Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Parlin Nainggolan

Berbagi pengetahuan adalah hal yang memiliki kenikmatan tersendiri.

Syarat untuk Menjadi Pengembang yang Profesional

OPINI | 02 November 2012 | 22:52 Dibaca: 2588   Komentar: 0   0

Sehubungan dengan pesatnya perkembangan kota,terutama di wilayah kota besar, sehingga menimbulkan keinginan orang untuk berpindah ke kota yang perkembangan pembangunan pesat. Hal ini juga menimbulkan pertambahan jumlah penduduk akibat pesatnya perkembangan kota, dimana banyak penduduk dari luar daerah datang dengan alasan untuk mencari kerja, atau melakukan kegiatan perekonomian di kota tersebut. Hal ini juga membuat kebutuhan rumah akan semakin bertambah,apakah untuk dihuni sendiri atau disewakan kepada orang lain bahkan ada yang hanya dibiarkan kosong hanya untuk investasi saja.

Ini menjadi peluang bagi para entrepreneur yang sudah berpengalaman untuk semakin mengembangkan bisnis di bidang property, baik itu rumah, ruko, apartemen dan kondominium. Untuk itu, apabila ingin menjadi pengembang di bidang property yang profesional harus mengenal bentuk-bentuk perizinan, agar dapat menjalankan bisnisnya dengan lancar dan tanpa hambatan, dimana perizinan tersebut adalah :

  1. Memiliki badan hukum,apakah itu berupa CV atau PT, agar lebih mudah dalam pengurusan izin dan pencarian modal, baik melalui hutang kepada Bank atau perusahaan pemodal lain.
  2. Mengurus dan harus memiliki kelengkapan dokumen seperti Akta Pendirian Badan Usaha, Izin Domisili, NPWP,TDP, SIUP dan pengesahan dari Departemen Hukum dan HAM.
  3. Lebih baik bisa bergabung dan memiliki sertifikat dari REI, sebagai wadah perkumpulan dari pengusaha property di Indonesia. Disini para pengusaha property dapat saling bertukar pikiran dan dapat saling membantu dalam menjalankan bisnis property. Disini juga ada aturan-aturan yang harus diikuti oleh para pengusaha property serta juga ada hak-hak yang dapat diperoleh serta dukungan dari REI terhadap para developer property.
  4. Harus memiliki Izin Lokasi, agar developer dapat memiliki hak-hak untuk melaksanakan pembelian tanah, pembebasan tanah, pembangunan bangunan property, pengalihan serta penjualan bangunan property.
  5. Harus memiliki Site Plan yang disetujui oleh pejabat terkait  seperti Dinas Tata  Ruang dan Pemukiman, Pimpinan Daerah setempat, dimana dalam site plan ini tergambar posisi rumah, baik itu jumlah unit dan tipe-tipenya, serta tercantum dimana diletakkan Fasilitas Umum (FASUM) dan Fasilitas Sosial (FASOS) serta prasarana serta infrastruktur di perumahan atau property tersebut.
  6. Harus disesuaikan dengan RUTR (Rencana Umum Tata Ruang) dan KRK (Keterangan Rencana Kota),agar tidak terjadi kesalahan dalam perntukkannya. Seperti, daerah resapan air tidak dapat disetujui untuk pembangunan property di wilayah tersebut,hal ini dapat tergambar di RUTR dan KRK tersebut.
  7. Perizinan AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) untuk menghindari efek-efek yang tidak baik, akibat pembangunan property terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
  8. Harus ada Advice Planning / Block Plan untuk mengetahui Garis Sempadan Jalan, Garis Sempadan Bangunan, Koefisien Dasar Bangunan serta Koefisien Lantai Bangunan.

Selain aspek perizinan diatas, sebagai bahan pertimbangan adalah aspek modal adalah sangat penting, apakah modal sendiri atau peminjaman kepada bank atau jasa keuangan lainnya, atau kerjasama dengan individu atau perusahaan yang menanamkan sahamnya. Karena modal untuk bisnis pengembang/property adalah sangat besar, untuk itu perlu perencanaan yang matang menggali sumber sumber dana dan penggunaan dana tersebut nantinya, jangan sampai kurang sehingga terhenti ditengah jalan pembangunan proyek property.

Aspek marketingnya, dimana para pengembang harus benar-benar menilai, apakah lokasi yang akan mereka bangun adalah prospektif untuk diminati konsumen, karena lokasi merupakan hal yang paling pokok dalam pembangunan property. Sehingga diperlukan para konsultan-konsultan perencanaan pemasaran yang handal dibutuhkan untuk menilai prospektif  lokasi yang akan dibangun tersebut.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Patung Survivor Lapindo Mulai Tenggelam …

Teguh Hariawan | | 22 September 2014 | 21:21

Daya Tarik Kota Emas Prag, Ditinggalkan …

Cahayahati (acjp) | | 23 September 2014 | 04:08

Beginilah Antusiasme para Warga Belajar …

Pkbm Al-fath | | 22 September 2014 | 23:52

Ketika Animasi Tom & Jerry Ditegur KPI, …

Sahroha Lumbanraja | | 23 September 2014 | 00:24

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 1 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Ramping Itu Artinya Wamen dan Staff Ahli …

Den Bhaghoese | 9 jam lalu

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Tak Serenyah Makan Krupuk …

Sulis Voyager | 7 jam lalu

Konflik Perkalian PR SD, Bukti Pendidikan …

Muhammad | 7 jam lalu

Profesionalisme Guru Indonesia …

Huda Ahmadi | 7 jam lalu

Perang Mulut di Talkshow TV (Mestinya) Cuma …

Arief Firhanusa | 7 jam lalu

Menghaturkan Tanya …

Anis Fuadah Zuhri | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: