Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Bambang Suharno

Penulis buku best seller "Langkah Jitu Memulai Bisnis Dari Nol" dan puluhan buku lainnya. Pembicara selengkapnya

Menyusun Teks Pidato Ketua Panitia dan Ketua Organisasi

OPINI | 09 May 2012 | 14:00 Dibaca: 7442   Komentar: 0   0

1330063944850183764Menyusun teks pidato sambutan ketua panitia dengan teks pidato sambutan ketua organisasi adalah dua hal yang sangat berbeda, namun yang sering terjadi adalah tumpang tindih antara materi yang disampaikan ketua panitia kegiatan organisasi dengan Pimpinan Organisasi.

Sebagai contoh, organisasi Persatuan Insinyur Pertanian mengadakan kongres nasional. Ketua panitia menyampaikan latar belakang kongres, peserta kongres, dan agenda kegiatan kongres dan ucapan terima kasih terhadap pihak yang berperan. Saat Ketua Umum Persatuan Insinyur menyampaikan sambutan, ternyata teks pidato sambutan Ketua Umum hampir sama, yaitu latar belakang kegiatan kongres dan ucapan terima kasih kepada para hadirin.

Kejadian seperti ini sering terjadi sehingga hadirin pada umumnya kurang berminat mendengarkan pidato sambutan. Mereka cenderung ngobrol sendiri-sendiri karena acara sambutan ketua panitia maupun sambutan ketua umum dianggap sebagai formalitas saja.

STRUKTUR TEKS PIDATO KETUA PANITIA

Untuk memahami perbedaan sambutan ketua panitia dengan sambutan ketua organisasi, berikut ini saya sampaikan struktur teks pidato sambutan ketua panitia.

  1. Salam pembuka. Dalam menyampaikan salam pembuka perlu diperjelas nama dan jabatan seseorang. Dalam tata karma penyebutan nama, orang yang paling top disebut pertama. Awas jangan terbolak-balik. Dalam struktur pemerintahan ada pejabat eselon 1 sampai 4. Harus kita pahami bahwa yang paling tinggi adalah eselon 1 (sekelas Dirjen), bukan eselon 4 (sekelas kepala seksi). Jika ada menteri, maka Menteri disebut yang pertama, baru kemudian Dirjen (eselon 1), Direktur (eselon 2) , Kepala Sub direktorat (eselon 3), Kepala Seksi (eselon 4). Oleh karena itu kita perlu bertanya terlebih dahulu jenis-jenis jabatan dan peringkat atau eselonisasinya.
  2. Latar belakang . Sambutan Ketua Panitia dimulai dengan sekilas cerita tentang latar belakang dan tujuan acara. Bisa dimulai dengan kronologis kegiatan. Misalnya dalam seminar nasional tentang lingkungan hidup:

“ Pada tanggal 10 oktober 2011 lalu beberapa asosiasi di bidang lingkungan hidup mengadakan rapat membahas masalah aktual yaitu mengenai banyaknya tanah longsor dan banjir di musim hujan . Dari rapat inilah kemudian disimpulkan perlunya sebuah forum seminar untuk membahas langkah-langkah kongrit apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Syukur Alhamdulilah, pada hari acara seminar ini dapat kita selenggarakan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang lingkungan hidup………”

  1. Uraian mengenai keberhasilan acara. Pada bagian ini dapat disampaikan jumlah peserta, tamu undangan, pembicara dan sebagainya. Untuk memberi efek menarik dan dramatis bagi audience, biasanya ketua panitia menjelaskan hal-hal yang di luar dugaan, misalnya sebuah seminar nasional, ternyata ada beberapa peserta dari daerah yang jauh dan terpencil, misalnya dari Papua. Jika ini disebut dan peserta yang dari Papua diminta berdiri, maka peserta akan tertarik dan tepuk tangan.
  2. Penutup dan ucapan terima kasih. Bagian ini menguraikan siapa saja yang ikut berperan dalam kegiatan, misalnya ada sponsor, donator dan lain-lain. Pada bagian akhir sambutan harus disertai ucapan terima kasih kepada sponsor, donatur, pihak yang ikut berperan termasuk tim panitia.

STRUKTUR TEKS PIDATO KETUA ORGANISASI

Kalau Ketua Panitia menjelaskan hal hal teknis seputar acara, Ketua Organisasi menjelaskan gambaran besar mengenai kebijakan dan program kerja yang ujungnya adalah kegiatan yang sedang berlangsung. Itu sebabnya ketua organisasi biasanya menyampaikan kalimat klise yaitu “saya menyambut baik acara ini yang merupakan pelaksanaan dari program kerja organisasi kita tercinta”.

Berikut ini struktur isi sambutan Ketua Organisasi.

  1. Salam pembuka pada hakekatnya sama dengan salam pembuka Ketua Panitia.
  2. Penjelasan singkat mengenai organisasi yang dipimpin. Dalam poin ini perlu benar-benar dipertimbangkan siapa saja audience-nya. Misalnya seorang Ketua Organisasi Perusahaan Farmasi menyampaikan sambutan pada seminar nasional dimana semua pesertanya adalah anggota organisasi tersebut. Maka penjelasan mengenai organisasi lebih ditekankan pada keberhasilan organisasi tersebut dalam menjalankan aspirasi anggota. Lain halnya jika seminar nasional tersebut pesertanya dari berbagai organisasi lain, maka penekanannya adalah bagaimana organisasi perusahaan farmasi tersebut menjalankan perannya untuk lingkungan atau masyakarat. Dengan demikian peserta akan merasa bahwa kehadiran organisasi farmasi ada hubungannya dengan kemajuan ekonomi sosial bagi kelompok atau organisasi lain atau bagi masyarakat umum. Katakanlah, organisasi farmasi ini tiap tahun menyenggarakan sumbangan obat-obatan untuk orang miskin, melakukan kerjasama dengan para dokter untuk member pengobatan gratis dan sebagainya.
  3. Penjelasan mengenai hubungan kegiatan yang sedang berlangsung dengan kegiatan lain, yang sudah berlalu maupun yang akan datang. Ketua Organisasi perlu memberikan gambaran mengenai program kerja yang sedang dijalankan dan menekankan bahwa kegiatan yang sedang berlangsung adalah salah satu bagian dari program kerja atau merupakan kegiatan yang sangat mendukung keberhasilan implementasi program kerja.
  4. Harapan terhadap acara yang sedang berlangsung. Ketua organisasi perlu memberikan harapan positif terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Hal ini agar peserta kegiatan maupun panitia dapat menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan harapan organisasi.
  5. Penutup dan terima kasih. Jangan lupa, ucapan terima kasih perlu disampaikan juga kepada panitia yang telah sukses menyelenggarakan acara.

Nah, dengan uraian singkat ini, harapan saya, anda bisa lebih paham perbedaan teks pidato ketua panitia dan teks pidato Ketua Organisasi. Menyusun Teks pidato jadi lebih mudah bukan?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Nap a Latte untuk Produktivitas …

Andreas Prasadja | | 23 September 2014 | 22:43

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | | 24 September 2014 | 00:37

Banyak Laki- laki Indonesia Jadi Ayah Gagal …

Seneng Utami | | 24 September 2014 | 04:45

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Pelajaran dari Polemik Masril Koto …

Novaly Rushans | 4 jam lalu

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 11 jam lalu

Jangan Sampai Ada Kesan Anis Matta (PKS) …

Daniel H.t. | 11 jam lalu

Mengapa Ahok Ditolak FPI? …

Heri Purnomo | 14 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Strategi Perang Lawan ISIS Ala SBY …

Solehuddin Dori | 8 jam lalu

Berat dan Ringan itu Relatif dalam Bekerja …

Eko Junaidi Salam | 8 jam lalu

Jika Sulit Memberi, Mari Berbagi …

Saumiman Saud | 8 jam lalu

Jadwal 16 Besar Asian Games 2014 …

Abd. Ghofar Al Amin | 8 jam lalu

Derita Hidup di Negeri Orang …

Usi Saba Kota | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: