Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Faizal Amin Haderi

Menurut saya menulis itu adalah bagian dari belajar karena untuk bisa menulis harus membaca, nah selengkapnya

Interior Bangunan Sarang Burung Walet

OPINI | 09 October 2012 | 13:59 Dibaca: 2017   Komentar: 11   6

Sarang burung wallet merupakan komoditi ekspor yang bernilai tinggi. Kebutuhan akan sarang burung wallet di pasar Internasional sangat besar dan masih kekurangan persediaan. Ini disebabkan oleh jumlah produksi masih mengandalkan sarang burung wallet dari sarang-sarang alami, seperti didalam gua dan tebing-tebing cadas. Oleh karena itu budidaya sarang burung wallet ini masih sangat menjanjikan. Harga perkilo sarang burung wallet ini berkisar antara Rp 10-20 Juta tergantung kualitas. (sumber)

Dari kondisi itulah banyak pemodal yang membuka usaha budidaya sarang burung wallet di dalam bangunan yang dibuat nyaman untuk mereka bersarang.

Bangunan ++ itu jamak kita lihat di beberapa kota di Indonesia. Misalnya di Sampit, Kalimantan Tengah banguan Ruko yang atasnya disulap menjadi sarang burung wallet ini terlihat indah-indah laiknya sebuah apartemen walet(berita).

Didaerah kami pun sama (tanjung uban.pen), lebih kurang 20 an bangunan seperti Ruko yang disulap menjadi sarang burung wallet, komplain warga sekitar sudah tidak terlalu di dengar, sebab kekhawatiran timbulnya penyakit juga tidak banyak terjadi, hingga dianggap ketakutan warga tidak terlalu beralasan.

Hal ini disebabkan belum adanya Peraturan Daerah (perda) yang mengatur masalah budidaya sarang burung wallet yang berdekatan langsung dengan perumahan penduduk.

Akibatnya setiap orang yang mau, bisa membuat penangkaran sarang burung wallet, sekalipun banyak warga sekitar yang keberatan, karena dampak yang ditimbulkan seperti nyamuk, kotoran dari burung yang berserakan dihalaman rumah serta bangunan yang terlalu tinggi hingga menghalangi sirkulasi udara ke rumah-rumah disekitar. Tidak menghalangi pembangunan yang semakin menjamur. Rata-rata tinggi Rumah Toko yang dijadikan sarang Burung Walet adalah 3-4 lantai.

Namun begitu demi tertib dan teraturnya pengelolaan sebuah tempat usaha di tengah-tengah lingkungan masyarakat alangkah baiknya jika dibuatkan peraturan khusus budidaya sarang burung wallet. Sehingga pemasukan dari pajak usahanya dapat juga dirasakan oleh seluruh masyrakat didaerah setempat.

Berawal dari polemik yang ada itulah saya tertarik untuk melihat lebih dalam bagaimana sih interior sarang burung wallet ini?

Dari beberapa sumber yang kami mintai kesediannya memperlihatkan bagian dalam bangunan yang menjadi sarang Burung Walet ini hanya satu yang bersedia membawa kami kedalam itupun saat bangunannya sedang direnovasi, sehingga tidak terlihat sarang-sarang didalamnya. Yang lain sangat tertutup. “melibatkan uang besar makanya mereka tertutup” ujar seorang rekan.

1349747726736562447#Ini bangunan utuh Sarang Burung Walet, Perhatikan Tanda Lingkaran Merah pada Jendela yang pecah, terlihat dari luar seperti berjendela padahal dibelakangnya sudah dibeton#

13498448031847029326

Penjelasan Gambar: (1) adalah akses masuk dan keluar burung walet dari dan ke dalam bangunan, kemudian masuk kedalam kompartemen (ruangan). (2) adalah pintu masuk menuju  ruangan didalam bagunan yang sudah disekat-sekat. (3) adalah akses ke tiap-tiap lantai (4) salah satu bentuk sekat yang ada didalam bangunan Sarang Burung Walet. (5) adalah Lantai paling bawah, tempat kolam air. Yang berfungsi sebagai penyejuk sekaligus tempat berkembang biaknya Serangga yang menjadi makanan untuk Burung walet itu sendiri.

13498588671889265067#Sarang Burung Walet (sumber Gambar)#

Sederhana Bukan? untuk detail  silahkan klik link berikut  1 2 3

Yang terpenting dari bangunan dalam sarang burung walet adalah, terhindar dari sinar matahari (terang) serta panas.

Semoga Bermanfaat. Untuk Melihat Interior Lainnya

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

Hasil SPP2013: Nasib Petani Tanaman Pangan …

Kadir Ruslan | | 24 July 2014 | 05:48

Muda Kaya dan Bahagia …

Radixx Nugraha | | 24 July 2014 | 03:25

Rumah “Unik” Majapahit …

Teguh Hariawan | | 24 July 2014 | 15:27

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Sengketa Pilpres 2014 Akhirnya Berujung di …

Mawalu | 11 jam lalu

Inilah Salah Satu Warisan Terbaik Pak Beye …

Raisa Atmadja | 12 jam lalu

Timnas U-19 Batal Tampil di Spanyol …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Akhirnya Prabowo-Hatta Melangkah ke MK …

Bang Pilot | 19 jam lalu

Jokowi “Penyebar Virus” kepada …

Hendrik Riyanto | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: