor Pembukaan Moratorium Ke Arab Saudi Makin Santer

REP | 05 April 2012 | 04:24 Dibaca: 1785   Komentar: 24   0

Saya mendengar rumor bahwa Moratorium TKI ke Arab Saudi akan dibuka sekitar bulan April 2012.  Rumor ini pertama kali saya dengar akhir Bulan Januari 2012, ketika berada di Jakarta bersama keluarga.  Saya tahu itu hanya rumor, namun saya penasaran dan tetap menanyakan pada salah seorang keluarga saya yang memiliki kantor PPTKIS di Jakarta.  Jawabannya begini : bila merujuk pada press release Menakertrans, Moratorium TKI ke Arab Saudi akan diberlakukan sampai tahun 2017.  Pada saat ini sedang diuji cobakan dulu sistem baru dengan Malaysia, dimana ternyata pihak Malaysia masih banyak keberatan dengan persyaratan yang diajukan pemerintah Indonesia dalam penempatan TKI yang baru.  Lanjutnya, bila dengan Malaysia saja masih demikian sulit titik temu, apalagi dengan Pemerintah Saudi.

Ternyata tidak berhenti sampai disitu,  beberapa kalangan ibu rumahtangga di Madinah mengkonfirmasikan akan adanya kepergian suami mereka ke Jakarta karena mereka meyakini bisa mengambil TKI/tkw lagi dari Indonesia.  Mereka ini dari golongan privat, membawa sendiri visa housemaid mereka dan bukan dari kalangan pengusaha PJTKA Saudi.  Saya tanyakan kenapa mereka sedemikian yakin bahwa pengiriman tkw dari Indonesia ke Saudi akan dibuka lagi, jawabannya mereka dengar-dengar dari sana-sini…artinya Rumor.

Beberapa perusahaan resmi jasa tenaga kerja asing Saudi (Maktab lil-istiqdam)  juga rupanya meramaikan rumor ini dengan banyak dari mereka menjanjikan visa housemaid Indonesia akan bisa diproses tidak lama lagi…lagi-lagi rumor bahwa moratorium akan segera dibuka.

Saya sudah sering menertawakan rumor ini, sampai tadi malam saya mendapat telpon dari Sulawesi….ooohhh kenalan lama, sudah 3 tahun kami tidak ketemu. ….lagi-lagi selain basa-basi kangen, si nyonya di seberang telpon menanyakan apakah saya ada membaca berita suratkabar atau berita resmi di saudi akan waktu pembukaan moratorium….Saya jawab sejauh ini saya tidak mendengar apapun tentang pembukaan kembali penerimaan tenaga kerja Indonesia dari yang berwenang di saudi melalui mass media Saudi.

Saya menyimpulkan rumor pembukaan moratorium TKI ke Arab Saudi di beberapa kalangan demikian santer, entah darimana dan siapa pemicunya.  Kemungkinan besar dari pihak-pihak yang usahanya sudah hampir bangkrut akibat moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi….Rupanya sudah banyak sekali pihak yang resah dan gelisah akibat moratorium TKI ke Arab Saudi.  Saya bahkan menyangka beberapa kalangan pengusaha mungkin sudah mulai melakukan pendekatan kepada Pemerintah untuk memperhatikan nasib perusahaan mereka.  Iya, wajar saja, sudah lebih dari 6 bulan, usaha beku sementara mungkin biaya operasional kantor harus tetap berjalan.

Saya pribadi tidak percaya, dan berpendapat ini hanya rumor.  Logikanya untuk pembukaan kembali dengan Arab Saudi, harus ada berita pendahuluan penandatanganan MoU Perlindungan Tenaga Kerja antara kedua negara dan pengumuman resmi dari pemerintah RI bahwa persyaratan-persyaratan yang dituntut yang ditujukan demi penempatan TKI yang bermartabat telah mencapai titik kesepakatan dengan pihak Saudi.

Saya persilakan sidang pembaca kompasiana, bila ada yang mengetahui kejelasan sampai dimana kemajuan pembicaraan antara kedua negara, dan dapat memverifikasi rumor ini.  Jangan sampai hanya keresahan dan atau harapan kosong dilempar kepada kedua masyarakat, baik masyarakat Indonesia maupun masyarakat Saudi.  Dari satu dekade lalu, negara kita sudah beberapa kali melakukan moratorium ke Saudi, ada yang berlaku hanya 3-4 bulan dan pernah berlaku moratorium sekitar  6 bulan, akan tetapi hasil moratorium jaman itu ternyata tidak efektif, buktinya satu dekade, permasalahan yang menimpa TKI terus berulang.

Saya berharap pemerintah kali ini menjalankan moratorium ini dengan kesungguhan dan sepenuh hati.  Bekerja mendapatkan kesepakatan dari negara penerima TKI khususnya Saudi dan memperbaiki sistem hulu hilir dan menertibkan oknum aparat yang selama ini menodai pelayanan terhadap TKI….dan jangan dipaksakan pembukaan moratorium ke Saudi bila semua piranti lunak dan kerasnya belum siap lagi.  Kali ini moratorium harus benar-benar berhasil nyata menempatkan TKI yang bermartabat di luar negeri.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Timnas U-23 dan Prestasi di Asian Games …

Achmad Suwefi | | 22 July 2014 | 13:14

Inilah Pemenang Blog Competition …

Kompasiana | | 22 July 2014 | 15:18

Sindrom Mbak Hana & Mas Bram …

Ulfa Rahmatania | | 22 July 2014 | 14:24

Siku Sudut Unik Candi Dadi Tulungagung …

Siwi Sang | | 22 July 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 8 jam lalu

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 9 jam lalu

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 10 jam lalu

Jangan Keluar dari Pekerjaan karena Emosi …

Enny Soepardjono | 10 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: