Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Coretan Siswa Udara Stmt Trisakti

This site contains the ideas of the Air Transport Management Students of STMT Trisakti.

Tanggapan Masyarakat Tentang Low Cost Carriers (LCCs), Landasan Teori

OPINI | 27 September 2012 | 06:10 Dibaca: 255   Komentar: 0   0

Kelompok  :  6

Ketua : Dimas Satrio Putra Gunawan  (224108210)

Anggota  :  1. Mentari Noor (224110251)

2. Barkatullah (224110231)

Kelas : S1 MTU-A

Tugas : 2

LANDASAN TEORI

Sekarang kami akan memberikan landasan teori berdasarkan survey yang sudah kami buat. Dalam hal ini kami akan menggunakan teori biaya, teori kualitas layanan dan teori pemasaran jasa penerbangan. Kami memilih teori ini, karena menurut kami teori ini sangat berhubungan dengan judul dari tugas yang kami buat yaitu mengenai Low Cost Carriers (LCCs).

  1. 1. Teori Biaya

Pengertian Biaya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991:1011) adalah “(daftar) harga (sewa, ongkos dsb)”. Istilah harga dan biaya sama-sama memiliki berkaitan dengan uang, sedangkan dari segi konsumen Kotler (2000:439) mendefinisikan “Biaya merupakan sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut”.

Dari kedua definisi diatas mengenai teori biaya, kami dapat menyimpulkan bahwa uang adalah alat pembayaran untuk membeli barang atau mendapatkan suatu jasa. Dan biaya adalah sebagai dasar penentuan tarif jasa angkutan/transportasi. Tingkat tarif transportasi didasarkan pada biaya pelayanan yang terdiri dari biaya langsung (Direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost). Biaya langsung adalah biaya yang diperhitungkan dalam produksi jasa-jasa angkutan, misalnya untuk gaji awak pesawat, biaya pendaratan dan biaya bahan bakar. Sedangkan untuk biaya tidak langsung adalah biaya yang dikeluarkan dalam penerbangan yang terdiri dari biaya harga, peralatan reparasi worshop, akutansi dan biaya kantor/umum.

  1. 2. Teori Kualitas Layanan

Menurut Martin (2001,p.6), “Kualitas layanan adalah suatu kemampuan untuk memenuhi kebutuhan internal dan eksternal pelanggan secara konsisten sesuai prosedur. Dalam hal ini penyedia jasa dituntut untuk berusaha mengerti apa yang diinginkan pelanggan, sehingga mempunyai harapan mendapatkan kualitas pelayanan yang baik”. Sedangkan menurut Kotler (2006,p.139), “Kualitas jasa harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir dengan kepuasan pelanggan serta persepsi positif terhadap kualitas jasa”.

Dari kedua definisi diatas mengenai teori kualitas layanan, kami dapat menyimpulkan bahwa didalam dunia bisnis transportasi yang menjual jasa, kualitas layanan itu sangat penting. Hal ini disebabkan kualitas layanan memberikan peluang kepada pelanggan untuk mendapatkan nilai produk (barang dan layanan berupa jasa) yang sesuai dengan yang dibayar konsumen. Pelanggan sangat ingin keberadaannya dihargai atau dilayani dengan sebaik mungkin oleh perusahaan. Itulah sebabnya kualitas pelayanan sangat penting untuk pelanggan menjadi puas.

  1. 3. Teori Pemasaran Jasa Penerbangan

Menurut Swasthan & sukotjo (1998), “Pemasaran adalah termasuk salah satu kegiatan dalam perekonomian dan membantu dalam penciptaan nilai ekonomi, sedangkan nilai ekonomi itu sendiri akan menentukan harga barang dan jasa bagi individu”. Sedangkan menurut Banfe (1992), “Pemasaran jasa penerbangan adalah suatu proses penyesuaian antara permintaan penumpang pada saat ini, permintaan potensial dan permintaan masa depan dengan penawaran dari suatu maskapai penerbangan. Pemasaran berrhubungan dengan sisi permintaan dari pelanggan bersifat probabilistik dan penuh dengan ketidakpastian”.

Dari kedua definisi diatas mengenai teori pemasaran jasa penerbangan, kami dapat menyimpulkan bahwa produk yang dihasilkan di bidang jasa sangat berbeda dengan produk yang dihasilkan dalam bentuk fisik. Sehingga pemasaran jasa akan menghadapi tantangan. Tantangan ini berhubungan dengan pemahaman tentang keinginan dan harapan konsumen terhadap jasa yang ditawarkan oleh perusahaan penerbangan, menawarkan jasa yang tidak nyata menjadi nyata, dan memenuhi janji kepada pelanggan. Oleh karena itu Pemasaran jasa penerbangan merupakan suatu proses penyesuaian antara permintaan penumpang pada saat ini, permintaan potensial, dan permintaan masa depan dengan penawaran dari suatu maskapai penerbangan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Istiwak, Jam Kuno di Kota Solo …

Agoeng Widodo | | 23 September 2014 | 11:20

Perang Mulut di Talkshow TV (Mestinya) Cuma …

Arief Firhanusa | | 23 September 2014 | 11:04

Billboard, Sarana Sosialisasi Redam Gepeng …

Cucum Suminar | | 23 September 2014 | 16:30

Mengapa Toga Berwarna Hitam? …

Himawan Pradipta | | 23 September 2014 | 15:14

Lelaki Pengingatku …

Edrida Pulungan | | 23 September 2014 | 17:11


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 9 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 11 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kemana Peghuni Eks Bongkaran Tanah Abang dan …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Usia Orang Kota Lebih Pendek Dari Orang …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi Oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 8 jam lalu

Waspadai Caries Gigi …

Amallya Luckyta | 8 jam lalu

Kunci Sukses itu Sesungguhnya Ada di Tangan …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: