Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Pakar Investasi

Semua tentang INVESTASI dibahas disini!

Kelemahan Berinvestasi Jangka Panjang

OPINI | 26 July 2012 | 18:34 Dibaca: 596   Komentar: 1   0

Dalam berita investasi selalu menekankan untuk berinvestasi dengan baik. Hal ini penting karena bisa membantu untuk mempersiapkan masa depan yang lebih cerah. Namun sebenarnya apa investasi itu? Investasi merupakan sebuah kegiatan dimana seseorang membeli sesuatu dengan harapan harga pembelian barang tersebut harganya akan naik dan kita mendapat keuntungan saat menjualnya kembali. Secara teori, hal tersebut tersendengar sangat ideal. Namun ada beberapa hal yan mesti dipertimbangkan jika seseorang ingin berinvestasi. Mereka harus bisa membaca situasi atau kemungkinan apabila mereka membeli barang sebagai investasi kemudian kelak menjualnya. Kesempatan akan mendapatkan keuntungan yang besar hendaknya telah dipikirkan dengan baik. Ada beberapa jenis investasi. Investasi yang pertama adalah investasi jangka panjang.
Menurut berita investasi, kalangan yang cenderung akan melakukan investasi dalam jangka waktu yang panjang adalah dari kalangan menengah ke atas. Hal ini bisa dilihat dari keberanian mereka dalam berinvestasi barang atau yang lebih dikenal dengan investasi properti seperti tanah atau rumah. Sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga yang miring saat pembelian, namun perlu dipertimbangkan peluang yang baik jika suatu saat asset tersebut dijual kembali. Contoh apabila mereka hendak berinvestasi rumah. Saat pembelian mereka membeli rumah yang terletak di pinggiran dengan harga seratus juta. Akan tetapi, bagaimana peluang ke depannya saat rumah tersebut dijual kembali? Sudahkah mereka mempertimbangkan kemungkinan keuntungan yang kelak didapat? Berikut ini ada beberapa hal yang perlu dicatat saat hendak berinvestasi jangka panjangh.
Sudah banyak berita investasi yang menjelaskan bahwa ada beberapa kelemahan dari investasi jangkan panjang ini. Pertama, saat mereka berinvestasi tanah, mereke harus membayar pajak yang dikenakan. Apabila dikalkulasikan pajak tersebut juga lumayan tinggi. Selain itu, investasi seperti ini akan terlihat keuntungannya saat sudah lima sampai sepuluh tahun. Jangka waktu seperti itu tidaklah sebentar. Sehingga investasi seperti ini akan sulit mendapat pembeli yang menawar dengan harga tinggi jika jangka waktu yang digunakan kurang dari setahun. Biasanya seseorang yang hendak menjual rumahnya perlu untuk mengiklankan rumah tersebut dan biasanya tidak langsung mendapat pembeli. Sehingga, mereka yang berinvestasi seperti ini perlu kesabaran untuk mengelolanya. Akan tetapi menurut berita investasi, berinvestasi jangka panjang meiliki resiko rendah.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Campur Tangan Joko Widodo dalam Konflik di …

Imam Kodri | 10 jam lalu

Di Kupang, Ibu Negara yang Tetap Modis namun …

Mba Adhe Retno Hudo... | 11 jam lalu

Lain Fahri Hamzah, Lain Pula Fadli Zon …

Ajinatha | 15 jam lalu

Lebih Baik Pernyataan Dwi Estiningsih …

Hendi Setiawan | 15 jam lalu

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: