Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Berhane

Jah Rastafari...d(^__*)b .. Psalm 23 ~ RESPECT ~ Satu persatu yang ku "lihat" sudah di genapi ...

Permintaan kenaikan gaji buruh terlalu berlebihan

OPINI | 25 October 2012 | 21:11 Dibaca: 1404   Komentar: 0   0

siapa orangnya di muka bumi ini yang tidak mau hidup nya sejahtera. semua kebutuhan nya tercukupi, hidup layak dan mapan. tak terkecuali dengan pekerja buruh. meningkat nya kebutuhan hidup nyang terus melambung yang tidak di iringi naik nya pendapatan , akhirnya sering kali para buruh melakukan aksi demo. mereka menuntut pihak perusahaan menaikkan gaji mereka. UMP yang di tetap kan pemerintah di rasa belum cukup untuk memenuhi hajat kehidupan. apalagi bila buruh tersebut tinggal di kawasan jabodetabek yang tentu membutuhkan biaya yang cukup tinggi. gaji/ UMP yang 1 koma (oleh buruh di plesetkan setelah 1 minggu langsung koma) pasti sungguh berat. sebenar nya sah sah saja apabila para buruh memperjuangkan nasib mereka untuk memperbaiki taraf hidup agar layak.

kemarin rabu 24,okt kembali para buruh di wilayah ibu kota melakukan aksi demo di kantor gubernur DKI. para buruh yang akhirnya di terima dan di temui oleh wakil gubernur tersebut menuntut agar UMP di jakarta segera di naikkan. dari yang semula 1,7 sekian menjadi 3 juta rupiah. dalam dialog dengan wagub tersebut para demo berharap agar gubernur serta wagub nya merealisasikan janji nya dalam memperhatikan rakyat terutama para buruh. oleh wagub basuki tjahaya purnama aspirasi para buruh akan segera di tinjak lanjuti dan beliau berjanji UMP buruh jakarta harus lebih tinggi dari daerah lain.

saya yang melihat berita tersebut menjadi bertanya tanya, apakah permintaan para buruh tersebut wajar dan realistis? mengingat besaran kenaikan yang di minta oleh buruh tersebut adalah sekitar hampir 40 %. saya adalah seorang wirausaha. meskipun masih skala kecil namun saya adalah pelaku pasar. biar pun cuma memiliki beberapa orang karyawan yang kurang dari 10 orang tetapi boleh dikata saya tahu sedikit seluk beluk bidang bisnis. walaupun hampir setiap bulan nya saya harus pusing kepala memutar otak menjalankan bisnis saya dan serta pontang panting di setiap tanggal gajian karyawan hehehe….

menurut pendapat pribadi saya selaku wirausaha tuntutan yang di minta buruh jakarta tersebut nampaknya terlalu berlebihan. bayangkan saja besaran kenaikan UMP tersebut pasti sangat memberatkan pihak para pengusaha. saya yakin seratus persen kalau saja para pengusaha benar memenuhi tuntutan para buruh tersebut maka dalam hitungan bulan pasti akan pailit alias bangkrut. para buruh saya nilai tidak realistis dalam tuntutan nya kali ini. bayangkan saja kalau sebuah perusahaan di jakarta yang memiliki 1000 orang karyawan buruh harus membayar kenaikan UMP sekitar 1 juta rupiah setiap orang, maka di dalam 1 bulan jumlah  biaya yang harus di keluarkan adalah 1 milyar. itu hanya sekedar contoh sederhana saja. para buruh memang berhak mengajukan tuntutan kenaikan upah, tapi mereka tidak pernah tahu betapa sulit nya para pengusaha. mereka hanya menuntut dan terus menuntut. padahal sebagai pelaku pasar tantangan yang di hadapi sangat lah besar. mulai dari persaingan dagang sampai naiknya biaya /cost produksi akibat naiknya harga bahan dasar. belum lagi pajak yang harus di bayarkan,iklan, sampai urusan tetek bengek lainnya. tengok saja gempuran pasar bebas yang di lakukan oleh negara lain srta di bebaskan nya pajak masuk kedalam negeri. buruh seakan tidak mau tahu. sektor industri memang lagi mengalami masa sulit sekarang ini. lihat saja dari tahun sebelum terjadi krisis sampai saat ini banyak usaha dan pabrik yang terpaksa tutup dan merumahkan ratusan bahkan ribuan karyawannya.

sebelum bergelut menjadi wirausaha saya dulu nya juga bekerja sebagai buruh. jadi saya paham betul apa yang dirasakan oleh pihak buruh, tapi saya juga paham yang di alami oleh pihak pengusaha. sudah selayak nya para buruh memahami tentang kesulitan yang dialami perusahaan dan tidak menuntut yang  terlalu berlebihan. pihak pengusaha juga pasti tidak mau apabila menyengsarakan para buruh nya sendiri. sebab biar bagaimana pun yang terjadi adalah hubungan timbal balik yang saling menguntungkan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 11 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 12 jam lalu

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 15 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 16 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Ditemukan: Pusat Tidur Dalam …

Andreas Prasadja | 11 jam lalu

Museum Louvre untuk First-Timers …

Putri Ariza | 11 jam lalu

Cinta dalam Botol …

Gunawan Wibisono | 11 jam lalu

Wisata Bahari dengan Hotel Terapung …

Akhmad Sujadi | 11 jam lalu

Jurus Jitu Agar Tidak Terjadi Migrasi dari …

Thamrin Dahlan | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: