Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Akbar Zainudin

Trainer Motivasi, Manajemen dan Kewirausahaan. Penulis Buku Best Seller Man Jadda Wajada. BUKU BARU: "Berwirausaha selengkapnya

Geliat Industri Gerabah di Banyumulek Lombok

HL | 13 June 2012 | 09:43 Dibaca: 2715   Komentar: 10   3

1339535182403250411

Kreasi Gerabah Banyumulek Lombok

Desa Banyumulek adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Kediri kabupaten Lombok Barat. Luas daerahnya 4, 21 ha dengan jumlah penduduk sekitar 10.000 jiwa yang 80 % adalah perajin gerabah. Sepanjang perjalanan menuju Desa Banyumulek, di sebelah kiri dan kanan jalan, yang terbentang adalah art shop, toko-toko yang memajang berbagai jenis gerabah untuk dijual kepada para pengunjung.

Ya, desa ini memang desa gerabah. Keterampilan membuat gerabah di desa ini didapatkan secara turun temurun. Para pengrajin senior menurunkan bakat dan keterampilan membuat gerabah kepada generasi muda yang menjadi seniornya. Begitulah hingga sekarang ini, tua muda di desa Banyumulek mempunyai keterampilan pembuatan gerabah.

Pada awalnya, gerabah ini digunakan sebagai bahan rumah tangga biasa, untuk pot ataupun vas bunga, dan berbagai hiasan rumah. Lambat laun, seiring dengan perkembangan dan gaya hidup, gerabahpun dibuat dengan berbagai desain menawan yang mempunyai fungsi sebagai bagian dari gaya hidup.

Proses pembuatan gerabah sendiri melalui beberapa tahapan. Bahan baku utama dari gerabah adalah tanah liat, dan juga pasir sebagai campuran. Selain bahan utama, diperlukan pula bahan-bahan pendukung untuk pembakaran, yaitu jerami, sampah kering, kayu, dan sabut kelapa. Sedangkan untuk pewarnaan alami, menggunakan dedak dan air kulit biji asam.

13395353181225315195

Bahan Baku Tanah Liat Dihancurkan dan Dikeringkan

Langkah pertama dalam proses pembuatan keramik adalah pengolahan tanah. Tanah liat dijemur sampai kering, sekitar 3 hari di bawah sinar matahari. Tanah yang sudah kering kemudian dihancurkan dan disaring. Tanah yang sudah disaring ini kemudian direndam ke dalam bak sampai terbentuk endapan tanah di dasar bak. Nah, endapan tanah inilah yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan keramik, setelah air yang berada di atasnya dibuang. Tanah ini kemudian dicampur dengan pasir dengan perbandingan 2 bagian tanah dicampur dengan 1 bagian pasir, lalu diaduk hingga rata. Adonan yang sudah jadi disimpan di tempat yang sejuk dan ditutup dengan karung plastik, lalu diambil sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan.

1339535422770132739

Tanah Dimasukkan ke Dalam Air

1339535504236992931

Disaring, Dicampur Pasir, Disimpan di Karung Plastik

Langkah kedua adalah proses pembentukan. Adonan yang sudah disimpan diambil seperlunya dan ditaruh di atas alat putar untuk dibentuk sesuai dengan keinginan. Adonan yang sudah dibentuk lalu diangin-anginkan dan tidak dijemur di bawah sinar matahari langsung, selama kurang lebih 2 hari.

1339535632572410917

Mulai Membentuk dari Adonan Yang Sudah Tersedia

13395357131098191817

Dibentuk Sesuai Keinginan

Adonan yang sudah dibentuk ini kemudian dioles dengan cairan yang terbuat dari campuran tanah liat yang halus dan minyak kelapa. Produk setengah jadi ini lalu digosok dengan batu halus atau botol kecil agar mengkilat, lalu disikat agar kilatnya meratas. Setelah terlihat kilat pada produk cukup merata, produk ini lalu dijemur di bawah sinar matahari sampai kering.

13395357881358279391

Produk Yang Sudah Terbentuk Dihaluskan

1339535879698478811

Dianginkan Sampai Kering selama 1-2 Minggu

13395362841248000452

Dijemur 2 hari di bawah sinar Matahari

Proses selanjutnya adalah pembakaran. Produk yang sudah dijemur hingga kering lalu ditata rapih di tempat pembakaran. Gerabah yang sudah kering diletakkan di atas jaring-jaring besi yang sudah dianyam dan disangga dengan batu bata. Di bawah jaring itu diletakkan kayu bakar untuk pembakaran. Di sela-sela produk dan dan bagian atas ditutup dengan jerami atau sampah kering.

13395363631214593080

Menyiapkan Pembakaran

13395364251451009629

Ditata Sebelum Dibakar

Mulailah proses pembakaran gerabah. Gerabah dibakar selama kurang lebih 2 jam. Untuk mengetahui apakah gerabah sudah matang atau belum, bisa dilihat dengan tanda warna gerabah menjadi merah. Api dibiarkan mati dengan sendirinya, lalu gerabah diangkat dari tempat pembakaran.

1339536486730443942

Dibakar selama 2 jam

Proses terakhir pembuatan gerabah adalah proses pewarnaan. Menariknya, proses pewarnaan di desa gerabah ini dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan dari alam. Jika menginginkan warna hitam polos, maka setelah pembakaran, gerabah dilumuri dedak secara merata. Setelah dedak dibersihkan, maka keramikpun akan menjadi hitam. Sedangkan untuk warna belang kecoklatan, pewarnaan menggunakan air kulit biji asam. Prosesnya sama, gerabah yang sudah dibakar dilumuri dengan air kulit biji asam selama beberapa saat. Setelah itu, gerabahpun akan berubah warna menjadi belang kecoklatan.

1339536574277973194

Hasil Setelah Dibakar

Setelah warna dasar terpenuhi, langkah terakhir adalah finishing. Gerabah sebagai bahan dasar sangat mungkin dikombinasikan dengan berbagai bahan lainnya seperti kaca, batok kelapa, pecahan kulit telur, anyaman, dan berbagai bahan lain sesuai dengan kreativitas dan kebutuhan. Motif yang dilekatkan pada gerabah juga bisa bermacam-macam, disesuaikan dengan pesanan pembeli. Untuk membuat berbagai motif ini, dilakukan melalui proses pengecatan.

13395366502079197774

Hasil Akhir

Walaupun para pengrajin di desa Banyumulek ini terus memproduksi gerabah setiap hari, dan penjualan terutama untuk ekspor meningkat, tetapi dari sisi keuntungan yang lebih banyak mendapatkan justru dari para pedagang dan pengumpul, yang sebagian besar berasal dari Bali.

13395367001415288151

Gerabah Siap Dijual

Gerabah yang dibuat oleh para pengrajin di Desa Banyumulek Lombok ini dipesan secara “mentah” dengan harga murah oleh para pengusaha di Bali. Pengusaha di Bali inilah yang kemudian melakukan finishing akhir, memberikan sentuhan desain, dan menjualnya kepada para pembeli di luar negeri dengan harga mahal.

133953674989135849

Gerabah Siap Dijual

Pada akhirnya, walaupun nilai ekspor ke luar negeri dari gerabah ini setiap tahun mengalami kenaikan, tetapi yang menikmati kenaikan harganya bukanlah para pengrajin, tetapi para pedagang dan pengusaha di Bali yang berhasil memberi nilai tambah yang tinggi terhadap hasil kerja para pengrajin Lombok ini.

13395368001194752571

Kombinasi dengan Hiasan Kulit Telur

Apa yang terjadi pada para pengrajin gerabah di Banyumulek ini merupakan pelajaran berharga, bahwa “merek” mempunyai peran yang sangat penting dalam penjualan produk. Produk gerabah yang dijual mentah tanpa merek dihargai murah, dan produk harga murah ini setelah diberikan nilai tambah berupa desain dan aksesori lain, ditambah lagi dengan tempelan merek pada produknya, bisa mengubah harganya menjadi sangat mahal.

133953684835736334

Kombinasi dengan Kaca

Hal kedua yang juga menjadi pelajaran adalah, setiap produk akan dihargai sama dengan yang lainnya jika tidak mempunyai kelebihan di mata konsumen. Kelebihan inilah yang disebut sebagai nilai tambah suatu produk. Jika produk tidak mempunyai nilai tambah, maka konsumen tidak mau membayar dengan harga lebih mahal.

1339536904947739645

Dipajang di Art Shop

Apa yang dilakukan oleh para pengrajin di Bali dengan memberikan nilai tambah berupa desain dan juga merek yang dicantumkan pada produk. Pada akhirnya, para pembeli, yang kebanyakan dari luar negeri lebih mau membeli produk gerabah bikinan pengrajin Lombok dari para pengusaha di Bali dibandingkan dengan membeli langsung dari para pengrajin. Para pembeli ini lebih percaya diri dan juga lebih nyaman membeli dari para pengusaha di Bali karena bisa jadi lebih percaya dengan merek dan kualitas yang ditawarkan.

1339536951198095066

Salah Satu ArtShop di Banyumulek Lombok

Nampaknya, perlu ada perhatian serius dari berbagai pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Lombok Barat khususnya, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Pusat pada umumnya. Perlu ada langkah-langkah serius agar kepentingan perajin ini bisa dilindungi. Jangan sampai produk mereka setiap tahun diekspor ke luar negeri, tetapi yang menikmati justru bukan mereka sendiri.

Apa yang bisa dilakukan? Pertama, tentu saja adalah strategi pengembangan produk. Mulai dengan inovasi pada teknologi dan desain, dan juga bagaimana menciptakan produk-produk yang bisa dikemas sebagai souvenir. Dengan demikian, setiap wisawatan baik domestic maupun manca Negara, saat datang ke desa wisata Banyumulek, selalu tergoda untuk mau tidak mau membeli souvenir dari art shop di sana.

Kedua, perlu ada pola pemasaran bersama, yang dilakukan oleh kelompok perajin ataupun koperasi yang sudah ada, sehingga kepentingan para perajin bisa terlindungi. Dengan program pemasaran bersama, rantai distribusi kepada konsumen bisa lebih dipangkas dan efisien.

Anda mencari gerabah yang unik khas Lombok? Jangan lupa mampir ke desa gerabah Banyumulek.

Salam Man Jadda Wajada, BISA!

AKBAR ZAINUDIN

  • Email: akbar.zainudin@gmail.com
  • FB: Akbar Zainudin
  • Twitter: @akbarzainudin

Penulis buku-buku motivasi:

  1. Man Jadda Wajada: The Art of Excellent Life (Jakarta: Gramedia, 2010, Cetakan ke-9)
  2. Man Jadda Wajada2: Buka Pintu-Pintu Keberhasilan Anda (Jakarta: Gramedia, 2011, Cetakan ke-3)
  3. 10 Jalan Sukses: Menghidupkan Prinsip Man Jadda Wajada (Bandung: Mizania, 2011, Cetakan ke-2)
  4. Hasanah Dunia Akhirat (Bandung: Mizania, 2012, Cetakan ke-1)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan di Bandara Sydney Ekstra Ketat …

Tjiptadinata Effend... | | 20 November 2014 | 18:49

Ayo! Berswasembada Pangan Mandiri dari …

Luce Rahma | | 20 November 2014 | 20:23

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Monas Kurang Diminati Turis Asing, Kenapa? …

Seneng Utami | | 20 November 2014 | 18:55

Belum Dapat Konfirmasi e-Ticket …

Kompasiana | | 16 November 2014 | 00:48


TRENDING ARTICLES

Islah DPR, Pramono Anung, Ahok, Adian …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Putra Kandias, Kini Ramai Dibully Karena …

Djarwopapua | 7 jam lalu

Ahok, Gubernur Istimewa Jakarta …

Rusmin Sopian | 7 jam lalu

Keberanian Seseorang Bernama Jokowi …

Y Banu | 7 jam lalu

Kesalahan Jokowi Menaikan BBM …

Gunawan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenapa Timnas Selalu Kalah? (Part 2) …

Bayu Teguh | 7 jam lalu

Guru Hebat Pasti Bisa Menulis …

Muthiah Alhasany | 7 jam lalu

Manfaat Tersembunyi Dari Menulis yang Jarang …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Kepak Sayap Guru Berkendara Aksara …

Ang Tek Khun | 7 jam lalu

Pintu Hatiku Telah Terkunci …

Doni Bastian | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: