Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Pakar Investasi

Semua tentang INVESTASI dibahas disini!

Kelemahan Berinvestasi Jangka Panjang

OPINI | 26 July 2012 | 18:34 Dibaca: 582   Komentar: 1   0

Dalam berita investasi selalu menekankan untuk berinvestasi dengan baik. Hal ini penting karena bisa membantu untuk mempersiapkan masa depan yang lebih cerah. Namun sebenarnya apa investasi itu? Investasi merupakan sebuah kegiatan dimana seseorang membeli sesuatu dengan harapan harga pembelian barang tersebut harganya akan naik dan kita mendapat keuntungan saat menjualnya kembali. Secara teori, hal tersebut tersendengar sangat ideal. Namun ada beberapa hal yan mesti dipertimbangkan jika seseorang ingin berinvestasi. Mereka harus bisa membaca situasi atau kemungkinan apabila mereka membeli barang sebagai investasi kemudian kelak menjualnya. Kesempatan akan mendapatkan keuntungan yang besar hendaknya telah dipikirkan dengan baik. Ada beberapa jenis investasi. Investasi yang pertama adalah investasi jangka panjang.
Menurut berita investasi, kalangan yang cenderung akan melakukan investasi dalam jangka waktu yang panjang adalah dari kalangan menengah ke atas. Hal ini bisa dilihat dari keberanian mereka dalam berinvestasi barang atau yang lebih dikenal dengan investasi properti seperti tanah atau rumah. Sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga yang miring saat pembelian, namun perlu dipertimbangkan peluang yang baik jika suatu saat asset tersebut dijual kembali. Contoh apabila mereka hendak berinvestasi rumah. Saat pembelian mereka membeli rumah yang terletak di pinggiran dengan harga seratus juta. Akan tetapi, bagaimana peluang ke depannya saat rumah tersebut dijual kembali? Sudahkah mereka mempertimbangkan kemungkinan keuntungan yang kelak didapat? Berikut ini ada beberapa hal yang perlu dicatat saat hendak berinvestasi jangka panjangh.
Sudah banyak berita investasi yang menjelaskan bahwa ada beberapa kelemahan dari investasi jangkan panjang ini. Pertama, saat mereka berinvestasi tanah, mereke harus membayar pajak yang dikenakan. Apabila dikalkulasikan pajak tersebut juga lumayan tinggi. Selain itu, investasi seperti ini akan terlihat keuntungannya saat sudah lima sampai sepuluh tahun. Jangka waktu seperti itu tidaklah sebentar. Sehingga investasi seperti ini akan sulit mendapat pembeli yang menawar dengan harga tinggi jika jangka waktu yang digunakan kurang dari setahun. Biasanya seseorang yang hendak menjual rumahnya perlu untuk mengiklankan rumah tersebut dan biasanya tidak langsung mendapat pembeli. Sehingga, mereka yang berinvestasi seperti ini perlu kesabaran untuk mengelolanya. Akan tetapi menurut berita investasi, berinvestasi jangka panjang meiliki resiko rendah.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 4 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 9 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 10 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 12 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Nama Makanan yang Nakutin …

Arya Panakawan | 8 jam lalu

Gelar Terpental demi Sahabat Kental …

Adian Saputra | 8 jam lalu

Hijriyah untuk (Tak) Berbeda …

M. Rasyid Nur | 8 jam lalu

Pertemuan …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Jika Benchmark Kepada Qatar U-19 maka The …

Ahmad Crespo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: