Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Handoyo Prasetyo

Perencana dan konsultan keuangan keluarga di Indonesia >>> http://handoyoprasetyo.wordpress.com/

Perusahaan Asuransi Yang Paling Baik

OPINI | 18 April 2012 | 16:21 Dibaca: 1054   Komentar: 0   0

Saat ini banyak sekali perusahaan asuransi yang ada di Indonesia. Pertanyaan yang kemudian muncul di kalangan masyarakat banyak adalah: “Perusahaan asuransi mana yang paling baik?

Apabila pertanyaan tersebut ditanyakan kepada agen asuransi, kemungkinan besar jawabannya adalah perusahaan yang diwakilinya. Hal ini bisa dipahami, karena agen ingin menonjolkan kelebihan perusahaannya supaya prospek tertarik untuk membeli. Selain itu jawaban ini menunjukkan kebanggaan agen terhadap perusahaan yang diwakilinya. Berbagai alasan dan argumen akan disampaikan untuk menonjolkan perusahaannya dan menomorduakan perusahaan lainnya, walaupun tidak semua agen asuransi berbuat demikian. Selama masih dalam batas wajar, ini masih bisa dimengerti. Tetapi sebagai nasabah, kita perlu membuat telaah yang lebih objektif dan jernih untuk menyikapi pernyataan tersebut.

Untuk menilai perusahaan mana yang baik, harus digunakan parameter yang jelas. Pada dasarnya ada tiga parameter yang bisa digunakan, yaitu: kesehatan finansial perusahaan, produk atau program yang ditawarkan perusahaan dan kepuasan nasabah atas pelayanan yang diterimanya.

Asuransi adalah bisnis padat modal yang bersifat jangka panjang. Setiap polis yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi, selain memberikan bisnis, juga membebani perusahaan dengan kewajiban potensial untuk membayar klaim. Bisnis asuransi berbeda dengan bisnis pada umumnya. Klaim yang dibayarkan jauh lebih besar dari premi yang diperoleh. Bahkan bisa terjadi, total premi yang disetorkan nasabah masih lebih kecil dari klaim yang dibayarkan.

Misalkan seorang nasabah berusia 30 tahun membayar premi Rp500 ribu/bulan selama 10 tahun. Saat polis sudah disetujui, perusahaan asuransi memberikan jaminan pertanggungan atas risiko meninggal dunia sebelum usia 99 tahun sebesar Rp400 juta. Dalam kasus ini, total premi yang akan diperoleh adalah Rp60 juta. Sementara uang pertanggungan yang harus disediakan saat polis diterbitkan adalah Rp400 juta. Jauh lebih besar dari premi yang akan diterima.

Perusahaan asuransi perlu mencadangkan dana untuk membayar klaim. Caranya dengan menghitung besarnya risiko yang sudah dikalikan dengan probabilitas timbulnya risiko tersebut. Cadangan uang untuk membayar klaim dimasukkan dalam rekening cadangan teknis.

Pemerintah menetapkan standar untuk mengukur kemampuan perusahaan asuransi dalam membayar klaim. Standar ini disebut modal yang didasarkan pada besar risiko yang ditanggung (lazim disebut Risk-based Capital atau RBC). Saat ini besarnya RBC minimal yang disyaratkan adalah 120%. Apabila jumlah risiko yang ditanggung perusahaan semakin besar (dengan kata lain bisnisnya berkembang), perusahaan harus menyetorkan tambahan modal, supaya RBC-nya memenuhi standar minimal atau bahkan lebih tinggi. Jadi, perusahaan yang bisa memenuhi syarat RBC adalah perusahaan yang sehat.

Industri asuransi juga adalah industri yang sangat terbuka, dan persaingan antar perusahaan asuransi bersifat sempurna. Maksudnya, jika ada sebuah produk asuransi yang ditawarkan sebuah perusahaan kemudian sukses di pasar, maka akan dengan mudah ditiru (dan ditambah features yang lebih menarik) oleh pesaing yang memiliki sumber daya yang sebanding. Dengan demikian akan sulit mencari produk yang paling superior. Apabila kita ingin membandingkan produk antar perusahaan, perbandingan harus dilakukan apple to apple.

Sayangnya tidak mudah menemukan produk yang mempunyai features dan biaya yang sama persis. Tetapi kita bisa menyimpulkan bahwa semua produk yang ada di pasar relatif sama dan tidak ada yang sangat superior. Kalau kita mengasumsikan nasabah di Indonesia well-informed dan punya akses yang bebas dan murah ke semua perusahaan asuransi, kita bisa menggunakan proxy produk yang banyak dibeli orang adalah produk yang paling diminati masyarakat. Untuk mengatakan produk yang paling baik, kita harus menyesuaikannya dengan kebutuhan kita.

Apabila kita mengasumsikan bahwa perusahaan yang beroperasi memiliki kesehatan finansial yang baik dan produk sejenis (term, whole life, endowment, unit-linked) memiliki karakteristik dan biaya yang relatif sama, maka faktor yang seringkali membentuk pendapat ‘mana perusahaan yang baik?’ adalah bagaimana pelayanan yang diberikan perusahaan kepada nasabahnya.

Pelayanan kepada nasabah dimulai sejak pertemuan pertama agen perusahaan asuransi dengan calon nasabah (masih sebagai prospek). Bagaimana agen menggali informasi tentang financial concerns dan financial challenges prospek, merumuskan kebutuhan finansial yang mendesak untuk dipenuhi, mendiskusikan produk yang sesuai, mengurus administrasi pengajuan proposal, mengirimkan polis, memonitor pembayaran premi, melayani klaim, mengurusi administrasi perubahan polis, sampai dengan kegiatan mereview kesesuaian polis dengan kebutuhan nasabah yang telah berubah. Intinya, agen asuransi harus bertindak selaku mitra nasabah dalam mengarungi kehidupannya.

Komitmen agen sangat  memengaruhi kepuasan nasabah. Perusahaan yang sehat dan produk yang bagus tidak akan berarti kalau agen tidak memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan yang terbaik kepada nasabah. Seringkali kita mendengar atau bahkan mengalami sendiri, servicing agent kita berganti ke orang lain karena agen terdahulu sudah beralih profesi atau pindah ke perusahaan lain. Padahal, bisnis asuransi adalah bisnis jangka panjang yang berlandaskan pada kepercayaan (trust).

13347224241856924424

Top Agent Award

Sebagai kesimpulan, kita tidak bisa menilai secara absolut mana perusahaan yang paling baik. Memang ada lembaga yang melakukan rating untuk menilai peringkat perusahaan. Tetapi, bagi nasabah yang paling penting adalah bagaimana komitmen dari agen yang melayaninya. Untuk itu selain memerhatikan kesehatan finansial dan reputasi perusahaan, serta produk yang ditawarkan; faktor yang sangat penting diperhatikan adalah siapa agen yang pantas menerima kepercayaan kita untuk menjadi mitra jangka panjang, dalam mengarungi kehidupan.

Pilihlah agen yang sudah memiliki rekam jejak yang jelas. Yang tidak menjadikan asuransi sebagai bisnis sambilan. Yang tidak hanya menjual, tetapi yang pertimbangannya didasarkan pada kepentingan nasabah.

Mari berasuransi!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kabar Burung tentang Bandung: Superhero …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 14:15

Ikhlas, Kunci Ibu Bisa Bahagia …

Sekar Sari Indah Ca... | | 20 December 2014 | 13:33

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35

Mazagran: Lahir dari Perang, Lalu …

Kopi Keliling | | 20 December 2014 | 13:38

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 7 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 8 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 9 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 9 jam lalu

Hati Lembut Jokowi Atas Manuver Ical …

Mas Wahyu | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: